Antarkita

16 Maret 2026

Kabarkita, Prespektif, Ruang Kita

Gerakan Pelayanan Sosial, Muhammadiyah Banyumas Bangun 17 Posko MudikMu untuk Pemudik Lebaran 2026 

Gerakan Pelayanan Sosial, Muhammadiyah Banyumas Bangun 17 Posko MudikMu untuk Pemudik Lebaran 2026 Banyumas ~ antarkita.com || Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas, KH. Drs. M. Djohar, M.Pd resmi membuka Posko MudikMu Muhammadiyah Banyumas yang digagas oleh Pemuda Muhammadiyah bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Suryakusuma di halaman Masjid Abu Hasan Tinggarjaya, Jatilawang, Sabtu (14/3/2026).   Dalam sambutannya, Djohar menilai keberadaan posko tersebut merupakan bentuk nyata pelayanan Muhammadiyah kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di jalur selatan Kabupaten Banyumas. “Posko ini adalah bentuk pelayanan Muhammadiyah kepada masyarakat. Kami berharap keberadaan posko ini tidak hanya membantu para pemudik yang sedang melakukan perjalanan jauh, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum yang membutuhkan tempat beristirahat,” ujarnya. Menurut Djohar, meningkatnya arus kendaraan saat musim mudik membuat keberadaan posko pelayanan masyarakat menjadi sangat penting, terutama di jalur-jalur utama yang dilalui pemudik.   Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Banyumas, Subhan Purno Aji, S.IP., M.A, menyampaikan bahwa Posko MudikMu AMAN merupakan bentuk pengabdian Pemuda Muhammadiyah kepada masyarakat. “Posko MudikMu ini adalah wujud nyata kepedulian Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM Suryakusuma untuk melayani masyarakat. Kami ingin memastikan para pemudik yang melintas di wilayah Banyumas dapat beristirahat dengan aman dan nyaman,” kata Subhan.   Ia menjelaskan, pada tahun ini Muhammadiyah Banyumas mendirikan 17 titik Posko MudikMu yang tersebar di sejumlah wilayah strategis di Kabupaten Banyumas. Posko-posko tersebut tidak hanya menyediakan tempat istirahat bagi pemudik, tetapi juga memberikan berbagai layanan seperti informasi perjalanan, bantuan darurat, hingga layanan kesehatan sederhana. Adapun 17 titik Posko MudikMu Muhammadiyah Banyumas meliputi wilayah Pekuncen, Ajibarang, Lumbir, Wangon, Jatilawang, Rawalo, Patikraja, Kalibagor, Kemranjen, Sumpiuh, Cilongok, Purwokerto Utara, Purwokerto Barat, Purwokerto Selatan, Sumbang, Kampus 2 UMP Sokaraja, dan Sokaraja. Kehadiran Posko MudikMu Muhammadiyah di wilayah Kabupaten Banyumas juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari BAZNAS Banyumas yang menilai posko tersebut sebagai bentuk pelayanan sosial bagi masyarakat selama arus mudik Lebaran. Perwakilan BAZNAS Banyumas, H. M. Ridwan, M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM Suryakusuma Banyumas yang telah menginisiasi pendirian Posko MudikMu di berbagai titik di Banyumas. “Posko MudikMu ini merupakan bentuk pelayanan umat yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami dari BAZNAS Banyumas tentu memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM Suryakusuma,” ujar Ridwan. Menurutnya, keberadaan posko tersebut menunjukkan kepedulian organisasi masyarakat dalam membantu para pemudik yang melakukan perjalanan jauh saat musim Lebaran. Selain menyediakan tempat beristirahat, posko juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan yang melintas di wilayah Banyumas. Ridwan menambahkan, BAZNAS Banyumas mendukung berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara lembaga filantropi dan organisasi kemasyarakatan dalam melayani umat. “Kami siap mendukung kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan Muhammadiyah demi kemaslahatan masyarakat luas,” pungkasnya. Dengan hadirnya 17 Posko MudikMu di berbagai titik strategis di Kabupaten Banyumas, Muhammadiyah melalui Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM Suryakusuma menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan nyata kepada masyarakat. Kehadiran posko ini diharapkan tidak hanya membantu para pemudik untuk beristirahat dengan aman dan nyaman, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong serta kepedulian sosial dalam melayani umat, khususnya pada momentum mudik Lebaran (Tarqum Aziz – JurnalisMu).

Kabarkita, Prespektif, Ruang Kita

SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto Gelar Pekan Dakwah Ramadan,

SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto Gelar Pekan Dakwah Ramadan, Siswa Aktif di Masjid, TPQ, MI dan Masyarakat Kecamatan Karanglewas, Banyumas. Banyumas ~ antarkita.com|| Malam Ramadan di halaman Masjid Baitul Hikmah, Karanglewas Kidul, terasa berbeda. Ratusan warga dan simpatisan Muhammadiyah dari berbagai penjuru Kecamatan Karanglewas berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan untuk menyaksikan penampilan HadrohMu serta pagelaran Wayang 1 Jaman yang sarat pesan dakwah, Sabtu (14/3/2026).   Pagelaran tersebut menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian Pekan Dakwah Ramadan 2026 yang diselenggarakan oleh SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto setelah berlangsung selama sepekan penuh di tengah masyarakat.   Sejak 9 hingga 14 Maret 2026, sebanyak 38 siswa diterjunkan langsung ke tujuh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) di wilayah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Karanglewas, yakni Karanglewas Kidul, Pasir Wetan, Karanggude, Karangkemiri, Margasari, Singasari, dan Damaraja. Mereka tidak sekadar hadir sebagai peserta kegiatan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Para siswa berdakwah di masjid dan musala, menjadi imam salat tarawih, mengajar di TPQ, serta membantu kegiatan pendidikan di sekolah dasar dan madrasah. Ketua Panitia Pekan Dakwah Ramadan 2026, KH. Sugeng, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran dakwah yang nyata bagi para siswa. “Pekan Dakwah ini bukan hanya kegiatan seremonial. Kami ingin para siswa belajar langsung dari masyarakat. Mereka menjadi imam salat tarawih di 17 masjid dan musala, mengajar di SD, MI, dan TPQ, sekaligus berinteraksi dengan masyarakat,” ujarnya. Tidak hanya dakwah, kegiatan ini juga diwarnai aksi sosial yang menyentuh masyarakat. Panitia menggelar bazar murah serta menyalurkan 130 paket sembako kepada warga di tujuh ranting Muhammadiyah di wilayah Cabang Karanglewas: Karanglewas Kidul, Pasir Wetan, Karanggude, Karangkemiri, Margasari, Singasari, dan Damaraja. Melalui kegiatan tersebut, para siswa ditempa bukan hanya dalam aspek keilmuan, tetapi juga dalam kepedulian sosial dan kepemimpinan. Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Karanglewas, H.Nardjo, S.Pd.I menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas keterlibatan para siswa yang telah menghidupkan suasana dakwah di tengah masyarakat. “Kami sangat bersyukur dan bangga. Selama sepekan, kehadiran para siswa telah memberikan warna baru bagi kehidupan dakwah di Karanglewas. Mereka bukan hanya belajar, tetapi juga memberi inspirasi bagi masyarakat,” katanya. Ia menilai kemampuan para siswa dalam mengajar di TPQ, menjadi imam salat, hingga menyampaikan kultum di masjid menunjukkan bahwa proses kaderisasi di lingkungan sekolah berjalan dengan baik. Puncak kegiatan ditandai dengan pengajian akbar bertajuk Wayang 1 Jaman yang dibawakan oleh Ustadz Dalang Imam Suyanto, S.Ag., M.Pd. Melalui seni wayang, pesan-pesan dakwah disampaikan dengan pendekatan budaya yang memadukan nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal Jawa. Dalam pagelaran tersebut, kisah-kisah kehidupan dan nilai moral disampaikan dengan bahasa yang dekat dengan masyarakat, membuat dakwah terasa ringan namun penuh makna. Ki Dalang Imam Suyanto menegaskan bahwa sinergi antara Amal Usaha Muhammadiyah dan pimpinan Muhammadiyah di tingkat cabang maupun ranting merupakan ruang strategis untuk membina generasi muda. “Sinergi antara AUM dan PCM-PRM dan Warga Persyarikatan Muhammadiyah di Kecamatan Karanglewas ini menjadi wadah untuk menyiapkan generasi muda sebagai calon juru dakwah Muhammadiyah, agar nilai-nilai Islam Berkemajuan terus hadir di tengah masyarakat secara menggembirakan, mencerahkan, dan memberdayakan,” ungkap Kepala SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto. Bagi para siswa, Pekan Dakwah Ramadan bukan sekadar program sekolah, melainkan pengalaman hidup yang membentuk karakter. Di tengah masyarakat, mereka belajar tentang kepemimpinan, pengabdian, dan arti dakwah yang sesungguhnya. Malam itu, di bawah cahaya lampu panggung dan lantunan shalawat HadrohMu yang dibawakan oleh siswa SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto, dakwah tidak hanya disampaikan lewat mimbar. Ia hadir melalui budaya, kebersamaan, dan semangat generasi muda yang siap melanjutkan estafet perjuangan Islam Berkemajuan (Tarqum Aziz – JurnalisMu).

Scroll to Top