Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji hanya milik Allah SWT yang telah mempertemukan kita dalam ruang silaturahmi ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik dalam membangun peradaban, persaudaraan, dan pemberdayaan umat.
Para sahabat anggota Group WhatsApp Aspirasimu yang kami hormati, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah, kesehatan, keberkahan rezeki, serta kemudahan dalam setiap langkah pengabdian kita untuk umat, bangsa, dan Persyarikatan.
Perkenankan kami menyampaikan kembali latar belakang dan tujuan dibentuknya Group WhatsApp Aspirasimu, agar kita memiliki pemahaman dan arah perjuangan yang sama.
Aspirasimu lahir dari sebuah kegelisahan sekaligus harapan.
Kegelisahan karena masih banyak aspirasi jamaah yang belum memiliki ruang untuk didengar, didiskusikan, dan dikembangkan menjadi solusi nyata. Khususnya aspirasi yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi jamaah, penguatan ranting, pengembangan usaha, peningkatan kesejahteraan warga, serta berbagai persoalan kehidupan sehari-hari yang dihadapi masyarakat.
Sementara itu, harapan yang ingin diwujudkan adalah hadirnya sebuah ruang silaturahmi yang mampu mempertemukan berbagai potensi yang tersebar di seluruh Indonesia. Potensi kader, potensi amal usaha, potensi pengusaha, akademisi, aktivis sosial, profesional, dan warga Persyarikatan yang selama ini berjalan sendiri-sendiri agar dapat saling terhubung dan saling menguatkan.
Kami meyakini bahwa Muhammadiyah memiliki potensi yang luar biasa besar.
Selama lebih dari satu abad, Muhammadiyah telah membangun sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, panti asuhan, masjid, dan berbagai amal usaha yang menjadi kebanggaan umat dan bangsa.
Hari ini kita begitu mudah menemukan masjid dan mushola di berbagai desa bahkan hingga tingkat RW.
Hari ini kita begitu mudah menemukan sekolah dan lembaga pendidikan Muhammadiyah di berbagai daerah.
Hari ini kita begitu mudah menemukan rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang melayani masyarakat.
Semua itu adalah buah dari perjuangan panjang para pendahulu yang berpikir jauh melampaui zamannya.
Namun pada saat yang sama, kita juga harus jujur melihat tantangan abad kedua.
Banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak.
Banyak usaha kecil yang kesulitan berkembang.
Banyak keluarga yang menghadapi tekanan ekonomi.
Banyak generasi muda yang memiliki pendidikan tetapi masih kesulitan memperoleh kesempatan ekonomi yang memadai.
Inilah tantangan baru yang perlu kita pikirkan bersama.
Aspirasimu hadir bukan untuk menggantikan struktur Persyarikatan, bukan pula untuk menjadi organisasi baru. Aspirasimu hanyalah sebuah ruang silaturahmi dan ruang dialog yang diharapkan dapat menjadi jembatan penghubung antara potensi dan harapan.
Potensi yang dimiliki warga Muhammadiyah.
Harapan yang dimiliki masyarakat.
Potensi yang tersebar.
Harapan yang menunggu diwujudkan.
Lebih dari itu, Aspirasimu juga berkembang menjadi ruang perjumpaan antara kader Muhammadiyah dan para simpatisan.
Kita harus menyadari bahwa setiap hari ada banyak orang yang mengamati Muhammadiyah bukan melalui muktamar, bukan melalui tanwir, bukan melalui dokumen resmi, tetapi melalui interaksi sederhana di media sosial dan grup WhatsApp.
Apa yang mereka lihat di sini akan menjadi kesan mereka terhadap Muhammadiyah.
Apa yang mereka baca di sini akan menjadi gambaran mereka tentang budaya Muhammadiyah.
Apa yang mereka rasakan di sini akan menentukan apakah mereka tertarik untuk mendekat atau justru menjauh.
Belakangan ini di media sosial berkembang istilah “Log In Muhammadiyah”.
Istilah tersebut menunjukkan bahwa Muhammadiyah masih memiliki daya tarik yang besar bagi masyarakat. Banyak orang ingin mengenal Muhammadiyah lebih dekat karena melihat nilai-nilai moderasi, pendidikan, pelayanan sosial, dan kontribusinya bagi bangsa.
Dalam konteks itulah, Aspirasimu dapat menjadi salah satu pintu gerbang “Log In Muhammadiyah”.
Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ruang ini agar tetap sehat, produktif, dan mencerahkan.
Tentu perbedaan pendapat adalah sesuatu yang wajar.
Perbedaan pandangan adalah bagian dari tradisi intelektual.
Perbedaan gagasan adalah tanda bahwa organisasi masih hidup.
Namun perbedaan tidak harus berubah menjadi pertentangan pribadi.
Kritik tidak harus berubah menjadi serangan personal.
Perdebatan tidak harus mengorbankan persaudaraan.
Sebab jika energi besar yang ada di grup ini habis untuk perdebatan yang tidak produktif, maka kita sedang menyia-nyiakan potensi besar yang sesungguhnya bisa digunakan untuk membantu umat dan masyarakat.
Sangat ironis apabila sebuah grup yang lahir dari semangat pemberdayaan justru terjebak dalam konflik yang tidak memberikan manfaat nyata.
Sangat disayangkan apabila ruang yang seharusnya menjadi sumber inspirasi berubah menjadi ruang yang melelahkan.
Sangat disayangkan apabila para simpatisan yang sedang belajar mengenal Muhammadiyah justru menyaksikan hal-hal yang kontraproduktif terhadap tujuan besar Persyarikatan.
Karena itu, marilah kita bersama-sama mengembalikan Aspirasimu kepada ruh dan tujuan awalnya.
Mari kita isi grup ini dengan informasi yang bermanfaat.
Mari kita isi grup ini dengan inspirasi yang mencerahkan.
Mari kita isi grup ini dengan peluang kolaborasi.
Mari kita isi grup ini dengan pengalaman sukses yang bisa ditiru.
Mari kita isi grup ini dengan solusi atas persoalan masyarakat.
Mari kita isi grup ini dengan semangat pemberdayaan ekonomi jamaah dan penguatan ranting.
Mari kita jadikan Aspirasimu sebagai rumah besar yang nyaman bagi semua.
Rumah besar yang menghargai keberagaman karakter, kapasitas, dan motivasi.
Rumah besar yang membangun silaturahmi, sinergi, kolaborasi, dan ekosistem.
Rumah besar yang mempertemukan orang-orang baik untuk menghasilkan manfaat yang lebih besar.
Dan yang tidak kalah penting, marilah kita menunjukkan kedewasaan sebagai kader dan warga Persyarikatan.
Ketertiban grup bukan semata-mata tanggung jawab admin.
Ketertiban grup adalah tanggung jawab seluruh anggota.
Budaya saling menghormati tidak lahir dari aturan.
Budaya saling menghormati lahir dari kesadaran.
Semakin tinggi kesadaran kolektif kita, semakin sedikit kebutuhan akan teguran.
Semakin dewasa sebuah komunitas, semakin ringan tugas adminnya.
Semoga Aspirasimu menjadi ruang yang menghadirkan kebermanfaatan.
Menjadi jembatan antara potensi dan harapan.
Menjadi rumah besar bagi gagasan dan kolaborasi.
Menjadi bagian kecil dari ikhtiar besar menghadirkan Muhammadiyah yang semakin membumi, semakin relevan, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hormat kami,
Admin Aspirasimu
“Aspirasimu: Membangun Silaturahmi, Sinergi, Kolaborasi, dan Ekosistem untuk Kemaslahatan Bersama.”