You are currently viewing Biarkan Manusia Gak Mau Tahu, Tapi Allah SWT Maha Tahu

Biarkan Manusia Gak Mau Tahu, Tapi Allah SWT Maha Tahu

Biarkan Manusia Gak Mau Tahu, Tapi Allah SWT Maha Tahu

Oleh: SiS antarkita

Ada fase dalam kehidupan ketika kita berhenti berharap dimengerti oleh semua orang.

Kita sudah berusaha menjelaskan dengan sabar.

Sudah mencoba membuka diri.

Sudah menunjukkan bukti kerja, bukti pengorbanan, bukti kesungguhan.

Tetapi tetap saja ada yang tak mau tahu.

Ada yang memilih menilai dari potongan cerita.

Ada yang lebih percaya pada asumsi daripada fakta.

Di situlah hati diuji.

Apakah kita berbuat karena ingin dipahami manusia?

Ataukah karena kita sadar sedang menjalankan amanah dari Allah?

Sering kali kita lelah bukan karena pekerjaannya berat,

tetapi karena merasa tidak dihargai.

Merasa tak dianggap.

Merasa seolah-olah semua usaha itu tak berarti.

Padahal sejatinya…

tidak ada satu pun kebaikan yang hilang.

Allah SWT Maha Mengetahui.

Dia tahu niat yang kita simpan rapat-rapat.

Dia tahu keputusan sulit yang kita ambil demi kebaikan jangka panjang.

Dia tahu beban yang kita pikul sendirian agar orang lain tetap tenang.

Dia tahu tanggung jawab yang kita jalankan meski tak ada yang memberi tepuk tangan.

Manusia melihat hasil akhir.

Allah melihat proses yang berdarah-darah di dalamnya.

Manusia melihat angka dan capaian.

Allah melihat kejujuran, kesabaran, dan keteguhan.

Manusia bisa salah memahami.

Allah tidak pernah salah menilai.

Namun kalimat ini bukan ajakan untuk menutup diri.

Bukan alasan untuk berhenti berkomunikasi.

Bukan pembenaran untuk keras kepala.

Tetaplah terbuka.

Tetaplah berusaha menjelaskan dengan bijak.

Tetaplah menjaga hubungan dengan rendah hati.

Tetapi ketika semua ikhtiar sudah dilakukan,

dan tetap saja ada yang tidak mau tahu…

Tenanglah.

Karena hidup ini bukan tentang siapa yang mengakui kita,

melainkan tentang bagaimana kita mempertanggungjawabkan diri di hadapan Allah.

Tidak semua orang harus paham perjuangan kita.

Tidak semua orang harus tahu alasan di balik keputusan kita.

Tidak semua orang berhak mengerti kedalaman niat kita.

Yang terpenting…

Allah tahu.

Dan ketika Allah tahu,

maka keadilan pasti datang pada waktunya.

Balasan pasti diberikan dengan cara yang tak terduga.

Ketenangan akan hadir tanpa perlu pembelaan panjang.

Maka teruslah berbuat baik meski tak dipuji.

Teruslah jujur meski dicurigai.

Teruslah amanah meski diremehkan.

Biarkan manusia gak mau tahu.

Selama Allah Maha Tahu,

kita tidak pernah benar-benar sendirian.

Karena di atas segala penilaian manusia,

ada penilaian Tuhan yang tak pernah keliru.

Dan itu… lebih dari cukup.

Tinggalkan Balasan