MPM PWM Jawa Tengah Selenggarakan Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) 2026 Regional Banyumas
Menyiapkan “Kader yang Dirindukan” untuk Gerakan Pemberdayaan Masyarakat
Baturraden, 24 April 2026
Muhammadiyah di abad kedua terus memperluas bidang dakwah yang langsung menyentuh permasalahan rakyat. Dakwah tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pendidikan, kesehatan, dan sosial, tetapi juga melalui upaya pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi umat.
Dalam kerangka tersebut, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) menjadi salah satu ujung tombak gerakan dakwah Muhammadiyah yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat serta pengentasan berbagai persoalan sosial dan ekonomi.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat gerakan pemberdayaan masyarakat, Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MPM PWM) Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) Regional Banyumas Tahun 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Jum’at hingga Minggu, tanggal 24–26 April 2026, dengan pembukaan kegiatan dilaksanakan pada Jum’at, 24 April 2026, pukul 13.30 hingga 17.00 WIB, bertempat di Gedung Eduwisata Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden, Kabupaten Banyumas.
Tantangan Kaderisasi dalam Program Pemberdayaan
Dalam sambutannya, Ketua MPM PWM Jawa Tengah, Fathur Rahman, menyampaikan bahwa salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat saat ini adalah masih terbatasnya jumlah kader yang bersedia terlibat secara aktif dalam kegiatan pemberdayaan.
Menurut beliau, hingga saat ini masih cukup sulit menemukan kader Muhammadiyah yang siap terjun langsung dalam program pemberdayaan masyarakat, meskipun kebutuhan pendampingan masyarakat semakin meningkat.
Beliau juga mencontohkan bahwa dalam pelaksanaan rapat kerja wilayah MPM Jawa Tengah, tingkat kehadiran peserta masih belum optimal, meskipun pertemuan telah dilaksanakan secara daring (online) yang seharusnya memberikan kemudahan bagi peserta dari berbagai daerah untuk hadir dan berpartisipasi.
Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bersama bahwa keberhasilan program pemberdayaan masyarakat sangat ditentukan oleh komitmen kader dalam menghadiri kegiatan, mengikuti proses pembelajaran, serta terlibat secara aktif dalam pendampingan masyarakat.
Latar Belakang Penyelenggaraan SEKAM 2026
Kurangnya keterlibatan kader dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu latar belakang diselenggarakannya Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) 2026.
Kegiatan ini dirancang sebagai program kaderisasi yang bertujuan menyiapkan kader-kader pemberdayaan masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta komitmen untuk mendampingi masyarakat secara berkelanjutan.
Menurut Fathur Rahman, MPM merupakan misi dakwah yang sangat strategis, karena menyentuh langsung permasalahan kehidupan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu bentuk dakwah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat hampir tidak menimbulkan perdebatan khilafiyah, karena persoalan kemiskinan dan kesejahteraan merupakan persoalan universal yang membutuhkan solusi bersama.
Pelaksanaan di Lingkungan Eduwisata BBPTUHPT Baturraden
Pelaksanaan SEKAM Regional Banyumas Tahun 2026 memiliki keunikan tersendiri karena diselenggarakan tidak di gedung milik Muhammadiyah, melainkan di lingkungan Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden.
Pemilihan lokasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual kepada peserta, khususnya dalam memahami potensi sektor riil yang dapat dikembangkan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, seperti peternakan, pertanian, dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Peserta dari Empat Daerah di Wilayah Banyumas Raya
Kegiatan SEKAM 2026 Regional Banyumas diikuti oleh 47 peserta yang berasal dari empat daerah pimpinan Muhammadiyah di wilayah Banyumas Raya, yaitu:
Kabupaten Banjarnegara
Kabupaten Purbalingga
Kabupaten Cilacap
Kabupaten Banyumas
Para peserta merupakan kader Muhammadiyah yang diharapkan mampu menjadi penggerak program pemberdayaan masyarakat di wilayah masing-masing.
Harapan: Lahirnya Kader Pemberdayaan yang Siap Terjun ke Masyarakat
Melalui kegiatan SEKAM 2026, MPM PWM Jawa Tengah berharap dapat melahirkan kader-kader pemberdayaan masyarakat yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan pendampingan, serta komitmen untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di akhir sambutannya, Fathur Rahman menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak kekurangan program pemberdayaan masyarakat. Namun, keberhasilan program tersebut sangat ditentukan oleh keberadaan kader yang siap terjun langsung ke masyarakat.
“Muhammadiyah membutuhkan kader yang mau hadir, mau belajar, dan mau bekerja bersama masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan SEKAM 2026 Regional Banyumas diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat gerakan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian penting dari dakwah Muhammadiyah di abad kedua.