Bumiayu Dorong Kaderisasi Kreatif dan Dakwah Kultural Melalui Fun Run 5K
Bumiayu–Brebes || AntaraKita.com — Di tengah tantangan kaderisasi kepemudaan yang kian kompleks, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Bumiayu, Daerah Brebes, menghadirkan pendekatan segar dan kontekstual. Bersama komunitas Bumiayu Runner, PCPM Bumiayu menggelar Fun Run 5 Kilometer pada Ahad, 25 Januari 2026, dengan titik start dan finish di Albarra Barberhouse, Kalierang, Bumiayu.
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai kalangan ini menjadi ruang perjumpaan lintas komunitas—mulai dari kader Pemuda Muhammadiyah, pegiat olahraga, hingga masyarakat umum. Sejak pagi hari, suasana kebersamaan, kegembiraan, dan semangat hidup sehat terasa kuat, menandai bahwa olahraga dapat menjadi medium dakwah yang efektif dan inklusif.

Lebih dari sekadar ajang lari, Fun Run 5K dimaknai sebagai dakwah kultural yang membumi sekaligus ruang kaderisasi nonformal Pemuda Muhammadiyah. Melalui pendekatan olahraga yang populer di kalangan anak muda, PCPM Bumiayu menghadirkan wajah dakwah yang ramah, menggembirakan, dan relevan dengan realitas sosial generasi muda hari ini.
Dakwah yang Bergerak, Bukan Menggurui
Fun Run 5K menjadi simbol pergeseran pendekatan dakwah Pemuda Muhammadiyah—dari yang semata berbasis mimbar dan forum formal, menuju praktik sosial nyata yang menyentuh keseharian umat. Berlari bersama menjadi bahasa universal yang mudah diterima, tanpa sekat ideologis maupun organisatoris.
Ketua Panitia Fun Run 5K, Khawarizmi, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Lembaga Seni, Budaya, dan Olahraga (LSBO) PCPM Bumiayu, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang secara sadar sebagai media dakwah alternatif.
“Alhamdulillah, Fun Run 5K ini diikuti sekitar seratus peserta dari berbagai latar belakang. Kami merancangnya sebagai ikhtiar dakwah melalui olahraga—dakwah yang sehat, menggembirakan, dan membumi. Harapannya, kegiatan ini bukan hanya tentang berlari, tetapi juga membuka ruang silaturahmi dan kaderisasi Pemuda Muhammadiyah,” ujarnya.
Menurut Khawarizmi, olahraga memiliki kekuatan sosial yang besar. Ia mampu menyatukan orang-orang dengan latar belakang berbeda dalam suasana setara, tanpa jarak struktural. Di situlah nilai dakwah bekerja secara alami—melalui keteladanan, kebersamaan, dan pengalaman kolektif.
Gerakan “Bumiayu Berlari” dan Spirit Kaderisasi
Ketua PCPM Bumiayu, Nur Zaman, S.Pd., menegaskan bahwa Fun Run 5K merupakan bagian dari gerakan “PCM Bumiayu Berlari”, sebuah ikhtiar membangun fondasi kader Muhammadiyah yang kuat secara fisik, mental, dan sosial.
“Gerakan PCM Bumiayu Berlari bukan hanya ajakan hidup sehat, tetapi bagian dari kaderisasi. Tubuh yang sehat adalah amanah, gerak yang konsisten adalah disiplin perjuangan, dan kebersamaan adalah energi dakwah,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kaderisasi Pemuda Muhammadiyah tidak cukup hanya melalui pengkaderan formal seperti pelatihan dan kajian. Diperlukan ruang-ruang kreatif yang mampu membentuk karakter kader secara utuh—disiplin, tangguh, mampu bekerja dalam tim, dan memiliki kepekaan sosial.
Dalam konteks ini, olahraga menjadi sarana strategis. Disiplin latihan, konsistensi gerak, dan kebersamaan dalam berlari merepresentasikan nilai-nilai perjuangan yang sejalan dengan ideologi Muhammadiyah.
Kolaborasi Lintas Komunitas sebagai Praktik Inklusivitas
Dari pihak komunitas, Sandy Sabrina, Ketua Bumiayu Runner, memandang Fun Run 5K sebagai ruang temu yang sehat dan inklusif antara Pemuda Muhammadiyah dan masyarakat luas.
“Ketika tubuh bergerak, semangat pun ikut tumbuh. Inilah energi positif yang ingin kami rawat bersama PCPM Bumiayu. Berlari bersama kader dan masyarakat menghadirkan rasa bahagia, kebersamaan, dan semangat untuk terus bergerak,” ungkapnya.
Menurut Sandy, kegiatan ini menunjukkan bahwa gerakan Pemuda Muhammadiyah mampu beradaptasi dengan selera dan dinamika anak muda. Dakwah tidak selalu harus disampaikan dalam bahasa formal, tetapi bisa hadir dalam aktivitas yang menyenangkan dan bermakna.
Olahraga sebagai Jembatan Dakwah dan Penguatan Karakter
Fun Run 5K sekaligus menegaskan bahwa olahraga adalah jembatan dakwah dan penguatan karakter. Peserta tidak hanya memperoleh manfaat fisik, tetapi juga merasakan nilai kebersamaan, sportivitas, disiplin, dan kepedulian sosial.
Dari langkah-langkah kecil yang dijalani bersama, tumbuh kesadaran kolektif bahwa dakwah bukan sekadar narasi, melainkan gerakan hidup. Inilah dakwah kultural Pemuda Muhammadiyah—hidup di tengah masyarakat, menyatu dengan denyut sosial, dan menjawab kebutuhan zaman.
Menjadi Tradisi Positif dan Agenda Kaderisasi Berkelanjutan
PCPM Bumiayu berharap Fun Run 5K dapat menjadi tradisi positif tahunan, sekaligus pemantik lahirnya agenda-agenda kreatif lainnya. Tidak hanya untuk memperkuat jaringan internal Pemuda Muhammadiyah, tetapi juga memperluas interaksi sosial, membuka peluang kolaborasi lintas komunitas, serta menanamkan semangat berkontribusi sejak dini bagi generasi muda.
Dengan pendekatan dakwah yang adaptif dan inklusif ini, PCPM Bumiayu menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kaderisasi yang relevan, membumi, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Dari Bumiayu, langkah-langkah kecil ini diharapkan menjadi bagian dari gerak besar Pemuda Muhammadiyah dalam menyiapkan generasi penerus yang sehat, berdaya juang, dan siap mengabdi untuk umat dan bangsa.
(Tarqum Aziz | JurnalisMu Banyumas Raya)