Kolaborasi Halal Center Unsoed dan Kuliah Kerja Nyata Perkuat Legalitas dan Kehalalan UMKM
Banyumas | Antarkita – 22 Januari 2026
Upaya penguatan ekosistem halal di tingkat akar rumput terus dilakukan oleh Halal Center Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Melalui kolaborasi strategis dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unsoed, Halal Center Unsoed kembali melaksanakan program sosialisasi dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta Sertifikasi Halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah pedesaan.
Ketua Halal Center Unsoed sekaligus Ketua Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) Unsoed, Prof. Poppy Arsil, STP., MT., PhD., mengungkapkan bahwa setiap hari Halal Center Unsoed memproses sekitar 10 pengajuan Sertifikasi Halal Gratis. Bahkan sejak LP3H Unsoed berdiri pada tahun 2022, telah terbit lebih dari 15.000 Sertifikat Halal Gratis bagi pelaku UMKM.
“Ini menunjukkan tingginya kebutuhan sekaligus kesadaran UMKM terhadap legalitas dan kehalalan produk. Karena itu, kolaborasi dengan mahasiswa KKN menjadi langkah strategis agar pendampingan bisa menjangkau desa-desa secara lebih luas,” ujar Prof. Poppy dalam pemaparan yang dipandu Ir. H. Alief Einstein, M.Hum. dari kafapet-unsoed.com, Rabu (21/1/2026).
Prof. Poppy, yang merupakan alumni S3 School of Agriculture, Food and Wine, University of Adelaide, Australia, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan Halal Center Unsoed yang dilaksanakan bersama Pusat Pengembangan KKN (Pusbang KKN) Unsoed. Program ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membangun ekosistem halal nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam program KKN tahun 2026 ini, Halal Center Unsoed menerjunkan 20 orang Pendamping Proses Produk Halal (P3H) untuk bergabung langsung dengan mahasiswa KKN di lokasi desa. Para P3H bertugas mendampingi mahasiswa dalam proses edukasi, pendataan, hingga pengajuan NIB dan Sertifikasi Halal bagi UMKM.
Sementara itu, Ketua Pusbang KKN Unsoed, Dr. Ridlwan Kamaluddin, S.Kep., Ns., M.Kep., menyampaikan bahwa pada tahun 2026 ini sebanyak 1.115 mahasiswa Unsoed mengikuti program KKN yang terdiri dari KKN Reguler, KKN Tematik, dan KKN Nusa Persada.
Pelaksanaan KKN Unsoed tahun 2026 tersebar di enam kabupaten, yakni Purbalingga, Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, Pemalang, dan Wonosobo, mencakup enam kecamatan dan 70 desa. Program KKN ini berlangsung selama 35 hari, terhitung mulai 7 Januari hingga 10 Februari 2026.
“Mahasiswa KKN tidak hanya menjalankan program sosial dan edukasi, tetapi juga dilibatkan langsung dalam penguatan ekonomi masyarakat desa, salah satunya melalui pendampingan UMKM agar memiliki legalitas usaha dan sertifikat halal,” jelas Dr. Ridlwan.
Lebih lanjut, Prof. Poppy yang juga Dosen Fakultas Pertanian Unsoed dan profesor di bidang manajemen pangan berharap kolaborasi Halal Center Unsoed dan KKN ini dapat memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM.
“Dengan Sertifikasi Halal Gratis dan pendampingan langsung oleh mahasiswa KKN yang didukung P3H, kami berharap UMKM di desa-desa menjadi legal, halal, dan berdaya saing, sehingga usahanya semakin berkah dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Kolaborasi ini menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dalam mendorong transformasi ekonomi lokal berbasis legalitas dan kehalalan produk, sekaligus memperkuat peran Unsoed sebagai kampus yang hadir dan memberi solusi nyata bagi umat dan bangsa.