Antarkita

Kabarkita

Kabarkita, Prespektif, Ruang Kita

Pelatihan Photography AI

Pelatihan Photography AI Pelatihan kecerdasan buatan (AI) akhir-akhir ini mulai pemula sampai mahir makin marak di berbagai kota/kabupaten di Indonesia baik yang gratis maupun berbayar. Pelatihan Photography Kecerdasan Buatan/AI bagi Takmir Masjid Agung Baitussalam (MAB), Purwokerto sukses di gelar di teras gedung MTQ (Majlis Tahfidzil Quran) MAB yang sedang di bangun pada pukul 20.00 – 22.00 WIB. hari Sabtu 24 Januari 2026. Awalnya Dosen Fakultas Hukum Unsoed Noor Asyik sering kirim Foto AI ke WAG Panitia Ramadhan (PAR) MAB, Purwokerto. Kemudian banyak yang tertarik ingin bisa membuat Foto AI, spontan mereka minta pelatihan. Noor Asyik dibantu putranya Cyril bersedia untuk melatih pada malam minggu, kata Noor Asyik saat bincang – bincang dengan Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com pada hari Senin 26 Januari 2026. Peserta pelatihan 8 (delapan) Pengurus Takmir MAB. Bahkan tindak lanjut dari pelatihan, ada peserta yang minta khusus pelatihan membuat Power Point untuk materi kajian, agar materi yang disajikan lebih menarik. Peserta pelatihan sebelumnya harus menyiapkan terlebih dahulu di HP masing-masing di antaranya punya gmail.com, foto-foto close up yang sudah dipilih yaitu foto yang tajam, jernih, dan jelas (foto anggota keluarga dan foto dengan latar belakang tertentu, misal di jalan). Foto tersebut akan di rancang saat pelatihan. Adapun jaringan internet / wifi bisa menggunakan MAB kuota. Tujuan pelatihan di antaranya mengenalkan AI untuk membantu materi Dakwah (PPT, menvisualkan materi yang abstrack), kemudian menjadi Potograper AI, dan membuat karya foto yang menghibur. Materi pelatihan yakni pengenalan AI, manfaat positif, penggunaan negatif, dan sanksi pidana. Contoh aplikasi AI untuk membuat foto: Google Gemini AI dan Dreamina CapCut. Pada saat praktik dasar membuat foto dengan Gemini AI, ada hambatan sinyal dari wifi, sehingga ada peserta yang belum berhasil dan setelah mencoba di rumah ternyata berhasil. Acara diakhiri dengan makan malam mi rebus dengan susana akrab.

Kabarkita, Prespektif, Ruang Kita

Belajar Kelestarian Alam dan Budaya, Siswa SMP MUHAMRA Ceriakan Outing Class di Purbalingga

Belajar Kelestarian Alam dan Budaya, Siswa SMP MUHAMRA Ceriakan Outing Class di Purbalingga Purbalingga || AntarKita.com ~ Siswa kelas VIII dan IX SMP Muhammadiyah Rawalo (MUHAMRA), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengikuti kegiatan outing class atau pembelajaran luar ruangan ke Purbalingga pada Ahad (25/1/2026). Kegiatan bertema “Edutrip Muhamra Goes to Purbalingga” ini dikawal lima pendamping, sebagai upaya menghadirkan pembelajaran kontekstual yang menyenangkan sekaligus memperkaya wawasan, pengalaman belajar, kebersamaan, dan kemandirian siswa. Kegiatan ini mengunjungi tiga lokasi edukatif. Pertama, Gua Lawa di Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, di mana siswa belajar tentang konservasi alam, kelestarian goa, serta sejarah stalaktit dan stalagmit. Kedua, Masjid Cengho di Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet, yang menjadi media pembelajaran tentang toleransi beragama, keberagaman budaya, sejarah akulturasi Tionghoa-Islam, serta arsitektur unik pagoda-masjid. Ketiga, Owabong di Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, di mana siswa mendapatkan pengalaman belajar mengenai pelestarian sumber daya air, teknik renang, ekosistem air, dan keberanian melalui wahana edukatif. Guru Olahraga SMP Muhammadiyah Rawalo, Rizki Aji Kurniawan yang turut mendampingi anak-anak, menjelaskan bahwa kegiatan renang di Owabong tidak hanya mengajarkan teknik renang, tetapi juga melatih keberanian, kedisiplinan, dan kerja sama antar siswa. “Kegiatan ini efektif karena menggabungkan edukasi, rekreasi, dan pembentukan karakter. Fasilitas kolam yang aman mendukung antusiasme mereka, sehingga belajar menjadi menyenangkan,” ujar Rizki.   Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah Rawalo, Murtafingah Ekaningrum, S.Pd., menegaskan bahwa outing class dirancang untuk melatih motorik, kreativitas, kemandirian, serta membentuk karakter murid agar berakhlak, tangguh, dan berkepribadian. “Outing class bukan sekadar rekreasi, tetapi sarana pembelajaran penting. Melalui pengalaman langsung, siswa memahami konservasi alam, keberagaman budaya, dan disiplin olahraga. Kegiatan ini juga memperkuat keberanian, kemandirian, dan kerja sama antarsiswa sehingga pembelajaran menjadi lebih hidup, menyenangkan, dan bermakna,” ujarnya. Keceriaan tampak sejak keberangkatan hingga pulang. Para siswa mengikuti seluruh kegiatan dengan disiplin sambil menikmati pengalaman belajar di luar kelas yang memberi perspektif baru. Salah satu peserta, Faez Abdullah Masrur dari kelas 9A, mengaku outing class ke Gua Lawa sangat berkesan. “Saya bisa melihat keindahan stalaktit dan stalagmit, belajar sejarah goa, serta melatih keberanian dan kekompakan kelas. Terima kasih kepada guru yang membimbing kami dengan sabar,” ungkap Faez. Kegiatan outing class ini diharapkan menjadi bagian rutin dari kurikulum SMP MUHAMRA dalam membentuk siswa yang cerdas, berkarakter, peduli lingkungan, serta mampu belajar secara menyenangkan melalui pengalaman langsung di lapangan. (Tarqum Aziz JurnalisMu Banyumas Raya).

Kabarkita, Prespektif, Ruang Kita

Sertijab Kepala SLB Aisyiyah Al-Walidah Ajibarang, Momentum Memperkuat Pendidikan Inklusif ABK

Sertijab Kepala SLB Aisyiyah Al-Walidah Ajibarang, Momentum Memperkuat Pendidikan Inklusif ABK Ajibarang-Banyumas || AntarKita.com ~ Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Banjarsari, Cabang Ajibarang, menggelar acara serah terima jabatan Kepala SLB Aisyiyah Al-Walidah pada Ahad, 25 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Lantai 2 Aula PKBM TUNAS, Banjarsari, Ajibarang, Kabupaten Banyumas tersebut menjadi momentum penting dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus memperkuat komitmen pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah. Serah terima jabatan dilaksanakan dari Kepala SLB Aisyiyah Al-Walidah periode sebelumnya, Drs. Kujang Tri Utomo, kepada Kepala SLB yang baru, Siti Khamidah, S.Pd.Gr. Prosesi berlangsung khidmat dan disaksikan oleh jajaran PRM Banjarsari, unsur Aisyiyah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ajibarang, Majelis Dikdasmen dan PNF Cabang Ajibarang, para guru, serta tamu undangan.   Dalam sambutannya, Drs. Kujang Tri Utomo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan seluruh pihak selama masa pengabdiannya. Ia menegaskan bahwa SLB Aisyiyah Al-Walidah merupakan amal usaha yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pelayanan kemanusiaan. “SLB ini adalah ladang pengabdian. Saya berharap kepemimpinan yang baru dapat melanjutkan dan mengembangkan pelayanan pendidikan yang ramah, sabar, dan penuh kasih bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” ujarnya. Sementara itu, Kepala SLB Aisyiyah Al-Walidah yang baru, Siti Khamidah, S.Pd.Gr., menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan serta memperkuat inovasi layanan pendidikan. “Amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab. Sinergi dengan PRM, Aisyiyah, para guru, dan wali murid menjadi kunci dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan bermutu,” tuturnya. Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Cabang Ajibarang, Putut Endro, S.Pd., menjelaskan bahwa pergantian kepala sekolah merupakan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan institusi. Pergantian tersebut dilakukan seiring berakhirnya masa tugas kepala sekolah sebelumnya yang telah memasuki purna tugas setelah menjabat lebih dari satu periode. “Regenerasi kepemimpinan adalah proses alamiah agar lembaga pendidikan tetap dinamis, adaptif, dan berkelanjutan dengan harapan kepemimpinan baru mampu membawa SLB Aisyiyah Al-Walidah menjadi lebih baik, lebih maju, dan inovatif dalam memberikan pelayanan Pendidikan”. Sementara itu, Ketua PCM Ajibarang, Triana Waston Muhamadi, S.Pd menegaskan bahwa SLB Aisyiyah Al-Walidah Muhammadiyah merupakan salah satu sekolah luar biasa di wilayah Banyumas Barat yang menyediakan layanan pendidikan lengkap dari jenjang SD hingga SMA, sebagai bentuk komitmen Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif. “SLB Aisyiyah Al-Walidah hadir sebagai wujud nyata komitmen Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam melayani pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus melalui layanan yang utuh dan berkelanjutan, dari tingkat dasar hingga menengah,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa SLB Aisyiyah Al-Walidah Banjarsari merupakan salah satu AUM milik PRM Banjarsari Ajibarang, bersama PKBM TUNAS dan Ponpes Al Mumtazah. Sejak berdiri pada 2 Mei 2017, PRM Banjarsari berkembang pesat, khususnya di bidang pendidikan. Triana Waston juga mengapresiasi kepemimpinan H. Kusaeri yang dinilai berhasil mengelola organisasi secara profesional dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Serah terima jabatan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi menegaskan komitmen Muhammadiyah–Aisyiyah dalam memajukan pendidikan sebagai dakwah pencerahan. Melalui SLB Aisyiyah Al-Walidah, nilai Islam berkemajuan diwujudkan dalam pelayanan pendidikan inklusif yang menjunjung kemanusiaan, keadilan, dan keberpihakan kepada ABK sebagai bagian dari misi rahmatan lil ‘alamin (Tarqum Aziz JurnalisMu Banyumas Raya).

Kabarkita, Peluang Usaha, Prespektif, Ruang Kita

Peluang Bisnis Natus Skincare: Saatnya Umat Menjadi Pelaku, Bukan Sekadar Konsumen

Peluang Bisnis Natus Skincare: Saatnya Umat Menjadi Pelaku, Bukan Sekadar Konsumen Pernahkah kita bertanya, mengapa produk umat sering hanya menjadi wacana, tetapi jarang menjadi pilihan utama? Padahal, kebutuhan akan perawatan kulit terus meningkat, pasar semakin luas, dan kesadaran akan produk halal kian menguat. Di titik inilah Natus Skincare hadir, bukan hanya sebagai produk, tetapi sebagai jawaban atas tantangan ekonomi umat. Lalu muncul pertanyaan penting: jika produk halal, berkualitas, dan milik Muhammadiyah sudah tersedia, mengapa tidak kita jadikan peluang usaha bersama? Dari Konsumen ke Pelaku Ekonomi Umat Banyak orang ingin memulai bisnis, tetapi ragu. Takut modal besar, takut tidak laku, atau takut bersaing dengan brand raksasa. Namun, bagaimana jika bisnis itu justru didukung oleh jaringan persyarikatan, kebutuhan pasarnya nyata, dan nilai yang dibawa adalah dakwah ekonomi? Natus Skincare membuka peluang stokis dan reseller bagi siapa saja yang ingin melangkah. Produk ini bersifat inklusif, digunakan oleh laki-laki dan perempuan, sehingga pasarnya tidak terbatas. Pertanyaannya, bukankah bisnis yang pasarnya luas dan nilainya jelas adalah peluang yang layak diperjuangkan? Bela Beli Produk Muhammadiyah: Siapa Lagi Kalau Bukan Kita? Selama ini kita sering menyerukan kemandirian ekonomi umat. Tapi kemudian muncul pertanyaan reflektif: apakah kemandirian itu akan terwujud jika kita tidak mulai dari membeli dan memasarkan produk sendiri? Menjadi stokis atau reseller Natus bukan hanya soal margin keuntungan. Ini adalah langkah nyata bela beli produk Muhammadiyah, menggerakkan ekonomi dari bawah, dari jamaah, dari kader, dari komunitas sendiri. Ketika satu produk terjual, sesungguhnya ada rantai manfaat yang berjalan—bagi produsen, jaringan, dan gerakan. Antarkita Mendukung Gerakan Ekonomi yang Membumi Sebagai bagian dari ekosistem dakwah dan literasi publik, Antarkita mendukung penuh program pengembangan stokis dan reseller Natus Skincare. Dukungan ini lahir dari satu pertanyaan kunci: bagaimana dakwah bisa lebih berdampak jika tidak disertai kemandirian ekonomi? Antarkita memandang Natus sebagai contoh nyata bahwa dakwah tidak hanya disampaikan lewat mimbar, tetapi juga melalui produk halal, bisnis beretika, dan peluang usaha yang inklusif. Saatnya Mengambil Keputusan Kini pertanyaannya bukan lagi “apakah Natus Skincare bagus?” Tetapi lebih dalam dari itu: apakah kita siap mengambil peran dalam membangun ekonomi umat, atau tetap menjadi penonton? Peluang stokis dan reseller Natus Skincare terbuka lebar bagi Anda yang ingin memulai usaha, memperluas jaringan, sekaligus berkontribusi pada gerakan besar Muhammadiyah. Karena perubahan besar selalu dimulai dari keputusan kecil yang berani diambil hari ini. 📞 Informasi stokis & reseller Natus Skincare: 0851-2262-5529 Natus Skincare — dari dakwah ekonomi, untuk kemandirian umat.

Kabarkita, Prespektif, Ruang Kita

Ribuan Jamaah Ikuti Pengajian dan Peresmian Poliklinik Eksekutif Ar-Raudhah di RSUMSA Bumiayu

Ribuan Jamaah Ikuti Pengajian dan Peresmian Poliklinik Eksekutif Ar-Raudhah di RSUMSA Bumiayu Bumiayu-Brebes || AntaraKita.com ~ Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Siti Aminah (RSUMSA) Bumiayu menggelar Pengajian Jelang Ramadhan 1447 H sekaligus meresmikan Poliklinik Eksekutif Ar-Raudhah, Ahad (25/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman parkir RSUMSA ini dihadiri ribuan jamaah dan menjadi momentum penguatan spiritual sekaligus peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat Brebes dan sekitarnya. Acara tersebut menghadirkan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes., sebagai pembicara utama sekaligus akan meresmikan layanan kesehatan unggulan tersebut. Kehadiran pimpinan pusat Muhammadiyah ini menegaskan pentingnya peran rumah sakit Muhammadiyah tidak hanya sebagai institusi layanan kesehatan, tetapi juga sebagai pusat dakwah dan pelayanan kemanusiaan.   Ketua Badan Pembina Harian (BPH) RSUMSA, Drs. H. Jamaludin Ahmad, S.Psi., Psikolog, dalam sambutannya menekankan bahwa Ramadhan merupakan bulan mulia yang harus dijalani dengan semangat pelayanan tulus dan penuh keikhlasan. “Ramadhan harus dijalani dengan semangat menggembirakan dan mencerahkan, sekaligus memuliakan setiap pasien. Nilai ini harus tercermin dalam setiap layanan yang diberikan RSUMSA,” ujarnya di hadapan ribuan jamaah. Direktur Utama RSUMSA, dr. Rendha Fatima Rysta, M.Med.Sc., Sp.PK, menjelaskan bahwa pengajian ini bertujuan mempersiapkan civitas rumah sakit dan masyarakat secara spiritual menyambut Ramadhan, sekaligus berharap peresmian Poliklinik Eksekutif Ar-Raudhah dapat menghadirkan layanan kesehatan yang lebih cepat, nyaman, dan profesional. “Semoga pengajian ini dapat memperkuat kesiapan spiritual dan mental seluruh pegawai serta warga Muhammadiyah dalam menyambut Ramadhan. Ia juga berharap Poliklinik Eksekutif Ar-Raudhah dapat memudahkan akses layanan kesehatan sekaligus menjadi wadah dakwah kesehatan yang menggabungkan profesionalisme dan kepedulian sosial.,” kata dr. Rendha.   Dalam tausyiahnya, dr. H. Agus Taufiqurrohman menekankan bahwa pelayanan rumah sakit Muhammadiyah harus penuh kasih, inklusif, menolong sesama, dan menjadi rahmat, serta setiap tindakan layanan kesehatan harus berlandaskan nilai Islam sebagai bentuk ibadah. “RS Muhammadiyah unggul melalui akreditasi dan pembeda yang jelas dengan layanan lain. Keunggulan utama adalah nilai keislaman dalam pelayanan, akses cepat, fasilitas modern, dan kemampuan melayani dengan penuh empati, sehingga setiap pasien merasakan kesan terbaik dan pelayanan terbaik,” tegasnya. Acara dibuka dengan pembacaan Al-Qur’an oleh Raffa Riordan Syafiqi, siswa SMP Muhammadiyah Bumiayu, yang menebarkan suasana khidmat di tengah ribuan jamaah. Suasana semakin semarak saat Paduan Suara RSUMSA memimpin Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” yang dinyanyikan bersama oleh seluruh hadirin. Meski angin bertiup cukup kencang, antusiasme jamaah tidak surut saat paduan suara melanjutkan dengan Lagu Mars Sang Surya, Ranting Itu Penting, dan Mars RSUMSA. Momen haru dan apresiasi juga mewarnai acara ketika para relawan RSUMSA yang baru kembali dari misi kemanusiaan di Sumatera mendapatkan penghargaan khusus. Mereka yang menerima apresiasi antara lain dr. Prinanda Putra Hendry Wijaya (Ketua Relawan), Ratmo YuLianto (Security), Salman Al Farisi, A.Md.Kep (Perawat), Anggy Firdaus Alamsyah, S.Kep.Ns (Perawat), dr. Ade Erawan Safitra, apt. Aida Udhiyati, M.Clin.Pharm (Apoteker), Amelia Fitri, A.Md.Keb (Bidan), Elma Fuadatun Nasiha, A.Md.Kep (Perawat), serta Ns. Muhammad Abdul Khamid, S.Kep (Perawat). Penghargaan diberikan langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah, Ketua BPH RSUMSA, dan Ketua PCM Bumiayu sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan pengabdian kemanusiaan mereka. Acara dihadiri berbagai unsur mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, ormas Islam, pimpinan AUM, hingga 25 PRM dan PRA se-Cabang Bumiayu. Puluhan personel KOKAM dikerahkan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan jamaah. Melalui pengajian dan peresmian Poliklinik Eksekutif Ar-Raudhah, RSUMSA Bumiayu menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam melayani umat dengan kasih sayang, profesionalisme, dan nilai Islam, menjadikan setiap layanan sebagai ibadah dan rahmat, serta memperkuat dedikasi menjelang Ramadhan (Tarqum Aziz JurnalisMu Banyumas Raya).

Kabarkita, Peluang Usaha, Prespektif, Ruang Kita

Peluang Bisnis Natus Skincare: Langkah Nyata Bela Beli Produk Muhammadiyah

Peluang Bisnis Natus Skincare: Langkah Nyata Bela Beli Produk Muhammadiyah Di tengah tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal dan lokal, Natus Skincare hadir bukan sekadar sebagai produk perawatan wajah, tetapi sebagai gerakan ekonomi umat. Lebih dari itu, Natus membuka peluang bisnis stokis dan reseller bagi masyarakat luas yang ingin bertumbuh bersama, berwirausaha secara sehat, dan mengambil bagian dalam penguatan ekonomi Muhammadiyah–Aisyiyah. Natus Skincare dirancang sebagai produk inklusif, bisa digunakan oleh laki-laki dan perempuan, dengan standar halal dan toyyib yang terjamin. Dengan kebutuhan skincare yang terus meningkat dan pasar yang sangat luas, Natus menawarkan peluang usaha yang realistis, berkelanjutan, dan berorientasi jangka panjang. Bisnis Bernilai, Bukan Sekadar Untung Menjadi stokis atau reseller Natus bukan hanya tentang menjual produk, tetapi tentang membela dan membeli produk sendiri, produk milik umat. Setiap botol yang terjual adalah bagian dari dakwah ekonomi—menguatkan kemandirian organisasi, memberdayakan perempuan, serta menciptakan sirkulasi ekonomi yang sehat di internal persyarikatan dan masyarakat luas. Model bisnis Natus dirancang mudah diakses, tanpa syarat rumit, dan cocok bagi pemula maupun pelaku usaha yang ingin memperluas portofolio bisnisnya. Dukungan jejaring, kualitas produk, serta nilai ideologis di baliknya menjadi keunggulan yang membedakan Natus dari brand skincare komersial lainnya. Antarkita Dukung Gerakan Stokis dan Reseller Sebagai media dan ruang kolaborasi, Antarkita secara terbuka mendukung program pengembangan stokis dan reseller Natus Skincare. Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen Antarkita untuk menguatkan ekosistem ekonomi umat, mendorong gerakan bela beli produk Muhammadiyah, serta memperluas dampak dakwah melalui jalur ekonomi produktif. Antarkita meyakini bahwa kebangkitan ekonomi umat tidak lahir dari wacana, tetapi dari langkah-langkah konkret yang dijalankan bersama. Natus Skincare adalah salah satu pintu masuk strategis bagi kader, jamaah, dan masyarakat umum untuk berkontribusi secara nyata. Saatnya Ambil Peran Di era digital dan pasar yang semakin terbuka, peluang usaha tidak menunggu. Natus Skincare mengajak siapa pun yang memiliki semangat mandiri, jejaring sosial, dan komitmen pada produk halal untuk bergabung sebagai stokis maupun reseller. Ini bukan sekadar peluang bisnis, tetapi ikhtiar bersama membangun ekonomi umat dari tangan sendiri. Informasi stokis dan reseller Natus Skincare: 📞 0851-2262-5529 Mari bertumbuh bersama Natus Skincare—dari umat, oleh umat, untuk kemaslahatan umat.

Kabarkita, Prespektif, Ruang Kita

Istimewa, Natus: Skincare Halal Inklusif untuk Pria dan Wanita Resmi Diluncurkan Aisyiyah Jawa Tengah

Istimewa, Natus: Skincare Halal Inklusif untuk Pria dan Wanita Resmi Diluncurkan Aisyiyah Jawa Tengah Semarang || Antarkita, 24 Januari 2026 — Upaya memperkuat kemandirian ekonomi umat dan pemberdayaan perempuan terus dilakukan Aisyiyah Jawa Tengah melalui langkah konkret dan berkemajuan. Salah satunya diwujudkan dengan peluncuran resmi Natus, brand skincare halal dan inklusif yang dapat digunakan oleh pria maupun wanita, Sabtu (24/1/2026), bertempat di Metro Park View Hotel Semarang. Peluncuran Natus Skincare Halal berlangsung dalam suasana megah dan penuh antusiasme, dihadiri jajaran pimpinan Aisyiyah, pengelola PT Ekonomi Aisyiyah, kader, serta tamu undangan dari berbagai kalangan. Kehadiran produk ini menandai babak baru dakwah ekonomi Aisyiyah yang tidak hanya berbasis wacana, tetapi diwujudkan dalam produk nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat modern. Skincare Universal Berbasis Nilai Syar’i Direktur Utama PT Ekonomi Aisyiyah, Prof. Dr. Eka Handriani, menegaskan bahwa Natus dirancang sebagai solusi perawatan wajah universal, tanpa sekat gender, sekaligus menjunjung tinggi prinsip syariat Islam. “Natus ini bisa digunakan oleh laki-laki maupun perempuan. Sebagai bagian dari dakwah ekonomi, kami memastikan standar halal dan toyyib menjadi fondasi utama. Produk ini tidak hanya menjawab kebutuhan perawatan kulit, tetapi juga memberikan ketenangan batin bagi penggunanya,” jelas Prof. Eka. Menurutnya, pemilihan lini skincare bukan tanpa alasan. Perawatan kulit telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat lintas usia dan profesi. Dengan pendekatan inklusif, Natus diharapkan dapat diterima luas sekaligus menjadi sarana dakwah ekonomi yang menyentuh kehidupan sehari-hari umat. Rangkaian Basic Care untuk Kebutuhan Harian Pada debut perdananya, Natus Skincare Halal memperkenalkan tiga produk basic care yang dirancang untuk penggunaan harian dan semua jenis kulit, yaitu: Facial Wash Pembersih wajah dengan formula lembut yang membantu membersihkan kulit tanpa menghilangkan kelembapan alaminya. Moisturizer Pelembap yang berfungsi menjaga hidrasi kulit sepanjang hari, membantu kulit tetap sehat dan segar. Sunscreen Perlindungan harian dari paparan sinar ultraviolet (UV) yang berpotensi merusak kulit, terutama bagi aktivitas luar ruang. Ketiga produk ini menjadi fondasi awal Natus dalam membangun kepercayaan pasar, sekaligus memperkenalkan standar kualitas skincare halal yang aman dan nyaman digunakan. Strategi Distribusi dan Penguatan Ekosistem Ekonomi Direktur Operasional PT Ekonomi Aisyiyah, Sus Seto, menyampaikan optimisme besar terhadap prospek Natus di pasar nasional. Menurutnya, strategi distribusi akan diperkuat melalui ekosistem ekonomi internal Aisyiyah dan Muhammadiyah, serta pemanfaatan platform digital. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dan dukungan jamaah menjadi kunci agar Natus dapat menjangkau pelosok tanah air, sekaligus bersaing secara sehat di industri skincare nasional yang kompetitif. Pemberdayaan Perempuan dan Produk Lokal Berdaya Saing Sementara itu, Komisaris Utama PT Ekonomi Aisyiyah, Dr. Eny Winaryanti, M.Pd., mengajak masyarakat untuk bangga dan beralih menggunakan produk lokal karya anak bangsa. “Natus adalah bukti nyata pemberdayaan perempuan Indonesia. Dari Jawa Tengah, kita hadirkan produk berkualitas yang siap melangkah ke pasar nasional, bahkan internasional,” pungkasnya. Peluncuran Natus Skincare Halal menjadi penegasan bahwa dakwah Aisyiyah tidak hanya bergerak di ranah sosial dan pendidikan, tetapi juga di sektor ekonomi produktif yang profesional dan berorientasi masa depan. Melalui Natus, Aisyiyah Jawa Tengah menghadirkan ikhtiar nyata membangun ekonomi umat yang mandiri, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan. Info keagenan: 0851-2262-5529

Kabarkita, Prespektif, Ruang Kita

Bumiayu Dorong Kaderisasi Kreatif dan Dakwah Kultural Melalui Fun Run 5K

Bumiayu Dorong Kaderisasi Kreatif dan Dakwah Kultural Melalui Fun Run 5K Bumiayu–Brebes || AntaraKita.com — Di tengah tantangan kaderisasi kepemudaan yang kian kompleks, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Bumiayu, Daerah Brebes, menghadirkan pendekatan segar dan kontekstual. Bersama komunitas Bumiayu Runner, PCPM Bumiayu menggelar Fun Run 5 Kilometer pada Ahad, 25 Januari 2026, dengan titik start dan finish di Albarra Barberhouse, Kalierang, Bumiayu. Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai kalangan ini menjadi ruang perjumpaan lintas komunitas—mulai dari kader Pemuda Muhammadiyah, pegiat olahraga, hingga masyarakat umum. Sejak pagi hari, suasana kebersamaan, kegembiraan, dan semangat hidup sehat terasa kuat, menandai bahwa olahraga dapat menjadi medium dakwah yang efektif dan inklusif. Lebih dari sekadar ajang lari, Fun Run 5K dimaknai sebagai dakwah kultural yang membumi sekaligus ruang kaderisasi nonformal Pemuda Muhammadiyah. Melalui pendekatan olahraga yang populer di kalangan anak muda, PCPM Bumiayu menghadirkan wajah dakwah yang ramah, menggembirakan, dan relevan dengan realitas sosial generasi muda hari ini. Dakwah yang Bergerak, Bukan Menggurui Fun Run 5K menjadi simbol pergeseran pendekatan dakwah Pemuda Muhammadiyah—dari yang semata berbasis mimbar dan forum formal, menuju praktik sosial nyata yang menyentuh keseharian umat. Berlari bersama menjadi bahasa universal yang mudah diterima, tanpa sekat ideologis maupun organisatoris. Ketua Panitia Fun Run 5K, Khawarizmi, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Lembaga Seni, Budaya, dan Olahraga (LSBO) PCPM Bumiayu, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang secara sadar sebagai media dakwah alternatif. “Alhamdulillah, Fun Run 5K ini diikuti sekitar seratus peserta dari berbagai latar belakang. Kami merancangnya sebagai ikhtiar dakwah melalui olahraga—dakwah yang sehat, menggembirakan, dan membumi. Harapannya, kegiatan ini bukan hanya tentang berlari, tetapi juga membuka ruang silaturahmi dan kaderisasi Pemuda Muhammadiyah,” ujarnya. Menurut Khawarizmi, olahraga memiliki kekuatan sosial yang besar. Ia mampu menyatukan orang-orang dengan latar belakang berbeda dalam suasana setara, tanpa jarak struktural. Di situlah nilai dakwah bekerja secara alami—melalui keteladanan, kebersamaan, dan pengalaman kolektif. Gerakan “Bumiayu Berlari” dan Spirit Kaderisasi Ketua PCPM Bumiayu, Nur Zaman, S.Pd., menegaskan bahwa Fun Run 5K merupakan bagian dari gerakan “PCM Bumiayu Berlari”, sebuah ikhtiar membangun fondasi kader Muhammadiyah yang kuat secara fisik, mental, dan sosial. “Gerakan PCM Bumiayu Berlari bukan hanya ajakan hidup sehat, tetapi bagian dari kaderisasi. Tubuh yang sehat adalah amanah, gerak yang konsisten adalah disiplin perjuangan, dan kebersamaan adalah energi dakwah,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa kaderisasi Pemuda Muhammadiyah tidak cukup hanya melalui pengkaderan formal seperti pelatihan dan kajian. Diperlukan ruang-ruang kreatif yang mampu membentuk karakter kader secara utuh—disiplin, tangguh, mampu bekerja dalam tim, dan memiliki kepekaan sosial. Dalam konteks ini, olahraga menjadi sarana strategis. Disiplin latihan, konsistensi gerak, dan kebersamaan dalam berlari merepresentasikan nilai-nilai perjuangan yang sejalan dengan ideologi Muhammadiyah. Kolaborasi Lintas Komunitas sebagai Praktik Inklusivitas Dari pihak komunitas, Sandy Sabrina, Ketua Bumiayu Runner, memandang Fun Run 5K sebagai ruang temu yang sehat dan inklusif antara Pemuda Muhammadiyah dan masyarakat luas. “Ketika tubuh bergerak, semangat pun ikut tumbuh. Inilah energi positif yang ingin kami rawat bersama PCPM Bumiayu. Berlari bersama kader dan masyarakat menghadirkan rasa bahagia, kebersamaan, dan semangat untuk terus bergerak,” ungkapnya. Menurut Sandy, kegiatan ini menunjukkan bahwa gerakan Pemuda Muhammadiyah mampu beradaptasi dengan selera dan dinamika anak muda. Dakwah tidak selalu harus disampaikan dalam bahasa formal, tetapi bisa hadir dalam aktivitas yang menyenangkan dan bermakna. Olahraga sebagai Jembatan Dakwah dan Penguatan Karakter Fun Run 5K sekaligus menegaskan bahwa olahraga adalah jembatan dakwah dan penguatan karakter. Peserta tidak hanya memperoleh manfaat fisik, tetapi juga merasakan nilai kebersamaan, sportivitas, disiplin, dan kepedulian sosial. Dari langkah-langkah kecil yang dijalani bersama, tumbuh kesadaran kolektif bahwa dakwah bukan sekadar narasi, melainkan gerakan hidup. Inilah dakwah kultural Pemuda Muhammadiyah—hidup di tengah masyarakat, menyatu dengan denyut sosial, dan menjawab kebutuhan zaman. Menjadi Tradisi Positif dan Agenda Kaderisasi Berkelanjutan PCPM Bumiayu berharap Fun Run 5K dapat menjadi tradisi positif tahunan, sekaligus pemantik lahirnya agenda-agenda kreatif lainnya. Tidak hanya untuk memperkuat jaringan internal Pemuda Muhammadiyah, tetapi juga memperluas interaksi sosial, membuka peluang kolaborasi lintas komunitas, serta menanamkan semangat berkontribusi sejak dini bagi generasi muda. Dengan pendekatan dakwah yang adaptif dan inklusif ini, PCPM Bumiayu menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kaderisasi yang relevan, membumi, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Dari Bumiayu, langkah-langkah kecil ini diharapkan menjadi bagian dari gerak besar Pemuda Muhammadiyah dalam menyiapkan generasi penerus yang sehat, berdaya juang, dan siap mengabdi untuk umat dan bangsa. (Tarqum Aziz | JurnalisMu Banyumas Raya)  

Kabarkita, Peluang Usaha, Prespektif, Ruang Kita

Gebrakan Baru di Awal Tahun 2026, Aisyiyah Jawa Tengah Launching Produk Skincare Halal Natus

Gebrakan Baru di Awal Tahun 2026, Aisyiyah Jawa Tengah Launching Produk Skincare Halal Natus Semarang || AntaraKita.com – Awal tahun 2026 menjadi momentum penting bagi gerakan dakwah ekonomi Aisyiyah. Melalui PT Ekonomi Aisyiyah Hasanah Makmur, Aisyiyah Jawa Tengah resmi meluncurkan Natus, produk skincare halal yang dirancang untuk laki-laki dan perempuan. Grand launching produk ini digelar secara meriah di Metro Park View Hotel Kota Lama Semarang, Sabtu (24/1/2026). Peluncuran Natus Skincare menjadi tonggak baru keterlibatan Aisyiyah dalam industri kecantikan nasional, sekaligus menegaskan bahwa dakwah tidak hanya disampaikan melalui mimbar, tetapi juga melalui produk konsumsi yang aman, halal, dan memberi nilai tambah ekonomi bagi umat. Suasana ballroom hotel tampak semarak sejak awal acara. Prosesi pemotongan tumpeng menjadi penanda simbolis kelahiran brand Natus yang disambut antusias oleh para tamu undangan. Hadir dalam acara tersebut pimpinan Aisyiyah Jawa Tengah, jajaran persyarikatan, kader, mitra usaha, hingga mahasiswa. Para peserta juga berkesempatan mencoba langsung produk Natus berupa facial wash, moisturizer, dan sunscreen yang dibagikan sebagai sampel gratis. Skincare Inklusif: Laki-laki dan Perempuan Bisa Pakai Di tengah tren perawatan kulit yang kian berkembang, Natus hadir dengan konsep basic skincare yang aman digunakan oleh semua kalangan. Produk ini tidak hanya menitikberatkan pada perawatan kecantikan, tetapi juga perlindungan kulit sehari-hari dengan kandungan yang telah melalui proses seleksi ketat. Direktur Utama PT Ekonomi Aisyiyah Hasanah Makmur, Prof. Dr. Eka Handriani, menjelaskan bahwa pemilihan lini skincare bukan tanpa alasan. Menurutnya, perawatan kulit saat ini telah menjadi kebutuhan dasar, tidak terbatas pada perempuan semata. “Kami memilih skincare karena produk ini digunakan oleh laki-laki dan perempuan. Sebagai bagian dari dakwah ekonomi, kami memastikan bahwa skincare yang kita gunakan tentunya halal dan toyyib,” ujar Prof. Eka. Ia menegaskan bahwa kehadiran Natus merupakan kontribusi nyata Aisyiyah dalam memperkuat industri halal nasional, sekaligus memberi alternatif produk perawatan kulit yang aman dan berkualitas bagi masyarakat luas. Prof. Eka juga berharap Natus tidak hanya berkembang di Jawa Tengah, tetapi mampu menjangkau pasar nasional dan menjadi produk kebanggaan umat. Target Menjangkau Seluruh Pelosok Indonesia Sementara itu, Direktur Operasional PT Ekonomi Aisyiyah Hasanah Makmur, Sus Seto, menyampaikan bahwa tantangan utama ke depan adalah memperkuat distribusi dan daya saing produk di tengah dominasi brand besar yang telah lama hadir di industri kosmetik. Menurutnya, kekuatan jaringan persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah menjadi modal strategis untuk mengembangkan Natus secara berkelanjutan. “Mimpi kami adalah membawa Natus sampai ke seluruh pelosok tanah air. Kami sangat mengharapkan dukungan dari semua lini ikatan agar produk PT Ekonomi Aisyiyah ini bisa berkembang pesat,” tegasnya. Ia menambahkan, sinergi antaranggota persyarikatan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi organisasi sekaligus memperkuat kemandirian usaha umat berbasis profesionalisme. Produk Berkualitas untuk Kemandirian Perempuan Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah sekaligus Komisaris Utama PT Ekonomi Aisyiyah Hasanah Makmur, Dr. Eny Winaryanti, M.Pd., turut memberikan apresiasi atas peluncuran Natus Skincare. Ia menilai kehadiran produk ini sebagai langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi perempuan Indonesia. Meski baru meluncurkan tiga produk awal, Dr. Eny mengungkapkan bahwa Natus telah mendapatkan respons positif dari para pengguna awal yang merasakan perubahan dan manfaat nyata pada kesehatan kulit mereka. “Mari bergabung membangun ekonomi umat dan kemandirian perempuan. Dari Jawa Tengah, kita bawa produk berkualitas ini menuju Indonesia, bahkan hingga pasar dunia,” ajaknya penuh optimisme. Menurutnya, Natus adalah bukti bahwa perempuan Aisyiyah mampu menghadirkan produk berkualitas dunia yang berangkat dari nilai-nilai keislaman, profesionalisme, dan keberpihakan pada umat. Dakwah Melalui Produk Konsumsi Halal Peluncuran Natus Skincare menegaskan bahwa dakwah Aisyiyah tidak berhenti pada ranah sosial dan pendidikan, tetapi juga merambah sektor ekonomi kreatif dan industri halal. Respons positif dari kader, kolega, serta kalangan mahasiswa menunjukkan tingginya antusiasme terhadap brand skincare yang inklusif dan bernilai dakwah ini. Dengan semangat Islam berkemajuan, Aisyiyah Jawa Tengah berharap Natus Skincare menjadi awal dari lahirnya produk-produk unggulan lain yang mampu memperkuat kemandirian ekonomi umat dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Informasi Keagenan: 📞 0851-2262-5529

Kabarkita, Prespektif, Ruang Kita

Dari Masjid Istiqlal, Dakwah Muhammadiyah Cabang Bumiayu Terus Menyala

Dari Masjid Istiqlal, Dakwah Muhammadiyah Cabang Bumiayu Terus Menyala Bumiayu–Brebes || AntaraKita.com – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Dukuhturi, Cabang Bumiayu, terus menghidupkan denyut dakwah dan pencerahan umat melalui Kajian Rutin Ahad Pagi yang digelar di Masjid Istiqlal Dukuhturi, Ahad (25/1/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 300 jamaah dari berbagai kalangan dan menghadirkan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas, KH Ahmad Kahar Muzakki, M.Ag., sebagai pemateri. Takmir Masjid Istiqlal Dukuhturi, Drs. H. Abdul Mufti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi PRM Dukuhturi dalam menghidupkan masjid melalui kajian rutin yang dilaksanakan setiap Jum’at pagi dan Ahad pagi. Menurutnya, pengajian yang berkesinambungan merupakan ikhtiar nyata menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat. “Kami bersyukur Masjid Istiqlal terus dihidupkan dengan pengajian. Inilah ikhtiar bersama agar masjid benar-benar menjadi pusat pembinaan umat, bukan sekadar tempat ibadah ritual,” tuturnya. Abdul Mufti menegaskan bahwa keberlangsungan kajian rutin tidak terlepas dari sinergi yang baik antara PRM, takmir masjid, dan jamaah. Ia berharap Masjid Istiqlal Dukuhturi dapat menjadi rumah bersama bagi umat. “Masjid ini kami harapkan menjadi ruang yang nyaman bagi jamaah untuk belajar, bersilaturahmi, serta tumbuh dalam keimanan dan kepedulian sosial,” imbuhnya. Dalam kajian yang disampaikannya, KH Ahmad Kahar Muzakki menekankan pentingnya umat Islam memahami dan mengamalkan ajaran agama secara benar dengan berlandaskan manhaj tarjih Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa beragama harus dilandasi ilmu, nalar, dan orientasi kemaslahatan. “Beragama itu harus dengan ilmu. Manhaj tarjih Muhammadiyah membimbing kita agar memahami Islam secara rasional, berlandaskan dalil, dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” ujarnya di hadapan jamaah. Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam membangun peradaban umat. Masjid, menurutnya, tidak cukup hanya ramai saat waktu shalat, tetapi harus hidup dengan kajian, dialog keilmuan, dan pembinaan yang mencerahkan. “Masjid jangan hanya menjadi tempat ritual ibadah, tetapi juga pusat kajian, penguatan pemahaman keislaman, dan pembinaan umat,” tegasnya. Salah seorang jamaah, Drs. Fatkhurokhim, menilai Kajian Ahad Pagi dan Kajian Jum’at Pagi di Masjid Istiqlal memiliki peran penting dalam menjaga semangat belajar agama masyarakat. “Kajian seperti ini sangat kami butuhkan. Di tengah kesibukan, pengajian Ahad dan Jum’at pagi menjadi ruang untuk menenangkan diri sekaligus memperdalam pemahaman agama,” ungkapnya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara istiqamah dan mampu menjangkau lebih banyak jamaah, khususnya generasi muda. “Mudah-mudahan kajian ini terus berjalan dan bisa menarik generasi muda agar masjid semakin hidup dan menjadi pusat pencerahan,” tambahnya. Kajian rutin ini menjadi bagian dari ikhtiar PRM Dukuhturi dalam menguatkan peran ranting sebagai basis utama gerakan dakwah Muhammadiyah. Melalui pengajian yang terjadwal dan terarah, masjid diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan, dan penguatan umat di tingkat akar rumput. Ke depan, PRM Dukuhturi bersama Takmir Masjid Istiqlal berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan keberlanjutan kajian, baik dari sisi materi, pemateri, maupun partisipasi jamaah. Sinergi ini diharapkan semakin memperkokoh dakwah Muhammadiyah yang membumi, mencerahkan, dan berkemajuan. (Tarqum Aziz | JurnalisMu Banyumas Raya)  

Scroll to Top