Perjalanan Sejarah SunRice: Negeri Gandum Menguasai Bisnis Beras
Dari Benih Migran hingga Korporasi Global
Oleh SiS, antarkita
Ketika menyebut Australia, dunia membayangkan hamparan gandum dan peternakan sapi. Namun sejarah mencatat paradoks yang menarik: dari negeri gandum itu lahir salah satu korporasi beras global paling terintegrasi, SunRice.
Kisah ini bukan sekadar perjalanan perusahaan. Ia adalah literasi tentang bagaimana komoditas diubah menjadi kekuatan korporasi.
🌱 Bab I: Benih yang Ditanam Para Migran (1880–1950)
Budidaya padi di Australia bermula pada 1880-an, ketika pendatang Tiongkok memperkenalkan benih padi. Awal 1900-an, proyek irigasi besar The Murrumbidgee Irrigation Area (MIA Scheme) membuka potensi pertanian di Riverina, New South Wales.
Seorang pionir asal Jepang, Isaburo (Jo) Takasuka, mulai menanam padi di kawasan Swan Hill. Namun fondasi industri modern dimulai tahun 1950 ketika The Ricegrowers’ Association membentuk Ricegrowers’ Co-operative Mills Limited (RCM).
Inilah titik awal:
petani menyadari bahwa produksi saja tidak cukup — pengolahan dan pemasaran harus dikuasai.
Penggilingan padi dibangun di Leeton dan wilayah Riverina. Produk ritel Sunwhite rice diluncurkan. Dari sinilah embrio SunRice tumbuh.
🏗 Bab II: Konsolidasi dan Diversifikasi (1960–1990-an)
Dekade berikutnya ditandai ekspansi infrastruktur:
Coleambally Mill (1960-an)
Deniliquin Mill (1970-an)
Akuisisi CopRice (1977) untuk memanfaatkan produk sampingan seperti bekatul dan pakan ternak
Pembentukan Rice Research Australia Pty Ltd (RRAPL) untuk riset dan pengembangan
Ekspansi pasar dilakukan melalui Rice Growers Australia Limited di Papua Nugini (kemudian menjadi Trukai Industries). Varietas premium Koshihikari dikembangkan untuk pasar Jepang.
Tahun 1993, Riviana Foods diakuisisi, memperluas portofolio hingga produk non-beras.
Di sini terlihat literasi penting:
SunRice membangun rantai nilai penuh — dari sawah hingga produk bernilai tambah.
🌍 Bab III: Transformasi Global dan Ujian Kekeringan (2000–2010)
Memasuki 2000-an, SunRice menjadi nama dagang utama Ricegrowers’ Co-operative Limited (RCL). Diversifikasi dilakukan pada tepung beras, rice cake, produk microwave-ready, dan makanan siap santap.
Ekspansi internasional meliputi:
Akuisisi SunFoods di Amerika Serikat
Pendirian Aqaba Processing Company di Yordania
Integrasi vertikal gudang penyimpanan
Tahun 2001, panen mencapai rekor 1,8 juta ton.
Namun 2008 menjadi titik nadir akibat Millennium Drought. Produksi anjlok ke 19.000 ton. Pabrik Coleambally dan Deniliquin sempat berhenti beroperasi.
Tetapi SunRice bertahan.
Mengapa?
Karena mereka telah menjadi korporasi terdiversifikasi, bukan sekadar produsen lokal.
📈 Bab IV: Korporatisasi dan Akses Modal
Tahun 2005, petani melakukan voting untuk mengubah struktur koperasi menjadi perusahaan. Ricegrowers Limited resmi terdaftar di National Stock Exchange (NSX) tahun 2007.
Tahun 2019, SunRice melantai di Australian Securities Exchange (ASX).
Transformasi ini memungkinkan:
Akumulasi modal melalui ekuitas
Akuisisi lintas negara
Tata kelola profesional
Transparansi publik
Dari kelompok tani → koperasi → korporasi publik.
Inilah proses korporatisasi yang disiplin selama 70 tahun.
🌏 Bab V: Ekspansi Asia dan Platform Global (2010–2020)
Dekade 2010-an memperkuat jejaring global:
Brandon Mill diakuisisi
Ricegrowers Singapore didirikan untuk penetrasi Asia
Akuisisi pabrik di Dong Thap, Vietnam
Riviana Foods mengakuisisi Fehlbergs Fine Foods
CopRice memperluas kapasitas pakan dan bekatul
Tahun 2012, omzet menembus AUD 1 miliar.
Tahun 2020, SunRice merayakan 70 tahun berdiri.
Kini mereka menjangkau lebih dari 70 negara.
📚 Enam Literasi Penting dari Sejarah SunRice
1️⃣ Asal-Usul Bukan Jaminan
Menjadi negeri beras tidak otomatis menguasai bisnis beras.
Kopi berasal dari Ethiopia, tetapi jaringan globalnya dikuasai Starbucks.
Burger dari Jerman, tetapi kapitalisasinya dinikmati McDonald’s.
Pizza dari Italia, tetapi globalisasi modernnya lewat Pizza Hut dan Domino’s Pizza.
Budaya melahirkan produk.
Korporasi melahirkan dominasi.
2️⃣ Efisiensi Ditentukan Skala
Pertanian skala kecil sulit bersaing. SunRice membuktikan bahwa volume dalam satu entitas bisnis menciptakan efisiensi dan omzet miliaran dolar.
3️⃣ Career Choice Effect
Talenta muda tertarik pada sistem profesional. SunRice dipimpin CEO kelas dunia seperti Rob Gordon (sejak 2012, sebelumnya di Viterra Inc). Korporasi besar menarik SDM unggul.
Tanpa talenta, tidak ada daya saing.
4️⃣ Korporatisasi Adalah Syarat Pertumbuhan
Badan hukum saja tidak cukup. Korporasi harus mampu menghimpun modal melalui pasar saham. Melantai di ASX memberi ruang ekspansi yang mustahil dilakukan hanya dengan utang.
5️⃣ Platform Mengalahkan Geografi
Kekeringan tidak mematikan SunRice karena mereka memiliki platform global. Sumber bahan baku dan pasar tersebar lintas negara.
6️⃣ Riset Adalah Fondasi
RRAPL menunjukkan bahwa riset hanya efektif jika didukung platform korporasi. Inovasi varietas dan produk bernilai tambah lahir dari investasi jangka panjang.
🚀 Refleksi untuk Negeri Beras
SunRice membangun kekuatan dalam tujuh dekade.
Bukan karena mereka negeri beras.
Tetapi karena mereka membangun sistem.
Jika negeri gandum bisa menguasai bisnis beras, maka persoalannya bukan pada sawah, bukan pada petani, bukan pada pasar.
Persoalannya pada keberanian membangun korporasi, menghimpun modal rakyat, menarik talenta terbaik, dan berinvestasi pada riset.
Sejarah SunRice adalah literasi tentang disiplin, konsolidasi, dan visi jangka panjang.
Pertanyaannya tinggal satu:
Siapa yang mau memulai perjalanan 70 tahun berikutnya?
SiS, antarkita