You are currently viewing Transformasi Sistem Ekonomi dari Pertumbuhan Menuju Perluasan Kebebasan Manusia

Transformasi Sistem Ekonomi dari Pertumbuhan Menuju Perluasan Kebebasan Manusia

NEW ECONOMY

Transformasi Sistem Ekonomi dari Pertumbuhan Menuju Perluasan Kebebasan Manusia

Perubahan zaman tidak lagi berjalan linear—ia melompat. Disrupsi teknologi, krisis iklim, ketidakpastian geopolitik, dan ketimpangan sosial memaksa dunia menata ulang cara berpikir tentang ekonomi.

Jika ekonomi lama bertanya:

“Seberapa besar kita tumbuh?”

Maka ekonomi baru bertanya:

“Seberapa luas manusia menjadi lebih bebas?”

Inilah esensi New Economy.

Menurut CORE Indonesia dan ekonom Hendri Saparini, ekonomi baru dirancang untuk memperluas kebebasan substantif manusia melalui lima kapabilitas inti. Artinya, ekonomi bukan sekadar mekanisme produksi dan distribusi barang, melainkan sistem yang menentukan kualitas hidup manusia.

I. PERGESERAN PARADIGMA: DARI GDP KE KEBEBASAN

Selama puluhan tahun, indikator utama kemajuan adalah pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi. Model ini bertumpu pada:

Ekstraksi sumber daya

Manufaktur massal

Akumulasi kapital

Skala produksi

Namun model tersebut menghasilkan konsekuensi serius:

kerusakan lingkungan, ketimpangan, dan ketidakstabilan sosial.

New economy hadir sebagai koreksi.

Sebagaimana dijelaskan oleh Investopedia, ekonomi baru bertumpu pada:

Teknologi

Inovasi

Knowledge-based industry

Digitalisasi

Keberlanjutan

Tetapi lebih dalam dari itu, ia mengukur keberhasilan dari perluasan kebebasan manusia.

II. LIMA KAPABILITAS INTI MANUSIA

1️⃣ Kapabilitas Hidup dalam Lingkungan Aman dan Berkelanjutan

Lingkungan bukan eksternalitas. Ia adalah fondasi ekonomi.

New economy menuntut:

Produksi rendah emisi

Energi terbarukan

Efisiensi sumber daya

Inovasi hijau

Adaptasi perubahan iklim

Pertumbuhan yang merusak lingkungan adalah pertumbuhan semu.

Ekonomi baru memastikan generasi mendatang tetap memiliki ruang hidup yang layak.

2️⃣ Kapabilitas Menentukan dan Mengejar Tujuan Hidup

Setiap manusia memiliki potensi.

Ekonomi baru memastikan akses terhadap:

Pendidikan berkualitas

Kesehatan

Pelatihan keterampilan

Peluang kerja layak

Akses teknologi

Ketika akses terbuka, mobilitas sosial meningkat.

Ekonomi menjadi jembatan menuju masa depan, bukan tembok penghalang.

3️⃣ Kapabilitas Berpartisipasi dalam Pengambilan Keputusan

Ekonomi lama cenderung eksklusif.

Kebijakan dan keputusan terkonsentrasi pada segelintir elite.

New economy mendorong:

Transparansi

Tata kelola partisipatif

Inklusi sosial

Demokratisasi akses informasi

Partisipasi menciptakan legitimasi.

Legitimasi menciptakan stabilitas.

4️⃣ Kapabilitas Memiliki Rasa Hormat Diri

Martabat adalah inti kemanusiaan.

Ekonomi baru menjamin:

Upah layak

Perlakuan adil

Non-diskriminasi

Pengakuan atas kontribusi

Sistem ekonomi yang merendahkan manusia akan menghasilkan ketidakpercayaan dan konflik.

Sebaliknya, penghormatan menciptakan loyalitas dan produktivitas.

5️⃣ Kapabilitas Hidup Tanpa Rasa Takut

Ketakutan ekonomi—PHK mendadak, utang struktural, krisis berkepanjangan—membatasi kebebasan manusia.

New economy mendorong sistem yang:

Resilien terhadap krisis

Memiliki jaring pengaman sosial

Diversifikasi sumber pendapatan

Stabilitas kebijakan

Kebebasan sejati hanya mungkin ketika rasa takut berkurang.

III. PERAN TEKNOLOGI DAN INOVASI

Teknologi adalah enabler utama new economy.

Digitalisasi:

Menurunkan biaya transaksi

Memperluas akses pasar

Meningkatkan efisiensi

Mendorong transparansi

Memungkinkan kolaborasi lintas wilayah

Ekonomi baru berbasis data, kreativitas, dan inovasi. Nilai tidak lagi semata berasal dari bahan baku, tetapi dari ide dan solusi.

Namun teknologi tanpa nilai kemanusiaan akan memperlebar kesenjangan.

Karena itu, inovasi harus dipandu oleh etika dan keberlanjutan.

IV. DAMPAK STRUKTURAL NEW ECONOMY

New economy mendorong perubahan dalam:

🔹 Model Bisnis

Dari linear ke ekosistem.

Dari kompetisi ekstrem ke kolaborasi strategis.

🔹 Dunia Kerja

Dari pekerjaan rutin ke pekerjaan berbasis kreativitas dan pengetahuan.

🔹 Tata Kelola

Dari sentralistik ke partisipatif.

🔹 Investasi

Dari jangka pendek ke keberlanjutan jangka panjang.

V. TANTANGAN DAN PELUANG

New economy bukan tanpa tantangan:

Kesenjangan digital

Resistensi terhadap perubahan

Ketimpangan akses teknologi

Keterbatasan literasi

Namun di balik tantangan itu terdapat peluang besar:

Inovasi lokal berbasis teknologi

Pemberdayaan UMKM melalui digitalisasi

Hilirisasi industri berbasis nilai tambah

Ekosistem ekonomi berkelanjutan

PENUTUP: EKONOMI YANG MEMANUSIAKAN

New economy adalah upaya menempatkan manusia kembali di pusat sistem.

Ia tidak menolak pertumbuhan, tetapi menata ulang maknanya.

Ia tidak menolak teknologi, tetapi mengarahkannya untuk kemaslahatan.

Ia tidak menolak keuntungan, tetapi memastikan manfaatnya meluas.

Keberhasilan ekonomi baru diukur dari pertanyaan sederhana:

✔ Apakah manusia lebih bebas?

✔ Apakah lingkungan lebih terjaga?

✔ Apakah partisipasi lebih luas?

✔ Apakah martabat lebih dihormati?

✔ Apakah rasa takut berkurang?

Jika jawabannya ya, maka itulah ekonomi yang benar-benar maju—

ekonomi yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga membebaskan dan memanusiakan.

Tinggalkan Balasan