Antarkita

Kabarkita

Kabarkita, Prespektif, Ruang Kita, Uncategorized

MPM PWM Jawa Tengah Selenggarakan Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) 2026 Regional Banyumas

MPM PWM Jawa Tengah Selenggarakan Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) 2026 Regional Banyumas Menyiapkan “Kader yang Dirindukan” untuk Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Baturraden, 24 April 2026 Muhammadiyah di abad kedua terus memperluas bidang dakwah yang langsung menyentuh permasalahan rakyat. Dakwah tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pendidikan, kesehatan, dan sosial, tetapi juga melalui upaya pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi umat. Dalam kerangka tersebut, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) menjadi salah satu ujung tombak gerakan dakwah Muhammadiyah yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat serta pengentasan berbagai persoalan sosial dan ekonomi. Sebagai bagian dari upaya memperkuat gerakan pemberdayaan masyarakat, Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MPM PWM) Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) Regional Banyumas Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Jum’at hingga Minggu, tanggal 24–26 April 2026, dengan pembukaan kegiatan dilaksanakan pada Jum’at, 24 April 2026, pukul 13.30 hingga 17.00 WIB, bertempat di Gedung Eduwisata Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden, Kabupaten Banyumas. Tantangan Kaderisasi dalam Program Pemberdayaan Dalam sambutannya, Ketua MPM PWM Jawa Tengah, Fathur Rahman, menyampaikan bahwa salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat saat ini adalah masih terbatasnya jumlah kader yang bersedia terlibat secara aktif dalam kegiatan pemberdayaan. Menurut beliau, hingga saat ini masih cukup sulit menemukan kader Muhammadiyah yang siap terjun langsung dalam program pemberdayaan masyarakat, meskipun kebutuhan pendampingan masyarakat semakin meningkat. Beliau juga mencontohkan bahwa dalam pelaksanaan rapat kerja wilayah MPM Jawa Tengah, tingkat kehadiran peserta masih belum optimal, meskipun pertemuan telah dilaksanakan secara daring (online) yang seharusnya memberikan kemudahan bagi peserta dari berbagai daerah untuk hadir dan berpartisipasi. Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bersama bahwa keberhasilan program pemberdayaan masyarakat sangat ditentukan oleh komitmen kader dalam menghadiri kegiatan, mengikuti proses pembelajaran, serta terlibat secara aktif dalam pendampingan masyarakat. Latar Belakang Penyelenggaraan SEKAM 2026 Kurangnya keterlibatan kader dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu latar belakang diselenggarakannya Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai program kaderisasi yang bertujuan menyiapkan kader-kader pemberdayaan masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta komitmen untuk mendampingi masyarakat secara berkelanjutan. Menurut Fathur Rahman, MPM merupakan misi dakwah yang sangat strategis, karena menyentuh langsung permasalahan kehidupan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu bentuk dakwah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat hampir tidak menimbulkan perdebatan khilafiyah, karena persoalan kemiskinan dan kesejahteraan merupakan persoalan universal yang membutuhkan solusi bersama. Pelaksanaan di Lingkungan Eduwisata BBPTUHPT Baturraden Pelaksanaan SEKAM Regional Banyumas Tahun 2026 memiliki keunikan tersendiri karena diselenggarakan tidak di gedung milik Muhammadiyah, melainkan di lingkungan Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden. Pemilihan lokasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual kepada peserta, khususnya dalam memahami potensi sektor riil yang dapat dikembangkan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, seperti peternakan, pertanian, dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Peserta dari Empat Daerah di Wilayah Banyumas Raya Kegiatan SEKAM 2026 Regional Banyumas diikuti oleh 47 peserta yang berasal dari empat daerah pimpinan Muhammadiyah di wilayah Banyumas Raya, yaitu: Kabupaten Banjarnegara Kabupaten Purbalingga Kabupaten Cilacap Kabupaten Banyumas Para peserta merupakan kader Muhammadiyah yang diharapkan mampu menjadi penggerak program pemberdayaan masyarakat di wilayah masing-masing. Harapan: Lahirnya Kader Pemberdayaan yang Siap Terjun ke Masyarakat Melalui kegiatan SEKAM 2026, MPM PWM Jawa Tengah berharap dapat melahirkan kader-kader pemberdayaan masyarakat yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan pendampingan, serta komitmen untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di akhir sambutannya, Fathur Rahman menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak kekurangan program pemberdayaan masyarakat. Namun, keberhasilan program tersebut sangat ditentukan oleh keberadaan kader yang siap terjun langsung ke masyarakat. “Muhammadiyah membutuhkan kader yang mau hadir, mau belajar, dan mau bekerja bersama masyarakat,” tegasnya. Kegiatan SEKAM 2026 Regional Banyumas diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat gerakan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian penting dari dakwah Muhammadiyah di abad kedua.

Kabarkita, Ruang Kita, Uncategorized

Momen Mba Laras

Momen Mba Laras Oleh Bibi Dini Mba Laras, pagi ini Rabu 12 April 2026 telah mencatat satu momen kehidupan baru. Sebuah momen kebahagiaan yang tidak hanya membanggakan, tapi juga sangat mengharukan dalam perjalanan kehidupan Mba Laras. Momen yang akan selalu dikenang, bukan hanya oleh Mba Laras, tapi oleh seluruh keluarga. Menjadi seorang sarjana dengan predikat sangat memuaskan. MasyaAllah… sebuah capaian yang lahir dari perjalanan panjang, dari kesabaran yang tidak singkat, dari perjuangan yang kadang melelahkan, dan dari doa-doa yang terus dipanjatkan tanpa henti. 🎓✨ Hari itu bukan sekadar hari wisuda. Hari itu adalah hari pembuktian. Hari itu adalah hari di mana semua rasa lelah, rasa rindu, dan rasa sabar selama ini seperti menemukan jawabannya. Namun di balik kebahagiaan itu, ada satu pemandangan yang begitu menyentuh hati. Mamah dan Papah tidak bisa hadir secara langsung di ruangan wisuda. Mereka hanya bisa menyaksikan dari kejauhan, lewat telekonferensi, dari negeri yang jauh—negeri kincir angin, Belanda. Bayangkan… Di satu sisi, Mba Laras berdiri dengan toga dan senyum bangga. Di sisi lain, Mamah dan Papah duduk di depan layar, menatap penuh haru dari negeri seberang. Mungkin jarak memisahkan raga, tapi tidak pernah memisahkan cinta dan doa orang tua kepada anaknya. Mungkin di sana, di Belanda, Mamah dan Papah menahan air mata. Air mata bahagia. Air mata haru. Karena melihat anaknya yang dulu mereka gendong, yang dulu mereka antar sekolah, hari ini berdiri tegak sebagai seorang sarjana. Alhamdulillah, atas pencapaian Mba Laras hari ini menjadi kebanggaan diri sendiri. Kebanggaan buat Mamah dan Papah yang meski jauh, tetap hadir dengan hati dan doa. Kebanggaan buat Mbah yang mungkin menyaksikan dengan mata berkaca-kaca, penuh rasa syukur. Dan kebanggaan buat keluarga besar yang ikut merasakan getaran kebahagiaan ini. Terbayar sudah perjuangan selama ini di kota pelajar. Perjuangan menghadapi tugas demi tugas, ujian demi ujian, menghadapi kesepian, menahan rindu keluarga, dan tetap bertahan meski kadang terasa berat. Tidak semua orang tahu cerita di balik keberhasilan ini. Tapi keluarga tahu… dan Allah SWT tentu lebih tahu. Bibi Dini ikut bahagia, ikut bersyukur, dan sangat bangga bisa hadir membersamai momen penting ini. Bisa melihat langsung senyum bahagia Mba Laras. Bisa menyaksikan bagaimana wajah Mamah dan Papah muncul di layar, tersenyum haru dari negeri seberang. Sebuah pemandangan sederhana, tapi begitu menyentuh hati. ❤️ Karena kadang, kebahagiaan itu bukan soal hadir secara fisik. Tapi soal hadir dalam doa, dalam perhatian, dan dalam cinta yang tidak pernah putus. Semoga pencapaian hari ini menjadi tangga pertama untuk mencapai kesuksesan berikutnya. Karena hidup itu seperti perjalanan panjang. Wisuda hari ini adalah satu pemberhentian penting, tapi perjalanan masih terus berlanjut. Semoga ilmu yang sudah didapat menjadi berkah. Menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh. Menjadi cahaya dalam kehidupan. Dan menjadi jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dan ada satu harapan yang selalu terucap dalam doa… Semoga tidak lama lagi, Mba Laras bisa segera berkumpul kembali dengan Mba Nanda, Mamah, dan Papah yang selama ini hidup di negeri berbeda. Berkumpul tanpa layar. Tanpa jarak. Tanpa perantara. Hanya pelukan hangat keluarga yang selama ini dirindukan. Karena sejauh apa pun seseorang melangkah, Pada akhirnya, keluarga adalah tempat pulang yang paling menenangkan. Bibi Dini selalu mendoakan buat Mba Laras. Dalam setiap doa, selalu ada harapan agar Mba Laras diberikan kesehatan, kemudahan dalam menata masa depan, rezeki yang baik, dan jalan hidup yang penuh keberkahan. Terus semangat ya, Mba Laras. Terus percaya pada diri sendiri. Terus melangkah dengan keyakinan. Dan jangan pernah berhenti bermimpi. Menjadi kebanggaan diri sendiri. Menjadi kebanggaan Mamah dan Papah, meski dari jauh mereka menyaksikan dengan air mata bahagia. Menjadi kebanggaan Mbah. Dan menjadi kebanggaan keluarga besar. Semoga momen bahagia ini menjadi catatan sejarah yang akan selalu dikenang seumur hidup. Menjadi cerita indah yang kelak akan diceritakan kembali kepada anak cucu. Bahwa pernah ada satu hari yang penuh haru, penuh doa, dan penuh cinta— Hari di mana seorang anak berhasil membahagiakan orang tuanya, meski terpisah oleh jarak ribuan kilometer. Semoga momen bahagia ini bukan hanya menjadi kebahagiaan hari ini, tapi menjadi awal dari kebahagiaan-kebahagiaan berikutnya. Salam hangat penuh cinta dan doa selalu, Dari Bibi Dini.

Kabarkita, Ruang Kita

Terbaik Buat Mba Laras

Terbaik Buat Mba Laras Oleh Bibi Dini Selamat buat Mba Laras. Pagi ini, Rabu 12 April 2026 telah memasuki satu tahap kehidupan baru. Satu fase penting dalam perjalanan hidup yang penuh cerita, penuh perjuangan, dan penuh harapan. Menjadi seorang sarjana dengan predikat sangat memuaskan. MasyaAllah… ini bukan sekadar gelar, bukan sekadar ijazah, tapi bukti dari ketekunan, kesabaran, dan semangat yang tidak pernah padam. Ada hari-hari lelah, ada rasa rindu rumah, ada mungkin air mata yang jatuh diam-diam. Tapi Mba Laras memilih bertahan, memilih terus melangkah. Dan hari ini, semua itu terbayar indah. 🎓✨ Alhamdulillah, atas pencapaian Mba Laras hari ini menjadi kebanggaan diri sendiri. Kebanggaan buat Mamah dan Papah yang selama ini mungkin menahan banyak rasa—menahan khawatir, menahan rindu, tapi selalu menguatkan dengan doa. Kebanggaan buat Mbah yang selalu menyebut nama cucunya dalam setiap doa, berharap suatu hari melihat Mba Laras berdiri tegak membawa kabar bahagia. Dan tentu saja, kebanggaan buat seluruh keluarga besar yang ikut menyaksikan perjalanan ini, meskipun dari jarak yang jauh. Terbayar sudah perjuangan selama ini di kota pelajar. Perjuangan bangun pagi mengejar kuliah, belajar sampai larut malam, menghadapi ujian demi ujian, dan menata harapan di tengah keterbatasan. Tidak semua orang tahu beratnya proses itu, tapi keluarga tahu… dan hari ini keluarga ikut merasakan haru dan bahagianya. Bibi Dini ikut bahagia, ikut bersyukur, dan sangat bangga atas pencapaian Sarjana Mba Laras pagi ini dengan predikat sangat memuaskan. Rasa bahagia ini hangat sekali, seperti melihat anak sendiri berhasil menapaki satu tangga penting dalam hidupnya. Ada rasa haru, ada rasa syukur, dan ada doa yang terus mengalir tanpa henti. 😊 Semoga pencapaian hari ini menjadi tangga pertama untuk mencapai kesuksesan berikutnya. Karena hidup itu seperti menaiki anak tangga—satu langkah sudah dilalui dengan baik, langkah berikutnya tinggal dijalani dengan keyakinan dan semangat. Semoga ilmu yang sudah didapat menjadi berkah, menjadi cahaya dalam kehidupan, dan menjadi bekal untuk menghadapi masa depan yang lebih luas. Semoga Mba Laras menjadi pribadi yang tidak hanya pintar, tapi juga kuat, rendah hati, dan bermanfaat bagi banyak orang. Dan ada satu harapan sederhana dari hati seorang Bibi… Semoga Mba Laras segera bisa cepat berkumpul kembali dengan Mba Nanda, Mamah, dan Papah yang selama ini hidup di negeri berbeda. Karena sejauh apa pun langkah kita pergi, pada akhirnya keluarga adalah tempat pulang yang paling dirindukan. Pelukan keluarga adalah obat paling hangat setelah perjalanan panjang. ❤️ Bibi Dini selalu mendoakan buat Mba Laras. Dalam setiap doa, selalu ada harapan agar Mba Laras diberikan kesehatan, kekuatan, kemudahan rezeki, dan jalan hidup yang penuh keberkahan. Terus semangat ya, Mba Laras. Jangan takut menghadapi dunia. Jangan ragu melangkah. Karena hari ini sudah membuktikan bahwa Mba Laras adalah pribadi yang mampu berjuang sampai berhasil. Menjadi kebanggaan diri sendiri. Menjadi kebanggaan Mamah dan Papah. Menjadi kebanggaan Mbah. Dan menjadi kebanggaan keluarga besar. Salam hangat penuh cinta dan doa selalu, Dari Bibi Dini.

Kabarkita, Prespektif, Ruang Kita, Uncategorized

Salat Id di Baturraden Dipindah ke Aula, Jamaah Tetap Membludak

Salat Id di Baturraden Dipindah ke Aula, Jamaah Tetap Membludak BATURRADEN — Hujan gerimis yang turun sejak pagi tidak menyurutkan semangat ratusan warga untuk menunaikan Salat Idul Fitri 1447 Hijriyah di Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (20/3/2026). Pelaksanaan salat yang semula direncanakan berlangsung di lapangan terbuka terpaksa dipindahkan ke dalam Aula Desa Rempoah. Perubahan lokasi yang dilakukan dalam waktu singkat itu tidak mengurangi antusiasme jamaah. Sejak pagi, warga telah berdatangan, hingga akhirnya memenuhi ruangan aula sampai ke bagian teras. Di tengah udara sejuk kawasan kaki Gunung Slamet, gema takbir berkumandang, berpadu dengan rintik hujan yang turun perlahan. Suasana tersebut justru menghadirkan nuansa spiritual yang lebih mendalam, di mana kebersamaan terasa semakin kuat di antara para jamaah. Dengan tertib, jamaah menyusun saf di dalam ruang yang terbatas. Sebagian bahkan rela berada di area luar aula, demi tetap dapat mengikuti rangkaian ibadah. Kondisi ini mencerminkan tingginya kesadaran dan semangat masyarakat dalam menjalankan ibadah, meskipun dihadapkan pada keterbatasan. Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Baturraden, Nur Khasbi, menyampaikan bahwa perubahan lokasi akibat cuaca merupakan bagian dari dinamika pelaksanaan, namun tidak mengurangi makna ibadah itu sendiri. “Justru dalam kondisi seperti ini, kita bisa melihat betapa kuatnya semangat kebersamaan dan ukhuwah. Jamaah tetap hadir dengan penuh kesadaran untuk beribadah. Ini menjadi potret nyata keteguhan umat,” ujarnya. Salat Idul Fitri dipimpin oleh Ustadz Yahya An Nuhair Al Hafidz sebagai imam, dengan bacaan yang tartil dan khusyuk. Sementara khutbah disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Faozan Amar, S.Ag., MM, Wakil Ketua MPKAS PP Muhammadiyah. Dalam khutbahnya, khatib menekankan pentingnya menjaga kerukunan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mengimplementasikan nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari. Jamaah diajak untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat hubungan sosial, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. “Idul Fitri bukan sekadar kembali kepada fitrah secara pribadi, tetapi juga momentum untuk membangun kehidupan sosial yang lebih harmonis dan berkeadaban,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam khutbah. Selain sebagai ibadah, momentum Idul Fitri juga dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian sosial. Jamaah tampak antusias menyalurkan infak sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung kegiatan dakwah dan pemberdayaan umat. Panitia pelaksana dinilai sigap dalam mengantisipasi perubahan situasi. Pengalihan lokasi, penataan ruang, serta pengaturan jamaah dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi, sehingga pelaksanaan ibadah tetap berjalan tertib dan lancar. Salah seorang jamaah, Sugeng (55), warga setempat, mengaku tidak mempermasalahkan perubahan lokasi. Baginya, yang terpenting adalah tetap bisa melaksanakan ibadah bersama. “Tidak masalah di dalam aula, yang penting bisa tetap salat berjamaah. Justru terasa lebih dekat dan hangat,” ujarnya. Suasana sederhana di dalam aula, dengan jamaah yang saling berdampingan, memperlihatkan esensi Idul Fitri yang sesungguhnya: kebersamaan, kesederhanaan, dan keikhlasan. Rintik hujan yang terus turun di luar seolah menjadi latar yang menambah kekhusyukan ibadah. Pelaksanaan Salat Idul Fitri di Baturraden ini menjadi gambaran kuat bahwa semangat beribadah masyarakat tidak mudah surut oleh kondisi. Dalam keterbatasan, justru terbangun solidaritas dan kebersamaan yang semakin erat. Momentum ini diharapkan dapat menjadi penguat nilai-nilai keimanan dan sosial, serta terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya pada hari raya, tetapi juga dalam aktivitas masyarakat ke depan.  

Kabarkita, Ruang Kita

Muhammadiyah Baturraden Selenggarakan Sholat Idul Fitri 1447 H di Lapangan Akrab Rempoah

Muhammadiyah Baturraden Selenggarakan Sholat Idul Fitri 1447 H di Lapangan Akrab Rempoah BATURRADEN – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Baturraden akan menyelenggarakan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah secara berjamaah di Lapangan Akrab Desa Rempoah, Jumat (20/3/2026) pukul 06.30 WIB. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan diharapkan dihadiri oleh warga Muhammadiyah, simpatisan, serta masyarakat luas di wilayah Baturraden dan sekitarnya. Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Baturraden, Nur Khasbi, menyampaikan bahwa pelaksanaan Sholat Idul Fitri ini merupakan bagian dari syiar Islam sekaligus momentum strategis untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah dinamika kehidupan masyarakat. “Idul Fitri menjadi titik kembali kepada fitrah, sekaligus momentum memperkuat kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat membangun kehidupan umat yang lebih baik,” ujarnya. Pada pelaksanaan tahun ini, panitia menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Faozan Amar, S.Ag., MM, Wakil Ketua MPKAS PP Muhammadiyah, sebagai khatib yang akan menyampaikan khutbah Idul Fitri. Sementara itu, bertindak sebagai imam adalah Ustadz Yahya An Nuhair Al Hafidz. Panitia telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan kelancaran dan kenyamanan pelaksanaan ibadah, termasuk penataan lokasi, pengaturan saf jamaah, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Untuk mendukung kekhusyukan ibadah, jamaah diimbau untuk hadir lebih awal, membawa perlengkapan sholat masing-masing, serta menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung. Selain pelaksanaan ibadah, momentum Idul Fitri juga dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian sosial. Oleh karena itu, jamaah diajak untuk menyiapkan dan menyalurkan infak terbaik sebagai bagian dari kontribusi dalam mendukung kegiatan dakwah, sosial, dan pemberdayaan umat yang dijalankan oleh Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Muhammadiyah Baturraden menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan keagamaan yang inklusif, berkemajuan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Dengan terselenggaranya Sholat Idul Fitri ini, diharapkan terbangun semangat persatuan, solidaritas, serta kesadaran kolektif dalam membangun kehidupan umat yang lebih berdaya dan berkeadaban. Data Kegiatan 📍 Lokasi: Lapangan Akrab Desa Rempoah (Depan SMA N Baturraden) 🗓️ Hari/Tanggal: Jumat, 20 Maret 2026 🕢 Waktu: 06.30 WIB 🎙️ Khatib: Assoc. Prof. Dr. Faozan Amar, S.Ag., MM (Wakil Ketua MPKAS PP Muhammadiyah) 🎙️ Imam: Ustadz Yahya An Nuhair Al Hafidz Imbauan kepada Jamaah Hadir lebih awal untuk kelancaran pelaksanaan Membawa perlengkapan sholat masing-masing Menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan Menyiapkan infak terbaik Narahubung Nur Khasbi Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Baturraden

Kabarkita, Prespektif, Ruang Kita

Dari Tadarus al-Qur’an hingga Zakat Fitrah

Dari Tadarus al-Qur’an hingga Zakat Fitrah, MTs Muhammadiyah Purwokerto Cetak Kader Muslim Berkemajuan Banyumas ~ antarkita.com || MTs Muhammadiyah Purwokerto mengakhiri rangkaian kegiatan Semarak Bulan Suci Ramadan dengan menggelar pentasyarufan zakat fitrah pada Sabtu (16/3/2026). Kegiatan ini menjadi puncak dari berbagai agenda keagamaan yang telah dilaksanakan selama bulan Ramadan.   Penyaluran zakat fitrah diberikan kepada Panti Asuhan Muhammadiyah, Panti Asuhan Gelora Indah, warga masyarakat Kelurahan Purwokerto Lor, serta kepada siswa dan karyawan yang berhak menerima. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial sekaligus upaya menanamkan nilai-nilai empati dan kebersamaan kepada seluruh civitas madrasah. Kepala MTs Muhammadiyah Purwokerto, Neny Martiningsih, M.Pd, menyampaikan bahwa dalam rangka menyemarakkan dakwah di bulan suci Ramadan 1447 H, pihak sekolah telah mengisi bulan penuh berkah tersebut dengan serangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 11 hingga 16 Maret 2026. “Melalui kegiatan Pesantren Ramadan, para siswa dibiasakan melaksanakan sholat dhuha, sholat berjamaah, belajar BTQ, menghafal doa harian, memahami praktik mandi janabah, tasmi’ Al-Qur’an, tadarus, hingga praktik memandikan dan mengkafani jenazah,” ujarnya. Selain itu, lanjutnya, kegiatan juga diisi dengan pembagian takjil di sepanjang Jalan Overste Isdiman, doa bersama untuk kesuksesan siswa kelas IX, nonton bareng film Islami, sholat tarawih, serta buka puasa bersama. “Seluruh rangkaian kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan pentasyarufan zakat fitrah sebagai bentuk implementasi nilai kepedulian sosial kepada sesama,” tambahnya. Sementara itu, Drs. Faiz selaku Guru Fiqih menyampaikan bahwa kegiatan amaliah Ramadan tersebut bertujuan untuk menambah keberkahan bulan suci dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an serta meningkatkan kualitas ibadah. “Kegiatan ini juga diarahkan agar siswa beribadah sesuai dengan tuntunan tarjih Muhammadiyah, sekaligus membentuk kader unggul dan kader Muslim berkemajuan yang memiliki rasa kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya. Hal senada disampaikan oleh Hasbalah Sa’ad N.I, S.Pd selaku guru mata pelajaran Qur’an-Hadits, Aqidah-Akhlak dan Kemuhammadiyahan. Ia menuturkan bahwa rangkaian kegiatan Ramadan tidak hanya berorientasi pada ibadah ritual, tetapi juga pembentukan karakter. “Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk memahami nilai-nilai keislaman secara utuh, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga akhlak dan kepedulian sosial. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya. Ketua PR IPM MTs Muhammadiyah Purwokerto, Fibril Firjatullah, turut menyampaikan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dalam pengembangan diri. “Kegiatan ini menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan, membiasakan berorganisasi secara tertib, serta belajar manajemen kepemimpinan dan manajemen dakwah. Selain itu, siswa juga dilatih berkomunikasi dengan masyarakat sebagai bagian dari lahan dakwah,” ungkapnya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antara sekolah dengan masyarakat serta memberikan manfaat nyata bagi para penerima zakat. MTs Muhammadiyah Purwokerto pun berharap semangat berbagi dan nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan selama Ramadan dapat terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. (Tarqum Aziz – JurnalisMu).

Kabarkita, Prespektif, Ruang Kita

Gerakan Pelayanan Sosial, Muhammadiyah Banyumas Bangun 17 Posko MudikMu untuk Pemudik Lebaran 2026 

Gerakan Pelayanan Sosial, Muhammadiyah Banyumas Bangun 17 Posko MudikMu untuk Pemudik Lebaran 2026 Banyumas ~ antarkita.com || Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas, KH. Drs. M. Djohar, M.Pd resmi membuka Posko MudikMu Muhammadiyah Banyumas yang digagas oleh Pemuda Muhammadiyah bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Suryakusuma di halaman Masjid Abu Hasan Tinggarjaya, Jatilawang, Sabtu (14/3/2026).   Dalam sambutannya, Djohar menilai keberadaan posko tersebut merupakan bentuk nyata pelayanan Muhammadiyah kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di jalur selatan Kabupaten Banyumas. “Posko ini adalah bentuk pelayanan Muhammadiyah kepada masyarakat. Kami berharap keberadaan posko ini tidak hanya membantu para pemudik yang sedang melakukan perjalanan jauh, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum yang membutuhkan tempat beristirahat,” ujarnya. Menurut Djohar, meningkatnya arus kendaraan saat musim mudik membuat keberadaan posko pelayanan masyarakat menjadi sangat penting, terutama di jalur-jalur utama yang dilalui pemudik.   Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Banyumas, Subhan Purno Aji, S.IP., M.A, menyampaikan bahwa Posko MudikMu AMAN merupakan bentuk pengabdian Pemuda Muhammadiyah kepada masyarakat. “Posko MudikMu ini adalah wujud nyata kepedulian Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM Suryakusuma untuk melayani masyarakat. Kami ingin memastikan para pemudik yang melintas di wilayah Banyumas dapat beristirahat dengan aman dan nyaman,” kata Subhan.   Ia menjelaskan, pada tahun ini Muhammadiyah Banyumas mendirikan 17 titik Posko MudikMu yang tersebar di sejumlah wilayah strategis di Kabupaten Banyumas. Posko-posko tersebut tidak hanya menyediakan tempat istirahat bagi pemudik, tetapi juga memberikan berbagai layanan seperti informasi perjalanan, bantuan darurat, hingga layanan kesehatan sederhana. Adapun 17 titik Posko MudikMu Muhammadiyah Banyumas meliputi wilayah Pekuncen, Ajibarang, Lumbir, Wangon, Jatilawang, Rawalo, Patikraja, Kalibagor, Kemranjen, Sumpiuh, Cilongok, Purwokerto Utara, Purwokerto Barat, Purwokerto Selatan, Sumbang, Kampus 2 UMP Sokaraja, dan Sokaraja. Kehadiran Posko MudikMu Muhammadiyah di wilayah Kabupaten Banyumas juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari BAZNAS Banyumas yang menilai posko tersebut sebagai bentuk pelayanan sosial bagi masyarakat selama arus mudik Lebaran. Perwakilan BAZNAS Banyumas, H. M. Ridwan, M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM Suryakusuma Banyumas yang telah menginisiasi pendirian Posko MudikMu di berbagai titik di Banyumas. “Posko MudikMu ini merupakan bentuk pelayanan umat yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami dari BAZNAS Banyumas tentu memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM Suryakusuma,” ujar Ridwan. Menurutnya, keberadaan posko tersebut menunjukkan kepedulian organisasi masyarakat dalam membantu para pemudik yang melakukan perjalanan jauh saat musim Lebaran. Selain menyediakan tempat beristirahat, posko juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan yang melintas di wilayah Banyumas. Ridwan menambahkan, BAZNAS Banyumas mendukung berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara lembaga filantropi dan organisasi kemasyarakatan dalam melayani umat. “Kami siap mendukung kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan Muhammadiyah demi kemaslahatan masyarakat luas,” pungkasnya. Dengan hadirnya 17 Posko MudikMu di berbagai titik strategis di Kabupaten Banyumas, Muhammadiyah melalui Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM Suryakusuma menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan nyata kepada masyarakat. Kehadiran posko ini diharapkan tidak hanya membantu para pemudik untuk beristirahat dengan aman dan nyaman, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong serta kepedulian sosial dalam melayani umat, khususnya pada momentum mudik Lebaran (Tarqum Aziz – JurnalisMu).

Kabarkita, Prespektif, Ruang Kita

SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto Gelar Pekan Dakwah Ramadan,

SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto Gelar Pekan Dakwah Ramadan, Siswa Aktif di Masjid, TPQ, MI dan Masyarakat Kecamatan Karanglewas, Banyumas. Banyumas ~ antarkita.com|| Malam Ramadan di halaman Masjid Baitul Hikmah, Karanglewas Kidul, terasa berbeda. Ratusan warga dan simpatisan Muhammadiyah dari berbagai penjuru Kecamatan Karanglewas berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan untuk menyaksikan penampilan HadrohMu serta pagelaran Wayang 1 Jaman yang sarat pesan dakwah, Sabtu (14/3/2026).   Pagelaran tersebut menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian Pekan Dakwah Ramadan 2026 yang diselenggarakan oleh SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto setelah berlangsung selama sepekan penuh di tengah masyarakat.   Sejak 9 hingga 14 Maret 2026, sebanyak 38 siswa diterjunkan langsung ke tujuh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) di wilayah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Karanglewas, yakni Karanglewas Kidul, Pasir Wetan, Karanggude, Karangkemiri, Margasari, Singasari, dan Damaraja. Mereka tidak sekadar hadir sebagai peserta kegiatan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Para siswa berdakwah di masjid dan musala, menjadi imam salat tarawih, mengajar di TPQ, serta membantu kegiatan pendidikan di sekolah dasar dan madrasah. Ketua Panitia Pekan Dakwah Ramadan 2026, KH. Sugeng, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran dakwah yang nyata bagi para siswa. “Pekan Dakwah ini bukan hanya kegiatan seremonial. Kami ingin para siswa belajar langsung dari masyarakat. Mereka menjadi imam salat tarawih di 17 masjid dan musala, mengajar di SD, MI, dan TPQ, sekaligus berinteraksi dengan masyarakat,” ujarnya. Tidak hanya dakwah, kegiatan ini juga diwarnai aksi sosial yang menyentuh masyarakat. Panitia menggelar bazar murah serta menyalurkan 130 paket sembako kepada warga di tujuh ranting Muhammadiyah di wilayah Cabang Karanglewas: Karanglewas Kidul, Pasir Wetan, Karanggude, Karangkemiri, Margasari, Singasari, dan Damaraja. Melalui kegiatan tersebut, para siswa ditempa bukan hanya dalam aspek keilmuan, tetapi juga dalam kepedulian sosial dan kepemimpinan. Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Karanglewas, H.Nardjo, S.Pd.I menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas keterlibatan para siswa yang telah menghidupkan suasana dakwah di tengah masyarakat. “Kami sangat bersyukur dan bangga. Selama sepekan, kehadiran para siswa telah memberikan warna baru bagi kehidupan dakwah di Karanglewas. Mereka bukan hanya belajar, tetapi juga memberi inspirasi bagi masyarakat,” katanya. Ia menilai kemampuan para siswa dalam mengajar di TPQ, menjadi imam salat, hingga menyampaikan kultum di masjid menunjukkan bahwa proses kaderisasi di lingkungan sekolah berjalan dengan baik. Puncak kegiatan ditandai dengan pengajian akbar bertajuk Wayang 1 Jaman yang dibawakan oleh Ustadz Dalang Imam Suyanto, S.Ag., M.Pd. Melalui seni wayang, pesan-pesan dakwah disampaikan dengan pendekatan budaya yang memadukan nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal Jawa. Dalam pagelaran tersebut, kisah-kisah kehidupan dan nilai moral disampaikan dengan bahasa yang dekat dengan masyarakat, membuat dakwah terasa ringan namun penuh makna. Ki Dalang Imam Suyanto menegaskan bahwa sinergi antara Amal Usaha Muhammadiyah dan pimpinan Muhammadiyah di tingkat cabang maupun ranting merupakan ruang strategis untuk membina generasi muda. “Sinergi antara AUM dan PCM-PRM dan Warga Persyarikatan Muhammadiyah di Kecamatan Karanglewas ini menjadi wadah untuk menyiapkan generasi muda sebagai calon juru dakwah Muhammadiyah, agar nilai-nilai Islam Berkemajuan terus hadir di tengah masyarakat secara menggembirakan, mencerahkan, dan memberdayakan,” ungkap Kepala SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto. Bagi para siswa, Pekan Dakwah Ramadan bukan sekadar program sekolah, melainkan pengalaman hidup yang membentuk karakter. Di tengah masyarakat, mereka belajar tentang kepemimpinan, pengabdian, dan arti dakwah yang sesungguhnya. Malam itu, di bawah cahaya lampu panggung dan lantunan shalawat HadrohMu yang dibawakan oleh siswa SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto, dakwah tidak hanya disampaikan lewat mimbar. Ia hadir melalui budaya, kebersamaan, dan semangat generasi muda yang siap melanjutkan estafet perjuangan Islam Berkemajuan (Tarqum Aziz – JurnalisMu).

Kabarkita, Prespektif, Ruang Kita

Ketika Kita Semua Tua: Siapa Menjamin Masa Depan Rakyat?

Ketika Kita Semua Tua: Siapa Menjamin Masa Depan Rakyat? Oleh SiS antarkita Ada satu kenyataan hidup yang tidak bisa ditolak oleh siapa pun. Sejak muda manusia bekerja keras. Bangun pagi, berjuang mencari nafkah, mengumpulkan rezeki demi keluarga. Ada yang bekerja di kantor. Ada yang berdagang di pasar. Ada yang bertani di sawah. Ada yang melaut di laut. Ada yang membuka usaha kecil di rumah. Ada pula yang setiap hari mengantar penumpang sebagai driver online, menembus panas dan hujan demi menyambung hidup. Semua bergerak dalam satu tujuan yang sama: mencari kehidupan yang lebih baik. Namun kehidupan manusia selalu berjalan mengikuti satu siklus yang pasti. Masa muda adalah masa bekerja. Masa dewasa adalah masa berjuang. Dan masa tua adalah masa beristirahat dari kerasnya perjuangan hidup. Karena pada akhirnya kita semua akan sampai pada titik yang sama. Kita semua bekerja. Kita semua akan menjadi tua. Dan kita semua pada akhirnya akan pensiun. Pertanyaannya kemudian menjadi sangat penting: Apakah masa tua rakyat Indonesia akan dijalani dengan tenang dan bermartabat… atau justru dengan kecemasan dan ketidakpastian? Bagi sebagian orang yang bekerja di sektor formal, masa pensiun mungkin sudah dipersiapkan. Mereka memiliki program pensiun, tabungan hari tua, atau jaminan sosial dari tempat kerja. Namun bagi jutaan rakyat Indonesia yang bekerja di sektor informal, realitasnya sering kali berbeda. Petani kecil yang mengolah sawah sepanjang hidupnya. Pedagang kaki lima yang setiap hari membuka lapak di pinggir jalan. Buruh harian yang menggantungkan hidup pada upah harian. Driver online yang setiap hari mengantar masyarakat dari satu tempat ke tempat lain. Mereka bekerja keras. Mereka ikut menggerakkan roda ekonomi bangsa. Mereka menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat. Namun ketika usia mulai bertambah dan tenaga mulai berkurang, sering muncul satu pertanyaan yang menghantui: Jika nanti saya sudah tidak kuat bekerja, bagaimana saya akan hidup? Padahal para pendiri bangsa Indonesia sebenarnya sudah memikirkan persoalan ini sejak awal berdirinya Republik. Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, gagasan tentang jaminan sosial bagi rakyat telah ditegaskan dengan sangat jelas. Dalam Pasal 28H ayat (3) UUD 1945 disebutkan: “Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.” Pasal ini menegaskan bahwa jaminan sosial adalah hak setiap manusia, bukan hanya hak bagi kelompok tertentu saja. Kemudian dalam Pasal 34 ayat (2) UUD 1945 ditegaskan lagi: “Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.” Perhatikan satu frasa yang sangat penting dalam pasal tersebut: “bagi seluruh rakyat.” Artinya, sistem jaminan sosial seharusnya tidak hanya dinikmati oleh sebagian kecil masyarakat yang bekerja di sektor formal, tetapi harus menjangkau seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali. Semangat ini juga sejalan dengan tujuan negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu: melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan kata lain, kesejahteraan rakyat bukan sekadar isu ekonomi. Ia adalah amanah konstitusi. Negara memiliki tanggung jawab untuk membangun sistem yang mampu melindungi rakyatnya, termasuk ketika mereka memasuki masa tua dan tidak lagi berada pada usia produktif. Namun kita juga harus jujur melihat kenyataan. Perjalanan menuju sistem jaminan sosial yang benar-benar menjangkau seluruh rakyat tentu membutuhkan waktu, kebijakan yang tepat, serta kesadaran kolektif dari semua pihak. Sementara waktu terus berjalan. Usia terus bertambah. Dan masa depan tidak pernah menunggu. Karena itulah, selain menunggu sistem yang semakin kuat dari negara, masyarakat juga perlu mulai membangun kesadaran untuk mempersiapkan masa depan sejak sekarang. Kesadaran bahwa masa tua tidak boleh diserahkan sepenuhnya kepada nasib. Kesadaran bahwa masa depan harus dipersiapkan dengan langkah nyata sejak hari ini. Dari kesadaran inilah lahir sebuah ikhtiar sosial yang sederhana namun penting, yaitu Program Pensiun Antarkita (PPA) melalui antarkita.com. Program ini hadir sebagai upaya untuk membantu masyarakat, khususnya para pekerja mandiri dan driver online, agar dapat mulai menyiapkan masa pensiun secara lebih terencana. Karena pekerja mandiri juga berhak memiliki masa depan yang lebih pasti. Driver online juga berhak memiliki masa tua yang lebih tenang. Pedagang kecil juga berhak memiliki masa depan yang lebih bermartabat. Program ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran negara sebagaimana amanah konstitusi, tetapi sebagai ikhtiar bersama untuk membangun kesadaran bahwa masa depan harus dipersiapkan mulai dari sekarang. Karena masa tua yang tenang bukanlah kebetulan. Ia adalah hasil dari keputusan dan langkah yang diambil hari ini. Jangan menunggu sampai tenaga mulai berkurang. Jangan menunggu sampai usia sudah terlalu jauh berjalan. Mulailah memikirkan masa depan sejak sekarang. Mari siapkan masa pensiun yang lebih tenang dan bermartabat. Jika Anda seorang driver online, pekerja mandiri, pedagang, atau siapa saja yang ingin mulai mempersiapkan masa depan dengan lebih baik, Program Pensiun Antarkita bisa menjadi langkah awal yang tepat. Dapatkan informasi lengkapnya dengan menghubungi: 📞 Admin Antarkita 0851-2262-5529 🌐 antarkita.com Karena pada akhirnya… Kita semua bekerja. Kita semua akan menjadi tua. Dan kita semua pada akhirnya akan pensiun. Masa depan yang tenang tidak datang dengan sendirinya. Ia harus dipersiapkan mulai hari ini. — SiS antarkita

Kabarkita, Ruang Kita

Syakir dan Syakur dalam Bersyukur

Syakir dan Syakur dalam Bersyukur Oleh SiS Antarkita Purwokerto Selatan, Ahad, 8 Maret 2026 — Suasana pagi yang sejuk menyelimuti kawasan Karangklesem, Purwokerto Selatan, ketika jamaah mulai berdatangan ke Masjid As-Salam untuk mengikuti pengajian Ahad pagi yang rutin diselenggarakan oleh Ranting Muhammadiyah Karangklesem. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.45 hingga 08.00 WIB tersebut menghadirkan Ustadz Kelik sebagai pemateri dengan tema reflektif: “Syakir dan Syakur dalam Bersyukur.” Pengajian Ahad pagi ini menjadi ruang pembelajaran spiritual bagi jamaah untuk memperdalam pemahaman tentang makna syukur dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penyampaiannya, Ustadz Kelik menegaskan bahwa syukur dalam ajaran Islam tidak hanya dimaknai sebagai ucapan alhamdulillah, tetapi sebagai kesadaran mendalam yang melibatkan hati, lisan, dan perbuatan. Syukur adalah cara seorang hamba memaknai setiap anugerah kehidupan sekaligus menyadari bahwa semua yang dimiliki berasal dari Allah. Dalam kajian tersebut, Ustadz Kelik menguraikan dua istilah penting dalam Al-Qur’an yang berkaitan dengan kesyukuran, yaitu syakir dan syakur, yang masing-masing memiliki kedalaman makna tersendiri. Istilah syakir merujuk pada manusia yang mampu bersyukur atas nikmat yang diterima. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-A’raf ayat 144, ketika Allah memerintahkan Nabi Musa untuk menerima wahyu yang diberikan dan menjadi bagian dari orang-orang yang bersyukur. Sikap syakir menggambarkan kesadaran manusia untuk mengakui nikmat yang diberikan Allah serta menggunakan nikmat tersebut dengan penuh tanggung jawab. Lebih jauh, Ustadz Kelik menjelaskan tentang tingkat kesyukuran yang lebih tinggi, yaitu syakur. Konsep ini dijelaskan dalam Surah Al-Isra ayat 3, yang menyebut Nabi Nuh sebagai hamba yang sangat bersyukur (‘abdan syakura). Dalam perspektif spiritual, syakur menggambarkan seseorang yang tidak hanya bersyukur ketika menerima nikmat, tetapi juga mampu bersyukur ketika menghadapi ujian dan kesulitan hidup. Menurut Ustadz Kelik, pada tingkat syakur seseorang telah mencapai kedewasaan spiritual. Ia mampu melihat bahwa setiap peristiwa dalam hidup, baik yang menyenangkan maupun yang berat, mengandung hikmah dan merupakan bagian dari rencana terbaik dari Allah. Dalam kajian tersebut juga disampaikan bahwa syukur tidak dapat dipisahkan dari sikap sabar. Kehidupan manusia selalu berada di antara dua keadaan: nikmat dan ujian. Ketika mendapatkan nikmat, manusia dituntut untuk bersyukur. Sebaliknya, ketika menghadapi ujian, manusia dituntut untuk bersabar. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Surah Az-Zumar ayat 10, bahwa orang-orang yang bersabar akan memperoleh pahala tanpa batas. Ustadz Kelik menegaskan bahwa sabar dan syukur merupakan dua kekuatan spiritual yang saling melengkapi. Syukur menjadikan manusia tidak mudah sombong ketika memperoleh keberhasilan, sementara sabar menjadikan manusia tetap teguh ketika menghadapi kesulitan. Pengajian Ahad pagi di Masjid As-Salam ini juga menjadi ruang silaturahmi antarjamaah sekaligus sarana memperkuat pembinaan keagamaan di lingkungan masyarakat. Rutin diselenggarakan setiap pekan, kegiatan ini menjadi salah satu upaya dakwah untuk memperkaya wawasan keislaman sekaligus memperkuat karakter spiritual umat. Melalui tema “Syakir dan Syakur dalam Bersyukur,” jamaah diajak untuk tidak hanya memahami syukur sebagai konsep teologis, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran bersyukur diharapkan mampu melahirkan sikap hidup yang lebih sederhana, penuh ketenangan, serta mampu memandang kehidupan dengan perspektif yang lebih luas dan bijaksana. Dengan pengajian seperti ini, Masjid As-Salam diharapkan terus menjadi pusat pembinaan umat yang tidak hanya menguatkan dimensi ibadah ritual, tetapi juga memperdalam pemahaman spiritual dan nilai-nilai kehidupan Islami di tengah masyarakat. SiS Antarkita  

Scroll to Top