Alumni Unsoed Gelar “Sosialisasi Tamyiz 1”
Ikhtiar Pra-Ramadhan Memperluas Gerakan Belajar Terjemah Al-Qur’an Metode Tamyiz
Dalam rangka mengisi rangkaian kegiatan Pra-Ramadhan 1447 H / 2026 M, alumni Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (FH Unsoed) angkatan 1981, Slamet Hartono, SH., menginisiasi kegiatan “Sosialisasi Tamyiz 1”, yakni kegiatan Belajar Terjemah Al-Qur’an dengan Metode Tamyiz. Kegiatan ini diselenggarakan melalui Panitia Amaliah Ramadhan 1447 H / 2026 M Masjid Agung Baitussalam (MAB) Purwokerto.

Slamet Hartono, SH., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Takmir Masjid Agung Baitussalam Purwokerto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari kegiatan Training of Trainer (TOT) Tamyiz 1 yang sebelumnya diselenggarakan oleh Tamyiz Online Pusat di Jakarta selama dua hari. Pada kesempatan tersebut, RTO (Rumah Tamyiz Offline/Online) Purwokerto mengirimkan tiga orang perwakilan untuk mengikuti pelatihan intensif.
“Kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menularkan ilmu yang sudah diperoleh dari TOT. Karena itu, Sosialisasi Tamyiz 1 ini kami gelar agar metode Tamyiz bisa dipahami dan dipraktikkan secara lebih luas di masyarakat,” ungkap Slamet Hartono, SH., saat bincang-bincang dengan Ir. H. Alief Einstein, M.Hum. dari kafapet-unsoed.com.
Kegiatan Sosialisasi Tamyiz 1 dilaksanakan pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di Pendopo Sipanji, Kompleks Kantor Bupati Banyumas, dan diikuti oleh 102 peserta. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, namun didominasi oleh pengelola dan anggota RTO-RTO yang berada di wilayah Purwokerto dan sekitarnya. Seluruh RTO tersebut berada di bawah koordinasi RTO Purwokerto yang berpusat di Masjid Agung Baitussalam Purwokerto dan dipimpin oleh Slamet Hartono, SH., yang dikenal sebagai alumni pertama Fakultas Hukum Unsoed.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemaparan dan praktik langsung mengenai tata cara mengajarkan Terjemah Al-Qur’an Metode Tamyiz, sebuah metode pembelajaran yang menekankan optimalisasi fungsi otak kanan. Metode ini dirancang agar proses belajar berlangsung ringan, menyenangkan, dan tidak menimbulkan beban kognitif berlebih.
Metode Tamyiz dikenal dengan slogan khas “nggak mikir, nggak ngapal”, di mana peserta cukup menirukan bacaan dengan suara lantang, berirama, dan berulang-ulang. Kaidah-kaidah bahasa Arab yang pada umumnya dianggap sulit, justru dapat dikuasai tanpa terasa karena disampaikan melalui media nyanyian dan pengulangan yang menggembirakan.
Ketua Panitia Amaliah Ramadhan 1447 H / 2026 M MAB Purwokerto, Drs. H. Samingan, menjelaskan bahwa pendekatan ini terbukti efektif bagi berbagai kelompok usia.
“Kaidah-kaidah yang seharusnya dihafal, dalam Metode Tamyiz justru melekat secara alami. Peserta merasa senang, dan tanpa disadari sudah hafal dengan sendirinya,” ujarnya.
Sementara itu, Machfulyono, S.Ag., selaku Ketua Panitia Penyelenggara, menyampaikan bahwa peserta Sosialisasi Tamyiz 1 didominasi oleh RTO-RTO sekitar yang dikoordinir oleh RTO Purwokerto. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi dan penguatan jejaring antar kelompok belajar Tamyiz.
Sebelum membuka acara secara resmi, Ketua Takmir Masjid Agung Baitussalam Purwokerto, H. Sudarman, S.Ag., dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesungguhan dan kedisiplinan dalam belajar Al-Qur’an.
“Belajar Al-Qur’an itu harus dipaksakan dalam arti dilatih untuk disiplin. Apalagi belajar terjemahnya, harus benar-benar bisa istiqamah jika menghendaki hasil yang baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, H. Sudarman menyampaikan harapannya agar kemanfaatan RTO Purwokerto tidak hanya dirasakan di wilayah kota, tetapi juga mampu menjangkau kabupaten-kabupaten sekitar, seperti Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara, bahkan hingga Kebumen.
Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Sarasehan Tamyiz yang pernah digelar Masjid Agung Baitussalam Purwokerto pada 13 September 2025 di Pendopo Sipanji. Pada kegiatan tersebut, MAB menghadirkan langsung Founder Tamyiz Online Pusat, Ustadzah Luthfiyah, beserta tim. Selain memperkenalkan Metode Tamyiz, pada kesempatan itu juga dibentuk secara resmi RTO Purwokerto.
Dalam Sarasehan tersebut ditetapkan susunan pengurus RTO Purwokerto, yakni Ketua Slamet Hartono, SH., Wakil Ketua Drs. HM. Cecep Setiadarma, MM., Sekretaris Machfulyono, S.Ag., Wakil Sekretaris Sudir Mubarok, S.Pd., dan Bendahara Sari Retni Kardiana. Kepengurusan ini kemudian menindaklanjuti program dengan mengikuti TOT Tamyiz 1 di Jakarta selama dua hari.
Pada acara Sosialisasi Tamyiz 1, masing-masing RTO diberikan ruang untuk menampilkan kebolehannya dalam menyanyikan lagu-lagu Tamyiz sebagai metode belajar terjemah Al-Qur’an. Suasana kegiatan berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat semangat kebersamaan.
Terlihat pula sejumlah peserta lanjut usia, bahkan ada yang harus berjalan menggunakan tongkat, tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hal ini menjadi bukti bahwa Metode Tamyiz dapat diterima oleh berbagai kalangan usia tanpa batasan.
Saat ini, RTO Purwokerto telah mengoordinir berbagai kelompok belajar Tamyiz di wilayah Purwokerto dan sekitarnya, antara lain RTO Juken, RTO Kalpataru, RTO Purwanegara, RTO Trimurti, serta Sinau Bareng Kanca Tamyiz (SBKT) Ikhwan dan SBKT Akhwat. SBKT sendiri merupakan kelompok belajar terjemah Al-Qur’an Metode Tamyiz yang rutin dilaksanakan di Masjid Agung Baitussalam Purwokerto.
Dengan adanya kegiatan Sosialisasi Tamyiz 1 ini, diharapkan terjadi peningkatan signifikan dalam aktivitas pembelajaran terjemah Al-Qur’an menggunakan Metode Tamyiz. Ke depan, tidak menutup kemungkinan akan dibentuk RTO-RTO baru sebagai pusat pembelajaran, sekaligus mendorong masyarakat untuk mengikuti Tamyiz Online secara gratis melalui media WhatsApp.
“Harapannya, Metode Tamyiz bisa menjadi jalan yang memudahkan umat untuk belajar, memahami, dan mencintai Al-Qur’an dengan cara yang menyenangkan dan berkelanjutan,” pungkas Slamet Hartono, SH.