Lembaga Parekraf PP Muhammadiyah Hadirkan Terobosan Revolusioner Melalui Program Napak Tilas KH Achmad Dahlan
Wisata Edukasi, Religi, dan Kebersamaan PWM DKI Jakarta – Yogyakarta
YOGYAKARTA — Lembaga Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Yayasan KH Ahmad Dahlan secara resmi menghadirkan program Napak Tilas KH Achmad Dahlan, sebuah terobosan baru dalam pengembangan pariwisata berbasis nilai, sejarah, dan dakwah Islam berkemajuan.
Program ini dikemas sebagai Wisata Edukasi, Religi, dan Kebersamaan yang menghubungkan PWM DKI Jakarta dan Yogyakarta dalam satu rangkaian perjalanan bermakna. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai wisata rekreatif, tetapi sebagai perjalanan edukatif dan reflektif untuk mengenal lebih dekat jejak sejarah, nilai perjuangan, serta keteladanan KH Achmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah.
Ketua Lembaga Parekraf PP Muhammadiyah dalam keterangannya menyampaikan bahwa Napak Tilas KH Achmad Dahlan merupakan upaya menghadirkan pariwisata yang tidak netral nilai, melainkan berpihak pada penguatan ideologi, sejarah, dan identitas persyarikatan.
“Pariwisata tidak hanya soal destinasi dan hiburan, tetapi juga medium dakwah, pendidikan, dan penguatan kesadaran kolektif. Inilah semangat yang kami hadirkan melalui Napak Tilas KH Achmad Dahlan,” ujarnya.
Menggabungkan Edukasi Sejarah, Spiritualitas, Budaya, dan Kebersamaan
Program Napak Tilas KH Achmad Dahlan dirancang secara terstruktur dengan memadukan unsur edukasi sejarah Muhammadiyah, penguatan nilai religius, wisata budaya, serta kuliner khas Yogyakarta. Seluruh rangkaian kegiatan dikemas dalam suasana kebersamaan dan ukhuwah, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga pengalaman emosional dan spiritual.
Rangkaian perjalanan diawali dari SM Tower sebagai titik kumpul dan keberangkatan rombongan. Dari lokasi ini, peserta menuju destinasi utama pertama, yakni Padepokan KH Achmad Dahlan. Di tempat ini, peserta mendapatkan pemaparan mendalam mengenai perjalanan hidup KH Achmad Dahlan, pemikiran pembaruannya, serta nilai-nilai Islam berkemajuan yang kemudian menjadi fondasi berdirinya Muhammadiyah.
Momen di Padepokan KH Achmad Dahlan menjadi sangat istimewa karena peserta berkesempatan bertemu langsung dengan keturunan KH Achmad Dahlan. Pertemuan ini memberikan pengalaman historis dan emosional yang kuat, sekaligus mempertemukan generasi hari ini dengan mata rantai sejarah pendiri persyarikatan.
Menyusuri Jejak Awal Muhammadiyah di Kauman
Setelah sesi edukasi dan refleksi, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Soto Pak Sholeh untuk menikmati makan siang bersama (maksi). Selain sebagai waktu istirahat, momen ini dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan dan membangun komunikasi antar peserta lintas wilayah.
Sekitar pukul 13.00 WIB, rombongan tiba di Kawasan Kauman, kawasan bersejarah yang menjadi pusat awal lahir dan berkembangnya Muhammadiyah. Di kawasan ini, peserta diajak menyusuri lingkungan dakwah dan perjuangan KH Achmad Dahlan, melihat langsung ruang-ruang sejarah yang menjadi saksi lahirnya gerakan Islam berkemajuan di Indonesia.
Suasana Kauman memberikan pengalaman otentik tentang bagaimana gagasan besar Muhammadiyah lahir dari ruang yang sederhana, namun mampu menggerakkan perubahan besar dalam kehidupan umat dan bangsa.
Wisata Edukatif dan Ziarah Reflektif
Pada pukul 14.45 WIB, peserta kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan menuju Museum sebagai bagian dari wisata edukatif. Kunjungan ini bertujuan memperkaya wawasan sejarah dan kebudayaan, sekaligus memberikan konteks yang lebih luas tentang perjalanan bangsa dan peradaban.
Selanjutnya, sekitar pukul 16.45 WIB, rombongan menuju Makam Karangkajen untuk melaksanakan ziarah. Kegiatan ini menjadi momen refleksi dan doa, mengenang jasa KH Achmad Dahlan dan para tokoh Muhammadiyah lainnya dalam perjuangan dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.
Ziarah ini dimaknai bukan sekadar ritual, tetapi sebagai pengingat akan tanggung jawab generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan dengan cara yang relevan dan berkemajuan.
Masjid sebagai Pusat Peradaban dan Penutup Perjalanan
Menjelang waktu petang, peserta menuju Masjid Jogokariyan untuk melaksanakan Sholat Maghrib berjamaah. Masjid Jogokariyan dikenal luas sebagai masjid percontohan dengan pengelolaan umat yang aktif, inklusif, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Kehadiran di masjid ini memberikan inspirasi tentang peran strategis masjid sebagai pusat peradaban umat.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta menikmati santap malam di Bakmi Ndagen, kemudian dilanjutkan dengan jalan-jalan malam (JJM) di kawasan Malioboro, menikmati suasana khas Yogyakarta sebelum kembali dan mengakhiri perjalanan.
Pariwisata Bernilai untuk Menguatkan Ideologi dan Ukhuwah
Melalui program Napak Tilas KH Achmad Dahlan, Lembaga Parekraf PP Muhammadiyah menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pariwisata yang berorientasi pada nilai, sejarah, dan kebermanfaatan umat. Program ini diharapkan mampu memperkuat nilai keislaman, memperdalam pemahaman sejarah Muhammadiyah, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan keberlanjutan perjuangan.
Kegiatan ini terbuka bagi warga Muhammadiyah serta masyarakat umum yang ingin mengikuti wisata bernilai, edukatif, dan mencerahkan.
SiS, Antarkita
📞 Informasi & Reservasi:
0851-2262-5529