Berani Melangkah untuk Memulai
Implementasi Sikap Kader Muhammadiyah sebagai Pelopor, Pelangsung, dan Penyempurna Gerakan
Banyumas — Ketua Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) Banyumas, H. Latif Muchozin, menyampaikan bahwa keberanian untuk memulai langkah di tengah keterbatasan merupakan sikap ideologis kader Muhammadiyah yang berakar kuat pada sejarah perjuangan persyarikatan.
Di awal tahun 2026, JSM Banyumas dengan segala keterbatasannya memulai langkah strategis untuk mewujudkan Perumahan Muhammadiyah Banyumas. Langkah ini bukan sekadar program ekonomi, melainkan manifestasi dari semangat kader Muhammadiyah sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna gerakan.
“Kami menyadari keterbatasan yang kami miliki. Namun sejarah Muhammadiyah mengajarkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melangkah,” ujar H. Latif Muchozin.
Meneladani Perjuangan KH. Ahmad Dahlan
Langkah JSM Banyumas tersebut terinspirasi dari perjuangan KH. Ahmad Dahlan dalam merintis Muhammadiyah pada tahun 1912. Muhammadiyah didirikan pada masa Indonesia belum merdeka, ketika bangsa ini bahkan belum memiliki negara, kedaulatan politik, maupun sistem ekonomi yang berpihak kepada umat Islam.
Muhammadiyah lahir bukan dari kelimpahan fasilitas, tetapi justru dari ketiadaan fasilitas. Dalam berbagai catatan sejarah, KH. Ahmad Dahlan harus menjual sebagian perabot rumah tangganya untuk menggaji para guru dan menghidupkan pendidikan. Upaya pembaruan yang beliau lakukan juga menghadapi tantangan berat, baik dari kekuatan eksternal kolonial maupun resistensi internal dari masyarakat yang belum siap menerima perubahan.
Namun dari keterbatasan itulah lahir gerakan Islam modern yang hingga kini menjadi salah satu pilar utama pembangunan bangsa.
“Kalau menunggu segalanya siap, Muhammadiyah tidak akan pernah berdiri,” tegas H. Latif Muchozin.
Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah
Dalam Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCH) ditegaskan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar, dan tajdid yang berikhtiar mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Cita-cita ini mencakup seluruh dimensi kehidupan: keimanan, sosial, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Muhammadiyah memandang bahwa Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga mengatur kehidupan bermasyarakat secara adil dan berkeadaban. Oleh karena itu, membangun kemandirian dan kedaulatan ekonomi umat merupakan bagian integral dari dakwah Muhammadiyah.
Kader Muhammadiyah: Pelopor, Pelangsung, dan Penyempurna
Dalam kerangka ideologis Muhammadiyah, kader bukanlah sekadar pewaris sejarah, tetapi pelaku sejarah. Kader dituntut menjadi:
Pelopor, yang berani memulai langkah baru
Pelangsung, yang menjaga kesinambungan gerakan
Penyempurna, yang menghadirkan pembaruan sesuai tantangan zaman
Keputusan JSM Banyumas untuk memulai program perumahan dan ekosistem ekonomi jama’ah di tengah tantangan ekonomi nasional merupakan implementasi nyata dari prinsip tersebut.
Dengan nada berseloroh namun sarat makna, H. Latif Muchozin menyampaikan:
“Namanya juga pengusaha, ya tugasnya mengusahakan,” ujarnya.
“Kalau segalanya sudah siap, itu namanya pewaris, bukan pengusaha,” tambahnya sambil tersenyum.
Ikhtiar Ekonomi Jama’ah di Awal 2026
Selain program perumahan, di awal tahun 2026 JSM Banyumas juga meluncurkan platform Antarkita.com, sebuah ekosistem digital yang terintegrasi antara:
layanan ojek online,
marketplace UMKM, dan
portal berita warga Muhammadiyah.
Platform ini diharapkan menjadi stimulus kebangkitan ekonomi UMKM warga Muhammadiyah. Warga Muhammadiyah didorong untuk mulai mengalihkan penggunaan jasa transportasi online ke Antarkita.com—dari kita, oleh kita, dan untuk kita warga Muhammadiyah.
Antarkita.com juga berfungsi sebagai marketplace yang menghubungkan pelaku usaha Muhammadiyah dengan warga Muhammadiyah. Diharapkan kebutuhan hidup sehari-hari dapat dipenuhi melalui ekosistem yang berputar di internal jama’ah, sehingga nilai ekonomi tidak keluar dari lingkungan warga Muhammadiyah.
Menuju Kemandirian dan Kedaulatan Ekonomi Jama’ah
Ekosistem yang dibangun melalui Antarkita.com merupakan wujud ikhtiar untuk mandiri dan berdaulat dalam bisnis dan pemenuhan kebutuhan hidup, dengan menjadikan produk dan usaha warga Muhammadiyah sebagai basis utama.
Seluruh program ini dijalankan dengan landasan ukhuwah ekonomi, yakni semangat saling menguatkan, saling membeli, dan saling membela produk serta usaha sesama Muslim. Prinsip bela-beli produk saudara menjadi nilai penting dalam membangun ekonomi jama’ah yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Portal Berita sebagai Media Jama’ah
Portal berita di Antarkita.com difungsikan sebagai media komunikasi, sosialisasi, dan promosi warga Muhammadiyah. Di dalamnya memuat informasi:
kegiatan sosial dan kemanusiaan,
kajian dan dakwah,
program donasi, serta
promosi bisnis dan UMKM warga Muhammadiyah.
Dengan demikian, Antarkita.com tidak hanya menjadi platform ekonomi, tetapi juga ruang komunikasi dan penguatan jama’ah.
Penutup
Menutup pernyataannya, H. Latif Muchozin menegaskan bahwa langkah JSM Banyumas masih panjang dan penuh tantangan, baik internal maupun eksternal. Namun tantangan tersebut dipahami sebagai bagian dari proses perjuangan, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh KH. Ahmad Dahlan.
“Berani melangkah untuk memulai adalah warisan ideologis Muhammadiyah. Dan kami memilih untuk melanjutkan warisan itu,” pungkasnya.
SiS, Antarkita