MUHAMMADIYAH JATENG GELAR BIMTEK SIM SATUMU
Percepat Transformasi Digital Persyarikatan**
Surakarta, 6 Januari 2026 — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) SIM SatuMu, sebuah upaya strategis mempercepat transformasi digital organisasi. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meeting Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini dilaksanakan pada Minggu, 4 Januari 2026, dan dihadiri oleh para peserta dari berbagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Tengah serta pengurus Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR).
SIM SatuMu merupakan platform digital berbasis website terpadu yang menjadi bagian dari Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) — sistem satu data yang mengintegrasikan berbagai layanan organisasi, mulai dari pencatatan data keanggotaan, iuran, hingga layanan administratif lainnya untuk memperkokoh tata kelola persyarikatan secara modern dan efisien.
Acara dibuka dengan sambutan dari Prof. Anam Sutopo, S.Pd., M.Hum., Pimpinan UMS, yang menyampaikan dukungan penuh institusi pendidikan ini terhadap program transformasi digital Muhammadiyah melalui platform SatuMu. Menurutnya, UMS sebagai salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) memiliki komitmen kuat dalam mendukung kegiatan persyarikatan yang inovatif dan berkelanjutan.
Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., bersama Wakil Ketua PWM, Drs. H. Wahyudi, M.Pd., hadir dan memberikan arahan strategis dalam pembukaan kegiatan. Dalam sambutannya, Ketua PWM menegaskan pentingnya digitalisasi organisasi berdasarkan keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Kota Surakarta, serta peran SatuMu dalam menjawab tantangan pengelolaan organisasi yang terus berkembang tanpa kehilangan karakter dan nilai-nilai Muhammadiyah.
Kegiatan diisi dengan sesi edukatif, termasuk pemaparan tentang sistem DOM sebagai ruang kolaboratif yang memungkinkan pengelolaan unsur dan entitas organisasi secara menyeluruh di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.
Kegiatan ini juga menghadirkan mitra strategis dari dunia perbankan. Herry Hykmanto, Direktur Bank Danamon Syariah dan Sustainability Finance, menyatakan kesiapan institusinya mendukung sistem keuangan Muhammadiyah berbasis digital. Ia menambahkan bahwa Bank Danamon Syariah menyediakan layanan berbasis teknologi dengan akses mudah tanpa biaya tambahan, serta didukung oleh community officer yang siap membantu peserta bila mengalami kesulitan teknis.
Untuk memperkuat pemahaman mengenai ecosystem layanan digital, kegiatan dibekali oleh keynote speech dari Ketua Majelis Pustaka dan Informasi, Prof. Dr. Muchlas, M.T., yang menjelaskan sembilan pilar transformasi digital Muhammadiyah. Pilar-pilar tersebut meliputi:
Identitas digital, Digitalisasi proses bisnis organisasi, Keamanan siber, Keterbukaan dan kemudahan akses, Partisipasi warga persyarikatan dan masyarakat luas, Keberlanjutan, Inklusivitas, Dashboard dinamis berbasis data real-time, Pengambilan keputusan berbasis data dan kecerdasan buatan (AI)
Prof. Muchlas menekankan bahwa transformasi digital tidak hanya sekadar adopsi teknologi, tetapi juga perubahan budaya organisasi yang adaptif dan responsif terhadap dinamika zaman.
Selain sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan praktek langsung penginputan data DOM, simulasi alur kerja pendaftaran E-KTAM, dan sesi pembinaan lanjutan bersama mitra Bank Danamon Syariah. Rangkaian kegiatan ini dimaksudkan untuk memastikan implementasi SatuMu dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh elemen persyarikatan.
(Dikutip dari suaramuhammadiyah.id)