Lebaran Istimewa
1 Syawal 1447 H
Oleh SiS Antarkita
Lebaran kali ini terasa berbeda.
Ada yang lebih dalam, lebih sunyi, tapi juga lebih bermakna.
Setengah abad usia bukan sekadar angka.
Ia adalah perjalanan panjang—penuh cerita, penuh luka, penuh pelajaran.
Di titik ini, saya mulai melihat hidup dengan cara yang berbeda.
Dulu mungkin kegagalan terasa menyakitkan.
Terasa seperti akhir dari segalanya.
Terasa seperti tanda bahwa jalan yang ditempuh salah.
Namun hari ini, di momen 1 Syawal 1447 H, saya mulai memahami:
mungkin itu semua adalah bagian dari proses.
Proses untuk menguatkan.
Proses untuk menyadarkan.
Proses untuk mendekatkan kepada Allah SWT.
Maka dalam hati terucap satu harapan sederhana, tapi dalam maknanya:
“Semoga ini jatah kegagalan terakhir.”
Bukan berarti tidak ingin diuji.
Tetapi berharap bahwa setiap kegagalan yang telah dilalui cukup menjadi bekal, cukup menjadi pelajaran, cukup menjadi pengingat.
Bahwa hidup tidak bisa hanya mengandalkan diri sendiri.
Bahwa ada Allah yang harus selalu dilibatkan dalam setiap langkah.
Lebaran bukan hanya tentang baju baru.
Bukan hanya tentang hidangan yang berlimpah.
Tetapi tentang hati yang diperbarui.
Tentang jiwa yang kembali bersih.
Tentang tekad yang kembali diluruskan.
Di usia ini, saya mulai menyadari…
Bahwa hidup bukan tentang seberapa cepat kita sampai.
Tetapi tentang seberapa benar arah yang kita tempuh.
Bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki.
Tetapi tentang seberapa dekat kita kepada Allah.
Banyak insight yang Allah hadirkan dalam perjalanan ini.
Tentang kesabaran.
Tentang keikhlasan.
Tentang arti kehilangan.
Dan tentang pentingnya bersandar hanya kepada-Nya.
Semua itu menjadi energi baru.
Energi untuk menjalani hidup dengan lebih tenang.
Energi untuk melangkah dengan lebih sadar.
Energi untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik.
Lebaran kali ini bukan sekadar perayaan.
Tetapi menjadi titik refleksi.
Bahwa perjalanan masih ada.
Bahwa kesempatan masih terbuka.
Bahwa rahmat Allah masih sangat luas.
Dan selama nafas masih diberikan,
masih ada waktu untuk memperbaiki diri,
masih ada waktu untuk mendekat kepada-Nya.
Semoga Lebaran ini benar-benar menjadi awal yang baru.
Awal untuk hidup yang lebih bermakna.
Awal untuk langkah yang lebih terarah.
Dan awal untuk hati yang lebih dekat dengan Allah SWT.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Minal ‘aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.
SiS Antarkita