You are currently viewing Ekosistem Bisnis Beras Muhammadiyah  Dari Kekuatan Hulu Menuju Kedaulatan Hilir

Ekosistem Bisnis Beras Muhammadiyah Dari Kekuatan Hulu Menuju Kedaulatan Hilir

🌾 Ekosistem Bisnis Beras Muhammadiyah

Dari Kekuatan Hulu Menuju Kedaulatan Hilir

Oleh SiS, antarkita

Indonesia sejak lama dikenal sebagai negara agraris. Julukan itu bukan tanpa alasan. Tanah subur, iklim tropis, serta tradisi pertanian yang kuat menjadikan Indonesia sebagai salah satu produsen pangan utama di kawasan.

Kemampuan memproduksi benih padi unggul, penggunaan pupuk berkualitas, hingga penguasaan teknik budidaya modern sudah tidak diragukan lagi. Tidak terkecuali para petani yang tergabung dalam Jaringan Tani Muhammadiyah (Jatam). Kapasitas teknis di sektor hulu relatif kuat.

Namun persoalan nyata muncul ketika hasil panen tiba.

⚠️ Hulu Kuat, Hilir Rapuh

Masalah utama petani bukan lagi soal tanam dan panen. Tantangan terbesar justru berada di sektor hilir:

Daya serap gabah yang tidak menentu

Harga yang fluktuatif dan sering jatuh saat panen raya

Ketergantungan pada tengkulak

Lemahnya akses penggilingan dan distribusi

Tidak adanya kepastian pasar

Petani bisa berhasil memproduksi, tetapi gagal menikmati nilai tambah.

Inilah paradoks pertanian kita: produksi meningkat, tetapi kesejahteraan stagnan.

Tanpa sistem hilir yang kuat, petani akan terus menjadi price taker, bukan price maker.

🤝 Sosialisasi Ekosistem Bisnis Beras: Langkah Strategis

Menyadari persoalan tersebut, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) dan Jaringan Tani Muhammadiyah (Jatam) Banyumas serta Purbalingga mengikuti Sosialisasi Ekosistem Bisnis Beras yang diselenggarakan oleh MPM Wilayah dan Jatam Jawa Tengah.

Kegiatan ini dilaksanakan di:

📍 Aula Abu Dardiri PDM Banyumas

📅 Senin, 16 Februari 2026

⏰ Pukul 08.00–11.00 WIB

Acara dipandu oleh Ketua MPM PDM Banyumas, Ir. Sugiyanto, dengan narasumber:

Ketua MPM Jawa Tengah, Ir. Fathur Rahman

Ketua Jatam Jawa Tengah, Ir. Hery

Forum ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan fondasi membangun sistem terintegrasi dari hulu hingga hilir.

🌾 Apa Itu Ekosistem Bisnis Beras?

Ekosistem bisnis beras bukan hanya soal menanam dan menjual gabah.

Ia mencakup:

1️⃣ Produksi benih dan budidaya

2️⃣ Penguatan kelembagaan petani

3️⃣ Penggilingan dan standarisasi kualitas

4️⃣ Packaging dan branding

5️⃣ Distribusi yang terorganisir

6️⃣ Kepastian pasar (offtaker)

7️⃣ Konsumsi oleh jaringan internal

Dengan ekosistem ini, nilai tambah tidak berhenti di tengkulak, tetapi kembali ke petani dan komunitas.

🏫 Potensi Besar Pasar Internal Muhammadiyah

Di sinilah letak peluang besar.

Muhammadiyah memiliki:

Sekolah dari TK hingga Perguruan Tinggi

Rumah sakit dan klinik

Panti asuhan

Pondok pesantren

Amal usaha di berbagai sektor

Jutaan kader dan simpatisan

Jika pasar internal ini terintegrasi dalam ekosistem bisnis beras, maka:

✔ Petani memiliki kepastian serapan

✔ Harga lebih stabil

✔ Konsumen mendapatkan beras berkualitas

✔ Uang berputar di dalam komunitas

Dari warga untuk warga.

Dari petani untuk umat.

🔄 PR Besar: Integrasi dan Komitmen Kolektif

Namun realitasnya, integrasi internal masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Sering kali:

Amal usaha membeli dari pasar umum

Tidak ada sistem pengadaan terkoordinasi

Belum ada standardisasi produk bersama

Belum ada manajemen distribusi terpusat

Padahal jika seluruh lini terhubung dalam satu sistem, Muhammadiyah bisa membangun kekuatan ekonomi berbasis jaringan yang luar biasa.

🌱 Lebih dari Sekadar Beras

Ekosistem bisnis beras bukan hanya proyek ekonomi.

Ini adalah:

Model pemberdayaan berbasis organisasi

Latihan membangun tata kelola bisnis modern

Penguatan solidaritas ekonomi jamaah

Pondasi menuju kedaulatan pangan

Jika berhasil, model ini dapat direplikasi pada komoditas lain: jagung, kedelai, hortikultura, peternakan.

✊ Momentum Lompatan Strategis

Sosialisasi ini menjadi momentum penting.

Dari ruang Aula Abu Dardiri, lahir gagasan besar:

Muhammadiyah tidak hanya menjadi gerakan dakwah dan pendidikan, tetapi juga menjadi gerakan ekonomi yang sistemik dan terintegrasi.

Petani tidak lagi berdiri sendiri.

Organisasi tidak lagi berjalan parsial.

Pasar tidak lagi liar tanpa kendali.

Yang dibangun adalah sistem.

Karena di era persaingan global, yang menang bukan yang paling kuat secara individu, tetapi yang paling terorganisir secara kolektif.

Ekosistem bisnis beras ini adalah langkah nyata menuju kemandirian, keberlanjutan, dan kesejahteraan petani Muhammadiyah.

🌾 Saatnya dari sawah menuju sistem.

🌾 Dari panen menuju kedaulatan.

🌾 Dari gerakan sosial menuju kekuatan ekonomi.

SiS, antarkita

Tinggalkan Balasan