You are currently viewing Kepemimpinan Amanah sebagai Penentu Arah Perubahan

Kepemimpinan Amanah sebagai Penentu Arah Perubahan

Kepemimpinan Amanah sebagai Penentu Arah Perubahan

Ketika Tanda Tangan Pimpinan Muhammadiyah Dapat Menjadi Jalan Penyelamatan Jutaan Peternak Rakyat Indonesia

Oleh SiS, antarkita

Kepemimpinan yang amanah bukan sekadar menjaga amanat organisasi, tetapi membaca kebutuhan zaman dan menjawabnya dengan keputusan strategis. Ia tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan berani melangkah, mengusulkan, dan memperjuangkan kebijakan yang berdampak luas bagi umat.

Hari ini, umat menanti satu langkah besar itu dari para pimpinan Muhammadiyah.

Amanah yang Mengandung Tanggung Jawab Sosial

Muhammadiyah sejak kelahirannya telah menempatkan agama sebagai kekuatan pembebas dan pemberdaya. Spirit Al-Ma’un telah melahirkan sekolah, rumah sakit, lembaga sosial, dan gerakan pemberdayaan ekonomi.

Namun tantangan umat terus berkembang. Di desa-desa, jutaan peternak kambing dan domba rakyat menghadapi tekanan ekonomi yang tidak ringan:

Harga ternak fluktuatif dan sering anjlok pasca musim kurban

Biaya pakan meningkat

Modal terbatas

Akses pasar tidak langsung

Posisi tawar lemah terhadap tengkulak

Bagi peternak kecil, satu kali salah momentum penjualan bisa berarti kerugian besar. Mereka bertahan dengan margin tipis dan ketidakpastian tahunan.

Di sisi lain, setiap tahun ada potensi besar dari pelaksanaan DAM Haji jama’ah Indonesia. Jumlah jama’ah yang besar berarti kebutuhan hewan DAM yang besar pula. Potensi ini bersifat rutin, terjadwal, dan bisa diproyeksikan.

Pertanyaannya: apakah potensi ini bisa didesain untuk memperkuat peternak rakyat?

Sebuah Usulan Strategis yang Menentukan

Jika para pimpinan Muhammadiyah secara resmi mengusulkan kepada kementerian yang membidangi penyelenggaraan haji—seperti Kementerian Agama Republik Indonesia—serta pihak terkait lainnya agar program DAM Haji dapat dilaksanakan di daerah asal jama’ah, maka langkah tersebut bukan sekadar administratif.

Itu adalah sikap strategis.

Satu dokumen resmi.

Satu rekomendasi organisasi.

Satu tanda tangan kolektif pimpinan.

Namun dampaknya berpotensi menyelamatkan jutaan peternak rakyat.

Karena jika DAM Haji dilaksanakan di daerah asal jama’ah:

Permintaan ternak menjadi terjamin setiap tahun

Harga lebih stabil karena ada kepastian pasar

Peternak dapat merencanakan produksi

Perputaran ekonomi tetap berada di desa

Ini adalah bentuk konkret keberpihakan.

Dampak Ekonomi yang Sistemik

Pelaksanaan DAM Haji di dalam negeri tidak hanya berdampak pada peternak, tetapi menciptakan efek berganda:

Stabilisasi Harga Ternak

Adanya permintaan rutin akan menjadi penyangga harga di luar musim kurban.

Penguatan Rantai Pasok Lokal

Industri pakan, transportasi, rumah potong hewan, hingga distribusi daging ikut bergerak.

Peningkatan Populasi dan Kualitas Ternak

Peternak terdorong meningkatkan produksi karena ada kepastian pembeli.

Perputaran Dana di Ekonomi Desa

Dana DAM tidak berhenti sebagai transaksi sesaat, tetapi menjadi stimulus ekonomi rakyat.

Dalam perspektif ekonomi pembangunan, permintaan yang stabil adalah fondasi keberlanjutan sektor riil. Tanpa kepastian pasar, pelaku usaha kecil cenderung stagnan.

DAM Haji dapat menjadi instrumen stabilisasi itu—jika ada keberanian mengusulkannya secara formal.

Kepemimpinan Amanah adalah Kepemimpinan yang Visioner

Kepemimpinan amanah bukan hanya menjaga yang sudah ada, tetapi menciptakan sistem yang lebih adil. Ia memadukan nilai ibadah dengan strategi ekonomi.

Mengusulkan pelaksanaan DAM Haji di daerah asal jama’ah bukanlah tindakan politis. Ini adalah tindakan moral dan visioner:

Mengintegrasikan ibadah dan pemberdayaan

Menguatkan ekonomi umat dari bawah

Menjadikan Muhammadiyah pelopor model ekonomi berbasis keumatan

Langkah ini juga sejalan dengan misi dakwah yang membumi—dakwah yang menyentuh dapur dan kandang rakyat kecil.

Warisan Sejarah Kepemimpinan

Setiap generasi kepemimpinan memiliki momentum bersejarahnya. Ada keputusan yang mungkin terlihat administratif hari ini, tetapi kelak dikenang sebagai titik balik perubahan.

Tanda tangan para pimpinan Muhammadiyah untuk mengusulkan program DAM Haji di daerah asal jama’ah dapat menjadi warisan kepemimpinan yang dikenang:

Karena ia menyelamatkan jutaan peternak rakyat

Karena ia menggerakkan ekonomi desa

Karena ia membuktikan bahwa agama dan keadilan sosial berjalan beriringan

Di balik setiap kandang sederhana di pelosok negeri, ada keluarga yang berharap harga ternaknya tidak jatuh lagi. Ada anak yang menunggu biaya sekolah. Ada ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.

Kepemimpinan yang amanah hadir untuk menjawab harapan itu.

Dan mungkin, sejarah sedang menunggu keberanian para pimpinan Muhammadiyah untuk menorehkan satu langkah strategis demi kemaslahatan umat dan bangsa.

Tinggalkan Balasan