*ANTARKITA*
Orkestrasi Sejahtera Bersama
ANTARKITA lahir dari kesadaran bahwa persoalan kesejahteraan rakyat tidak dapat diselesaikan secara parsial, apalagi individual. Dibutuhkan orkestrasi—penyelarasan niat, peran, dan tindakan—agar setiap potensi yang ada dapat bergerak dalam satu irama perubahan. ANTARKITA hadir sebagai ruang kebersamaan, sebagai gerakan kolaboratif yang menyatukan langkah menuju cita-cita sejahtera bersama.

Gerakan ini berpijak pada nilai-nilai Islam berkemajuan dan menjadi bagian dari implementasi peran pelopor, penerus, dan penyempurna dalam denyut panjang gerakan Muhammadiyah, khususnya di bidang ekonomi rakyat. Ekonomi dipahami bukan sekadar aktivitas mencari keuntungan, melainkan instrumen dakwah dan pemberdayaan untuk menghadirkan keadilan sosial serta kemaslahatan umat.
Sebagai pelopor, ANTARKITA berani merintis model-model baru penguatan ekonomi rakyat yang berkeadilan, berbasis kolaborasi, dan berlandaskan etika syariah. ANTARKITA mendorong lahirnya ekosistem usaha yang saling menguatkan, bukan saling mematikan; yang tumbuh bersama, bukan maju sendiri. Pelopor berarti berani memulai, berani berbeda, dan berani mengambil tanggung jawab perubahan.
Sebagai penerus, ANTARKITA melanjutkan spirit kemandirian ekonomi yang sejak awal telah menjadi ruh perjuangan Muhammadiyah. Spirit berdikari, etos kerja, kejujuran, dan kepedulian sosial menjadi nilai yang terus dijaga dan dihidupkan. Gerakan ini tidak berdiri di ruang hampa, melainkan menyambung mata rantai sejarah perjuangan ekonomi umat yang telah dirintis oleh para pendahulu.
Sebagai penyempurna, ANTARKITA melakukan ikhtiar inovatif agar gerakan ekonomi rakyat tetap relevan dengan dinamika zaman. Digitalisasi, penguatan jaringan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta tata kelola yang profesional menjadi bagian dari upaya penyempurnaan. Penyempurna bukan berarti mengklaim paling benar, tetapi terus belajar, memperbaiki, dan menyesuaikan tanpa meninggalkan nilai dasar perjuangan.
Orkestrasi yang dibangun ANTARKITA menyatukan berbagai elemen: kader persyarikatan, pelaku UMKM, komunitas ekonomi, akademisi, dan masyarakat luas. Setiap elemen memiliki peran masing-masing, yang disinergikan dalam satu tujuan besar—mewujudkan ekonomi rakyat yang mandiri, adil, dan berkelanjutan. Dalam orkestrasi ini, tidak ada aktor utama yang berdiri sendiri; yang utama adalah harmoni dan dampak bersama.
ANTARKITA meyakini bahwa kesejahteraan bangsa bermula dari kesejahteraan rakyatnya. Oleh karena itu, gerakan ini menempatkan rakyat sebagai subjek, bukan objek pembangunan. Ekonomi rakyat harus tumbuh dari bawah, berakar pada kebutuhan nyata masyarakat, dan dikelola dengan prinsip kebermanfaatan yang luas.
Lebih dari sekadar gerakan ekonomi, ANTARKITA adalah panggilan pengabdian. Sebuah ikhtiar kolektif untuk menunaikan amanah persyarikatan, amanah umat, dan amanah kebangsaan. Ia mengajak setiap insan untuk tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi menjadi bagian dari orkestrasi kebaikan.
Dengan semangat kolaborasi, keberanian, dan kemandirian, ANTARKITA berkomitmen untuk terus bergerak, merajut sinergi, dan menghadirkan solusi nyata. Karena sejatinya, kesejahteraan bukanlah tujuan yang dicapai sendiri, melainkan hasil dari perjalanan bersama—antara kita.
Suwatno Ibnu Sudihardjo
ANTARKITA