Aspirasimu: Dari Rumah Besar Menjadi Rumah Gerakan

*Aspirasimu: Dari Rumah Besar Menjadi Rumah Gerakan*

Oleh: SiS Antarkita

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Sahabat-sahabat anggota Group WhatsApp Aspirasimu yang saya hormati dan saya banggakan.

 

Terima kasih telah bersedia menjadi bagian dari rumah besar ini. Kehadiran teman-teman semua bukan sekadar menambah jumlah anggota dalam sebuah grup WhatsApp, tetapi membawa potensi, pengalaman, gagasan, keresahan, harapan, dan semangat pengabdian yang berbeda-beda.

 

Kita semua datang dengan latar belakang yang beragam. Ada kader, jamaah, simpatisan, profesional, pengusaha, aktivis, akademisi, anak muda, maupun warga Muhammadiyah yang memiliki pengalaman panjang dalam kehidupan Persyarikatan.

 

Perbedaan bukan hambatan. Justru heterogenitas inilah yang menjadi modal sosial yang sangat berharga.

Muhammadiyah sudah besar.

 

Muhammadiyah sudah berusia lebih dari satu abad.

Pendidikan telah dibangun.

Kesehatan telah dikembangkan.

Pelayanan sosial telah dilakukan.

Dakwah telah menyebar ke berbagai penjuru negeri.

 

Semua itu adalah warisan besar yang harus kita syukuri, hormati, dan lanjutkan.

Tetapi kita juga perlu menyadari satu hal:

Muhammadiyah besar, tetapi bukan berarti sudah sempurna.

Dan justru karena belum sempurna, masih banyak ruang bagi kita untuk berkhidmat.

 

Masih ada potensi jamaah yang belum terhubung.

Masih ada kader yang memiliki kemampuan tetapi belum menemukan ruang untuk berkontribusi.

Masih ada UMKM warga yang membutuhkan pasar.

Masih ada ranting yang memiliki potensi tetapi belum terhubung dengan ranting lainnya.

 

Masih ada gagasan bagus yang berhenti sebagai obrolan.

Masih ada persoalan masyarakat yang membutuhkan kehadiran nyata.

Di situlah Aspirasimu ingin mengambil bagian.

 

Aspirasimu bukan dimaksudkan untuk menggantikan struktur Persyarikatan.

Bukan pula ruang untuk mempertentangkan kader dengan pimpinan.

Aspirasimu adalah ruang silaturahmi, ruang bertukar gagasan, ruang menyampaikan aspirasi, dan ruang menemukan kemungkinan kolaborasi.

Kita ingin membangun budaya baru:

 

Dari sekadar berbicara menjadi berpikir.

Dari berpikir menjadi menggagas.

Dari menggagas menjadi berkolaborasi.

Dari berkolaborasi menjadi berkarya.

Dari berkarya menjadi memberi manfaat.

 

Karena itu, mari kita manfaatkan group ini dengan sebaik-baiknya.

Kalau punya gagasan, sampaikan.

Kalau memiliki pengalaman, bagikan.

Kalau memiliki keahlian, tawarkan.

Kalau memiliki jejaring, hubungkan.

Kalau memiliki produk atau usaha, promosikan dengan cara yang baik.

Kalau menemukan persoalan, mari kita diskusikan solusinya.

Kalau melihat kekurangan, mari kita pikirkan bagaimana memperbaikinya.

Dan kalau menemukan peluang, jangan hanya disimpan sendiri—barangkali ada sahabat lain yang bisa menjadi mitra.

 

Mari kita belajar menjadi pelopor.

Tidak harus menunggu jabatan.

Tidak harus menunggu instruksi.

Tidak harus menunggu semuanya sempurna.

Pelopor adalah orang yang berani memulai kebaikan.

 

Mari menjadi pelangsung.

Apa yang sudah baik kita lanjutkan.

Apa yang telah dibangun para pendahulu kita rawat dan kembangkan.

Jangan sampai pergantian generasi membuat perjuangan terputus.

 

Dan mari menjadi penyempurna.

Apa yang masih kurang kita perbaiki.

Apa yang belum ada kita rintis.

Apa yang berjalan sendiri-sendiri kita hubungkan.

Apa yang memiliki potensi kita kolaborasikan.

Inilah semangat yang ingin kita tumbuhkan bersama.

 

Bukan sekadar mencari siapa yang salah, tetapi mencari apa yang bisa dilakukan.

Bukan sekadar mengatakan “seharusnya”, tetapi berani bertanya “apa yang bisa saya kerjakan?”

Dan tentu saja, kita perlu menjaga kedewasaan dalam berdiskusi.

 

Perbedaan pendapat adalah hal biasa.

Kritik juga diperlukan.

Tetapi mari kita bedakan antara kritik terhadap persoalan dan serangan terhadap pribadi.

Kita boleh berbeda pandangan tanpa harus bermusuhan.

Kita boleh tidak setuju tanpa harus saling merendahkan.

Kita boleh mengkritik tanpa kehilangan ukhuwah.

Karena tujuan kita bukan memenangkan perdebatan.

 

Tujuan kita adalah menemukan jalan yang lebih baik.

Jangan sampai energi besar yang dimiliki teman-teman di group ini hanya menguap menjadi ratusan pesan WhatsApp.

Sayang sekali kalau gagasan yang bagus hanya menjadi:

“Wah, bagus itu…”

Lalu selesai. 😊

Mari kita coba naik satu tingkat:

“Bagus. Siapa yang mau mengerjakan?”

Kemudian:

“Siapa yang punya kemampuan?”

“Siapa yang punya jaringan?”

“Siapa yang punya pasar?”

“Siapa yang bisa menjadi mitra?”

Dan akhirnya:

“Kapan kita mulai?”

Di situlah obrolan berubah menjadi gerakan.

 

Aspirasimu: Rumah Besar Silaturahmi dan Kolaborasi

Harapannya, dari group kecil ini dapat lahir hubungan yang lebih besar.

Ranting dengan ranting.

Cabang dengan cabang.

Kader dengan kader.

Jamaah dengan jamaah.

Pengusaha dengan pengusaha.

Profesional dengan profesional.

UMKM dengan pasar.

Gagasan dengan sumber daya.

Dan akhirnya semuanya bertemu dalam satu semangat:

Berkhidmat untuk kemaslahatan.

 

Kita mungkin berbeda profesi.

Berbeda usia.

Berbeda pengalaman.

Berbeda kapasitas.

Bahkan mungkin berbeda cara berpikir.

Tetapi kita bisa bertemu dalam satu kesamaan:

ingin Muhammadiyah semakin bermanfaat.

 

Maka jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menjauh.

Jadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling melengkapi.

Karena tidak semua orang harus menjadi pemimpin.

Tidak semua orang harus menjadi pengusaha.

Tidak semua orang harus menjadi akademisi.

Tidak semua orang harus menjadi aktivis.

Setiap orang cukup menjadi dirinya sendiri, lalu memberikan apa yang terbaik yang dimilikinya.

 

Barangkali kontribusi kita kecil.

Tetapi jika ribuan orang melakukan kontribusi kecil secara bersama-sama, hasilnya bisa menjadi sesuatu yang besar.

Inilah yang kita harapkan dari Aspirasimu.

Rumah besar untuk saling mengenal.

Rumah besar untuk saling belajar.

Rumah besar untuk saling menguatkan.

Rumah besar untuk saling menghubungkan.

Rumah besar untuk saling berkolaborasi.

Rumah besar untuk bersama-sama menyempurnakan gerakan.

 

Mari kita jadikan group ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi tempat bertumbuh.

Bukan hanya tempat berbicara, tetapi tempat melahirkan karya.

Bukan hanya tempat menyampaikan aspirasi, tetapi tempat mengubah aspirasi menjadi aksi.

 

Karena pada akhirnya:

Gagasan tanpa aksi hanya menjadi wacana.

Potensi tanpa kolaborasi hanya menjadi kemungkinan.

Silaturahmi tanpa karya hanya menjadi pertemuan.

Mari kita ubah semuanya menjadi sesuatu yang lebih bermakna.

 

Dari Aspirasimu kita membangun silaturahmi.

Dari silaturahmi kita menemukan potensi.

Dari potensi kita membangun kolaborasi.

Dari kolaborasi kita menghadirkan karya.

Dan dari karya kita menghadirkan kemanfaatan.

 

Semoga Aspirasimu menjadi bagian kecil dari ikhtiar besar untuk membuat Persyarikatan semakin membumi, relevan, kolaboratif, dan hadir dalam kehidupan nyata masyarakat.

 

Mari kita isi rumah besar ini bersama-sama.

Bukan dengan siapa yang paling banyak bicara.

Tetapi dengan siapa yang bersedia berbuat.

Bukan dengan siapa yang paling hebat.

Tetapi dengan siapa yang bersedia berbagi manfaat.

Bukan untuk mencari siapa yang paling benar.

Tetapi untuk bersama-sama menemukan kebaikan yang bisa dikerjakan.

 

Aspirasimu adalah rumah kita bersama.

Mari kita rawat dengan ukhuwah, kedewasaan, gagasan, silaturahmi, dan semangat kolaborasi.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam silaturahmi dan kolaborasi,

SiS Antarkita

Tinggalkan Balasan