Dakwah yang Membumi
Membangun Ranting Muhammadiyah Karangklesem yang Hadir dalam Kehidupan Nyata Sehari-hari Jamaah
Purwokerto, 3 Maret 2026 || Antarkita.com
Ranting Muhammadiyah Karangklesem, Purwokerto Selatan, mempertegas arah gerak dakwahnya sebagai dakwah yang membumi—dakwah yang tidak hanya hidup dalam forum pengajian dan kegiatan seremonial, tetapi hadir secara konkret dalam kehidupan sehari-hari jamaah.

Berlokasi sekitar 700 meter dari Taman Andhang Pangrenan, kawasan bekas Terminal Purwokerto yang kini menjadi pusat aktivitas publik, ranting ini berada di jantung kota. Posisi ini sesungguhnya menyimpan potensi besar untuk pengembangan sosial dan ekonomi. Namun di balik letak yang strategis tersebut, masyarakat di sekitarnya masih menghadapi tantangan ekonomi yang tidak ringan. Banyak warga bekerja sebagai pedagang kecil, buruh harian, dan pelaku usaha informal dengan pendapatan yang belum stabil.

Kondisi ini mendorong Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Karangklesem, Rahmat Sofyan, untuk merumuskan langkah strategis agar ranting benar-benar menjadi bagian dari solusi. Menurutnya, dakwah harus menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
“Ranting Muhammadiyah harus hadir dalam kehidupan nyata sehari-hari jamaah. Tidak cukup hanya menguatkan pengajian, tetapi juga menguatkan kehidupan,” ujarnya.
Visi Jamaah yang Kuat dan Mandiri
Rahmat Sofyan memiliki visi membangun jamaah yang kuat tauhidnya, kuat ibadahnya, dan kuat ekonominya.
Tauhid yang kuat melahirkan kejujuran dan integritas dalam bermuamalah.
Ibadah yang kuat membentuk karakter disiplin dan tangguh.
Ekonomi yang kuat menciptakan kemandirian dan harga diri.
Ketiganya dipandang sebagai fondasi kebangkitan umat. Dakwah yang membumi adalah dakwah yang menumbuhkan kesalehan spiritual sekaligus kesalehan sosial.
Wakaf Produktif sebagai Pilar Kemandirian
Untuk mewujudkan kemandirian ranting, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Karangklesem menggagas gerakan Wakaf Produktif. Gerakan ini diarahkan agar ranting tidak selalu bergantung pada donatur, tetapi memiliki sumber daya ekonomi yang berkelanjutan.
Wakaf Produktif akan dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Pokok wakaf tetap terjaga, sementara hasil pengelolaannya dimanfaatkan untuk:
Pembiayaan program dakwah dan pendidikan
Beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu
Pemberdayaan dan penguatan UMKM jamaah
Pengembangan kegiatan sosial berbasis komunitas
Dengan lokasi yang strategis di pusat kota, peluang pengembangan unit usaha berbasis wakaf terbuka luas, baik dalam bentuk kios jamaah, usaha kolektif, maupun layanan jasa yang dikelola secara profesional.
Kepedulian terhadap Kaum Dhuafa
Selain penguatan ekonomi produktif, perhatian terhadap kaum dhuafa menjadi prioritas utama. Program santunan akan dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Pendataan warga yang membutuhkan akan dilakukan dengan lebih sistematis agar bantuan tepat sasaran.
Pendekatan ini menegaskan bahwa dakwah yang membumi bukan hanya soal pembangunan ekonomi, tetapi juga tentang kepedulian sosial dan solidaritas umat.
Gerakan Kolaboratif dan Sinergi Lokal
Gerakan dakwah membumi ini tidak dapat berjalan sendiri. Oleh karena itu, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Karangklesem berkomitmen membangun sinergi dengan pemerintah setempat, khususnya Kelurahan Karangklesem, serta berbagai elemen masyarakat.
Kolaborasi ini bertujuan memperkuat program pemberdayaan, meningkatkan efektivitas pelayanan sosial, dan memperluas dampak gerakan. Dakwah yang membumi adalah dakwah yang merangkul dan membangun kemitraan.
Masjid As-Salam sebagai Pusat Gerakan
Seluruh program dakwah, ibadah, sosial, dan ekonomi akan dipusatkan di Masjid As-Salam sebagai sentra kegiatan ranting. Masjid difungsikan tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, pusat pendidikan, dan pusat pemberdayaan ekonomi.
Masjid menjadi titik temu spiritualitas dan pemberdayaan. Dari masjid, nilai-nilai tauhid ditegakkan. Dari masjid, gerakan sosial digerakkan. Dari masjid, kemandirian ekonomi dibangun.
Menuju Ranting yang Inspiratif
Dengan visi yang jelas, strategi Wakaf Produktif, perhatian terhadap kaum dhuafa, serta sinergi dengan pemerintah dan masyarakat, Ranting Muhammadiyah Karangklesem optimistis dapat menjadi contoh ranting yang membumi dan mandiri.
Dakwah yang membumi adalah dakwah yang hadir dalam doa, hadir dalam kerja nyata, dan hadir dalam solusi.
Dari Karangklesem, semangat kemandirian dan kepedulian sosial terus ditumbuhkan demi terwujudnya jamaah yang beriman, beribadah dengan baik, dan berdaya secara ekonomi.
Oleh, SiS Antarkita