Antarkita

8 Januari 2026

Kabarkita, Peluang Usaha, Prespektif, Ruang Kita

Cahaya, Biskuit Muhammadiyah Hadir di Banyumas

Cahaya, Biskuit Muhammadiyah Hadir di Banyumas Banyumas | Antarkita – Januari 2026 Upaya penguatan ekonomi umat yang digerakkan oleh perempuan Muhammadiyah terus menunjukkan geliat nyata. Salah satunya melalui kehadiran Biskuit Cahaya, produk unggulan Muhammadiyah yang kini resmi hadir dan menjangkau wilayah Karesidenan Banyumas. Biskuit Cahaya merupakan usaha milik PT. EAHM (Ekonomi ‘Aisyiyah Hasanah Makmur) di bawah naungan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah. Produk ini lahir sebagai ikhtiar membangun kemandirian ekonomi sekaligus menyalurkan nilai dakwah dan kepedulian sosial melalui jalur usaha yang berkelanjutan. Perjalanan Biskuit Cahaya dimulai pada awal tahun 2025 dengan memproduksi Biskuit Cahaya Marie Susu edisi Lebaran 1446 H / 2025 M. Antusiasme masyarakat yang tinggi mendorong pengembangan produk dalam kemasan single pack agar lebih mudah dijangkau. Memasuki tahun 2026, PT. EAHM kembali menghadirkan inovasi dengan meluncurkan Biskuit & Wafer Cahaya Spesial Lebaran 1447 H, yang terdiri dari tiga varian unggulan, yaitu: Assorted Biskuit Cahaya & Wafer Wafer Cahaya rasa Chocolate & Vanila Biskuit Cahaya Marie Susu Spesial dalam kemasan box segi enam Menariknya, Biskuit Cahaya tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis semata. Sebagian keuntungan penjualan dialokasikan untuk donasi kemanusiaan, di antaranya untuk Palestina dan penanganan bencana di Sumatera, sehingga setiap pembelian menjadi bagian dari gerakan solidaritas dan kebermanfaatan sosial. Untuk wilayah eks-Karesidenan Banyumas, distribusi dan koordinasi Biskuit Cahaya diampu oleh PIC Area, Rima Yulianti (0852 2750 6848). Operasional Biskuit Cahaya sendiri telah berjalan sejak Januari 2025 dan kini dapat diakses di sejumlah titik layanan resmi berikut: Cilacap Kedai ‘Aisyiyah / Daycare Lansia Jl. Laut No. 17 RT 01 RW 13, Cilacap CP: 0815 4277 1035 Banyumas KSU Syariah ‘Aisyiyah Gedung Balai ‘Aisyiyah Banyumas Jl. Masjid Gg. II No. 1, Purwokerto CP: 0822 2845 8488 Purbalingga Jl. Alun-alun Selatan Komplek Perguruan Muhammadiyah Purbalingga (Kantor Sekretariat PDA) CP: 0812 2635 554 / 0896 8379 0532 Banjarnegara Toko Qta Jl. Jend. Sudirman No. 27, Banjarnegara CP: 0896 6554 7452 Jam operasional menyesuaikan kebijakan masing-masing kabupaten. Layanan ambil langsung di lokasi tersedia, dengan jangkauan distribusi meliputi seluruh wilayah Karesidenan Banyumas. Adapun harga satuan Biskuit Cahaya ditetapkan sebagai berikut: Assorted Biskuit & Wafer: Rp35.000 per kaleng Wafer Cahaya Chocolate & Vanila: Rp33.500 per kaleng Biskuit Cahaya Spesial: Rp32.500 per box (isi 15 sachet) Informasi pembelian grosir dapat dikonsultasikan langsung dengan PIC di masing-masing kabupaten. Lebih dari sekadar produk konsumsi, Biskuit Cahaya digerakkan oleh semangat kolektif. Sebuah motivasi yang terus digaungkan dalam gerakan ini berbunyi: Jika hati sudah bersuara, ego akan kita tanggalkan. Tak banyak tanya, tak banyak alasan. Kaki dan tangan bergerak, niat disatukan untuk berjihad dengan cara sederhana: Satu Rumah, Satu Kaleng Cahaya. Dari rumah masing-masing, cahaya itu dinyalakan. Bersama, Biskuit Cahaya diharapkan menjadi simbol kebangkitan ekonomi umat, solidaritas kemanusiaan, dan dakwah yang membumi.

Peluang Usaha, Ruang Kita

Cahaya, Biskuit Muhammadiyah Hadir di Banyumas

Cahaya, Biskuit Muhammadiyah Hadir di Banyumas Banyumas | Antarkita – Januari 2026 Upaya penguatan ekonomi umat yang digerakkan oleh perempuan Muhammadiyah terus menunjukkan geliat nyata. Salah satunya melalui kehadiran Biskuit Cahaya, produk unggulan Muhammadiyah yang kini resmi hadir dan menjangkau wilayah Karesidenan Banyumas. Biskuit Cahaya merupakan usaha milik PT. EAHM (Ekonomi ‘Aisyiyah Hasanah Makmur) di bawah naungan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah. Produk ini lahir sebagai ikhtiar membangun kemandirian ekonomi sekaligus menyalurkan nilai dakwah dan kepedulian sosial melalui jalur usaha yang berkelanjutan. Perjalanan Biskuit Cahaya dimulai pada awal tahun 2025 dengan memproduksi Biskuit Cahaya Marie Susu edisi Lebaran 1446 H / 2025 M. Antusiasme masyarakat yang tinggi mendorong pengembangan produk dalam kemasan single pack agar lebih mudah dijangkau. Memasuki tahun 2026, PT. EAHM kembali menghadirkan inovasi dengan meluncurkan Biskuit & Wafer Cahaya Spesial Lebaran 1447 H, yang terdiri dari tiga varian unggulan, yaitu: Assorted Biskuit Cahaya & Wafer Wafer Cahaya rasa Chocolate & Vanila Biskuit Cahaya Marie Susu Spesial dalam kemasan box segi enam Menariknya, Biskuit Cahaya tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis semata. Sebagian keuntungan penjualan dialokasikan untuk donasi kemanusiaan, di antaranya untuk Palestina dan penanganan bencana di Sumatera, sehingga setiap pembelian menjadi bagian dari gerakan solidaritas dan kebermanfaatan sosial. Untuk wilayah eks-Karesidenan Banyumas, distribusi dan koordinasi Biskuit Cahaya diampu oleh PIC Area, Rima Yulianti (0852 2750 6848). Operasional Biskuit Cahaya sendiri telah berjalan sejak Januari 2025 dan kini dapat diakses di sejumlah titik layanan resmi berikut: Cilacap Kedai ‘Aisyiyah / Daycare Lansia Jl. Laut No. 17 RT 01 RW 13, Cilacap CP: 0815 4277 1035 Banyumas KSU Syariah ‘Aisyiyah Gedung Balai ‘Aisyiyah Banyumas Jl. Masjid Gg. II No. 1, Purwokerto CP: 0822 2845 8488 Purbalingga Jl. Alun-alun Selatan Komplek Perguruan Muhammadiyah Purbalingga (Kantor Sekretariat PDA) CP: 0812 2635 554 / 0896 8379 0532 Banjarnegara Toko Qta Jl. Jend. Sudirman No. 27, Banjarnegara CP: 0896 6554 7452 Jam operasional menyesuaikan kebijakan masing-masing kabupaten. Layanan ambil langsung di lokasi tersedia, dengan jangkauan distribusi meliputi seluruh wilayah Karesidenan Banyumas. Adapun harga satuan Biskuit Cahaya ditetapkan sebagai berikut: Assorted Biskuit & Wafer: Rp35.000 per kaleng Wafer Cahaya Chocolate & Vanila: Rp33.500 per kaleng Biskuit Cahaya Spesial: Rp32.500 per box (isi 15 sachet) Informasi pembelian grosir dapat dikonsultasikan langsung dengan PIC di masing-masing kabupaten. Lebih dari sekadar produk konsumsi, Biskuit Cahaya digerakkan oleh semangat kolektif. Sebuah motivasi yang terus digaungkan dalam gerakan ini berbunyi: Jika hati sudah bersuara, ego akan kita tanggalkan. Tak banyak tanya, tak banyak alasan. Kaki dan tangan bergerak, niat disatukan untuk berjihad dengan cara sederhana: Satu Rumah, Satu Kaleng Cahaya. Dari rumah masing-masing, cahaya itu dinyalakan. Bersama, Biskuit Cahaya diharapkan menjadi simbol kebangkitan ekonomi umat, solidaritas kemanusiaan, dan dakwah yang membumi.

Prespektif, Ruang Kita

Antarkita: Bukan Sekadar Driver, Melainkan Duta Bisnis dan Jalan Perubahan Hidup

Antarkita: Bukan Sekadar Driver, Melainkan Duta Bisnis dan Jalan Perubahan Hidup Di banyak ruang ekonomi digital hari ini, profesi driver kerap dipersempit maknanya. Driver dianggap sekadar pelaksana teknis—mengantar, menjemput, menyelesaikan order, lalu selesai. Pola ini secara perlahan membentuk keyakinan yang membatasi (limiting beliefs): “Saya hanya driver.” “Peran saya tidak lebih dari ini.” “Saya tidak punya peluang naik kelas.” Keyakinan inilah yang sesungguhnya menjadi penjara tidak kasat mata. Bukan sistem, bukan keadaan, melainkan cara berpikir yang akhirnya membatasi potensi manusia itu sendiri. Antarkita.com hadir untuk membongkar penjara tersebut. Bergabung menjadi driver ojek online Antarkita.com bukan sekadar memilih pekerjaan, tetapi memasuki ekosistem pembinaan manusia dan bisnis. Di Antarkita, driver tidak diposisikan sebagai objek algoritma, melainkan subjek ekonomi—manusia bernilai yang memiliki potensi, jejaring, dan masa depan. Driver Antarkita sebagai Duta Bisnis Antarkita memandang driver sebagai duta bisnis. Mengapa? Karena driver berada di titik paling strategis dalam ekosistem sosial: bertemu banyak orang setiap hari, hadir di berbagai lapisan masyarakat, membangun interaksi yang bersifat personal dan berulang, serta dipercaya oleh customer dalam ruang yang sangat manusiawi. Kepercayaan adalah mata uang paling mahal dalam dunia bisnis. Dan driver memilikinya. Di sinilah layanan transportasi bukan tujuan akhir, melainkan entry point—pintu masuk untuk memahami kebutuhan manusia yang lebih luas. Ketika hubungan terbangun bukan atas dasar transaksi semata, tetapi kepedulian dan empati, maka driver berubah dari sekadar pengantar menjadi sahabat customer. Neuropreneurship: Reset Mindset, Lepaskan Limiting Beliefs Untuk mendukung transformasi ini, Antarkita menggandeng pakar dan praktisi Neuro Linguistic Programming (NLP), Drs. Waidi, MBA, CPC. Melalui pendekatan Neuropreneurship, para driver dibimbing untuk: mengenali pola pikir bawah sadar yang selama ini membatasi, membongkar keyakinan negatif tentang diri dan profesi, mengganti limiting belief dengan empowering belief, serta membangun identitas baru sebagai pelaku bisnis dan agen solusi. Neuropreneurship menegaskan satu hal penting: wirausaha bukan soal kecerdasan IQ atau besar kecilnya modal, tetapi soal mindset, keberanian, konsistensi, dan makna hidup. Banyak orang gagal bukan karena tidak mampu, tetapi karena terlalu lama percaya bahwa dirinya tidak pantas berhasil. Ragam Pengembangan Bisnis Driver Antarkita sebagai Duta Bisnis Dengan mindset yang tepat dan pendampingan yang berkelanjutan, driver Antarkita dapat berkembang menjadi duta di berbagai lini bisnis strategis, antara lain: 1. Duta Umrah dan Wisata Religi Banyak masyarakat ingin berangkat umrah, tetapi bingung memilih layanan yang amanah. Driver Antarkita dapat menjadi penghubung: informasi paket umrah terpercaya, edukasi perjalanan religi, hingga pendamping awal calon jamaah. Di sini, driver bukan menjual mimpi, tetapi menyambungkan niat ibadah dengan solusi yang benar. 2. Duta Otomotif Mobil dan Motor Sebagai pengguna dan pengamat langsung dunia transportasi, driver memahami kebutuhan otomotif secara nyata. Mereka dapat menjadi duta: jual beli motor dan mobil, kendaraan baru dan bekas, aksesoris, servis, hingga pembiayaan. Relasi yang dibangun bukan berbasis promosi agresif, melainkan rekomendasi berbasis pengalaman dan kepercayaan. 3. Duta Properti Driver setiap hari menyaksikan realitas hunian masyarakat: rumah, kos, kontrakan, hingga kawasan baru. Dengan ekosistem Antarkita, driver dapat menjadi penghubung: rumah tinggal, kos mahasiswa, tanah kavling, perumahan berbasis komunitas dan nilai. Properti tidak lagi eksklusif, tetapi inklusif dan berbasis kebutuhan riil. 4. Duta Jasa Bangun dan Renovasi Banyak keluarga ingin membangun atau merenovasi rumah, namun tidak tahu harus ke mana. Driver Antarkita bisa menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dan penyedia jasa bangun yang profesional, jujur, dan bertanggung jawab. 5. Duta Wisata dan Ekonomi Lokal Driver adalah saksi hidup potensi daerah: desa wisata, kuliner UMKM, event lokal, dan kearifan budaya setempat. Dengan peran ini, driver ikut menggerakkan ekonomi lokal dan menjaga keberlanjutan sosial. Bersandar pada Rahmat Allah SWT, Bukan Sekadar Keadaan Semua ikhtiar ini berpijak pada satu keyakinan fundamental: Rahmat Allah SWT lebih besar daripada masalah manusia. Banyak orang berhenti melangkah karena merasa: latar belakangnya tidak mendukung, keadaannya tidak ideal, atau masa lalunya terlalu berat. Padahal Allah sendiri menegaskan bahwa rahmat-Nya meliputi segala sesuatu. Ketika manusia mau berusaha, belajar, dan bertawakal, maka keterbatasan bukan lagi alasan untuk menyerah, melainkan pintu pertumbuhan. Antarkita tidak menjanjikan jalan instan. Yang ditawarkan adalah jalan bertumbuh—jalan yang memanusiakan manusia, membangun ekonomi berbasis nilai, dan menempatkan kerja sebagai bagian dari ibadah. Antarkita: Mengantar Lebih dari Sekadar Penumpang Antarkita bukan sekadar platform. Ia adalah gerakan kesadaran ekonomi. Bersama Antarkita: driver tidak hanya mengantar orang, tetapi mengantar harapan, membuka peluang, membangun kepercayaan, dan menata masa depan bersama. Karena ketika limiting beliefs runtuh, mindset dibenahi, dan rahmat Allah dijadikan sandaran, maka profesi apa pun—termasuk driver—dapat menjadi jalan hidup yang bermartabat, mandiri, dan penuh keberkahan. SiS, Antarkita

Kabarkita, Ruang Kita

Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Purwojati Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna

Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Purwojati Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna Purwojati, Banyumas — Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Purwojati berlangsung khidmat dan penuh makna pada Rabu, 7 Januari 2025, bertempat di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi dan penguatan mutu kepemimpinan sekolah dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan. Kedatangan tim asesor dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, yakni Dra. Wiwi Parluki, M.Pd. dan Dr. H. Bahrodin, M.M.Pd., disambut hangat dengan tari Saman yang dipersembahkan para siswi SMP Muhammadiyah Purwojati di halaman sekolah. Sambutan tersebut mencerminkan semangat kebersamaan, pelestarian budaya, serta penguatan karakter peserta didik. Kegiatan diawali dengan seremonial pembukaan berupa salam pembuka, doa bersama, dan pengantar dari pembawa acara. Dalam pengantarnya ditegaskan bahwa evaluasi kinerja kepala sekolah bukan sekadar agenda administratif, melainkan sarana refleksi dan pembinaan demi peningkatan mutu kepemimpinan dan tata kelola sekolah. Komitmen Berbenah dan Digitalisasi Sekolah Dalam sambutannya, Kepala SMP Muhammadiyah Purwojati, Nur Khasbi, S.H.I., M.M., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Purwojati, Ketua Komite Sekolah Bapak H. Siswanto, serta tim asesor dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas atas pendampingan yang diberikan. “Evaluasi ini kami maknai sebagai cermin untuk melihat sejauh mana ikhtiar kami dalam memajukan sekolah. Kami terbuka terhadap masukan dan siap berbenah demi peningkatan mutu pendidikan di SMP Muhammadiyah Purwojati,” ujar Nur Khasbi. Ia juga memaparkan laporan singkat kinerja sekolah yang mencakup pelaksanaan program kerja, peningkatan mutu pembelajaran dan kedisiplinan, penguatan karakter peserta didik, serta pengelolaan sarana prasarana dan administrasi sekolah. Lebih lanjut, Nur Khasbi menegaskan arah pengembangan sekolah ke depan. “Ke depan, seluruh program sekolah akan terintegrasi dengan Rapor Pendidikan Sekolah dan sistem data berbasis ruang digital. Kami ingin tata kelola sekolah semakin transparan, terukur, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” tambahnya. Evaluasi sebagai Instrumen Pembinaan Sambutan kedua disampaikan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Purwojati, Agus Yunianto, S.Pd. Ia menekankan bahwa evaluasi kinerja kepala sekolah harus dipahami sebagai bagian dari proses pembinaan berkelanjutan. “Evaluasi ini bukan untuk mencari kekurangan semata, tetapi sebagai instrumen pembinaan agar kepala sekolah dan seluruh warga sekolah terus bertumbuh dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” ungkapnya. Ia juga mengapresiasi kinerja kepala sekolah beserta seluruh warga SMP Muhammadiyah Purwojati. “Kepala sekolah adalah pemimpin, manajer, sekaligus teladan. Kami berharap SMP Muhammadiyah Purwojati terus menjaga identitas persyarikatan dan mampu menjawab tantangan pendidikan modern tanpa meninggalkan akhlak mulia,” tegasnya. Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Purwojati menegaskan komitmen persyarikatan untuk terus mendampingi dan mendukung peningkatan mutu sekolah secara berkesinambungan. Bagian dari Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pengawas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa evaluasi kinerja kepala sekolah merupakan bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan. “Evaluasi kinerja kepala sekolah bertujuan memastikan bahwa penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai standar nasional serta mendorong peningkatan kualitas guru dan hasil belajar peserta didik,” jelasnya. Beliau juga mengapresiasi sinergi yang terbangun antara sekolah, persyarikatan, dan berbagai pemangku kepentingan. “Kami melihat adanya kerja sama yang baik antara SMP Muhammadiyah Purwojati dengan berbagai pihak. Hal ini perlu terus diperkuat melalui inovasi pembelajaran, tata kelola yang baik, dan layanan pendidikan yang prima,” tambahnya. Pengawas Dinas Pendidikan berharap hasil evaluasi ini dapat menjadi bahan perbaikan berkelanjutan bagi sekolah serta berkontribusi positif bagi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Banyumas. Menuju Sekolah Unggul dan Berdaya Saing Melalui kegiatan evaluasi kinerja ini, diharapkan terbangun budaya refleksi dan peningkatan berkelanjutan yang berdampak pada profesionalisme kepala sekolah, penguatan tata kelola sekolah, serta terwujudnya SMP Muhammadiyah Purwojati sebagai sekolah yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. SiS | Antarkita

Kabarkita, Peluang Usaha, Prespektif, Ruang Kita

LEGON: Budidaya Lele dalam Galon

LEGON: Budidaya Lele dalam Galon Solusi Ketahanan Pangan dan Kepedulian Lingkungan Mewujudkan anak yang sehat dalam masa pertumbuhan membutuhkan pemenuhan gizi yang seimbang, terutama asupan protein yang sesuai dengan kebutuhan usia. Dalam konteks penanganan stunting, ketersediaan makanan bergizi bukan sekadar anjuran, tetapi keharusan yang harus diupayakan secara nyata hingga ke tingkat keluarga. Protein hewani menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak. Salah satu solusi sederhana, murah, dan mudah diterapkan untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga adalah melalui budidaya ikan lele. Inovasi LEGON (Lele Galon) hadir dengan memanfaatkan galon bekas air minum yang selama ini sering berakhir sebagai limbah. Alih-alih dibuang, galon bekas dapat diolah menjadi media budidaya ikan lele yang praktis, efisien, dan ramah lingkungan. Metode ini tidak membutuhkan lahan luas, cukup memanfaatkan halaman rumah, teras, atau ruang sempit yang tersedia. Budidaya lele menggunakan galon air mineral memiliki sejumlah manfaat yang signifikan. Dari sisi biaya, penggunaan galon bekas menjadikan modal awal sangat terjangkau dibandingkan pembangunan kolam atau penggunaan tangki besar. Galon mudah diperoleh, bahkan dapat dimanfaatkan dari limbah rumah tangga yang tidak terpakai. Selain itu, ukurannya yang relatif kecil membuat galon fleksibel dan mudah dipindahkan, sehingga penataan lokasi budidaya dapat disesuaikan dengan kondisi rumah. Metode LEGON juga cocok diterapkan dalam skala kecil, baik untuk kebutuhan konsumsi keluarga maupun sebagai hobi produktif. Bagi pemula yang ingin belajar budidaya ikan tanpa risiko besar, galon menjadi media yang sederhana dan mudah dikontrol. Kualitas air seperti pH, suhu, dan tingkat oksigen dapat dipantau lebih teliti karena volume air yang terbatas. Pengelolaan pakan dan nutrisi pun menjadi lebih terukur, sehingga pertumbuhan ikan lele dapat berlangsung optimal. Namun demikian, budidaya lele dalam galon juga memiliki tantangan yang perlu diperhatikan. Kapasitas galon yang terbatas membatasi jumlah ikan yang dapat dipelihara. Kepadatan tebar harus diatur dengan baik agar ikan tidak stres dan tetap tumbuh sehat. Selain itu, galon lebih rentan terhadap perubahan suhu dibandingkan kolam besar, sehingga penempatan dan perlindungan dari paparan panas atau hujan ekstrem menjadi hal penting. Pemeliharaan rutin menjadi kunci keberhasilan LEGON. Pergantian air secara berkala, pembersihan galon, serta pemantauan kesehatan ikan harus dilakukan secara konsisten. Ketersediaan nutrisi yang cukup dan seimbang juga wajib diperhatikan, karena pakan yang tidak tepat atau berlebihan dapat menurunkan kualitas air dan menghambat pertumbuhan ikan. Dalam beberapa waktu terakhir, budidaya lele dalam galon menjadi tren dan viral di media sosial. Metode ini menarik perhatian banyak orang karena dinilai praktis, hemat tempat, dan cocok diterapkan di wilayah perkotaan dengan lahan terbatas. Dengan modal galon bekas dan peralatan sederhana, masyarakat dapat memulai budidaya lele sebagai sumber protein keluarga maupun usaha sampingan. Meski terlihat mudah, kegagalan dalam ternak lele di galon sering dialami pemula, terutama akibat air yang cepat bau. Akumulasi sisa pakan dan kotoran dalam volume air yang terbatas menyebabkan peningkatan kadar amonia secara drastis, sehingga menimbulkan aroma tidak sedap dan membahayakan kesehatan ikan. Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta menegaskan bahwa pengelolaan limbah organik dan sirkulasi oksigen merupakan kunci keberhasilan ekosistem akuatik skala kecil. Berdasarkan standar operasional prosedur budidaya ikan air tawar yang diterbitkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, terdapat beberapa solusi efektif untuk mengatasi permasalahan air bau pada ternak lele di galon. Penyedotan kotoran dasar wadah atau sistem sipon secara rutin setiap dua hari sekali menjadi langkah utama untuk mencegah penumpukan amonia. Pemberian probiotik secara berkala juga membantu mempercepat penguraian limbah organik dan menekan bakteri patogen penyebab bau. Pengaturan kepadatan tebar ikan sangat dianjurkan, dengan jumlah ideal maksimal 15 ekor bibit per galon. Manajemen pakan harus dilakukan secara terukur, diberikan sedikit demi sedikit dan dihentikan ketika ikan sudah kenyang. Untuk membantu menyerap bau dan zat berbahaya, arang kayu atau batu zeolit dapat ditempatkan di dasar galon sebagai filter alami. Penggantian air secara parsial sekitar 30 persen volume air juga disarankan agar kualitas air tetap stabil dan ikan tidak mengalami stres. Selain itu, pemanfaatan tanaman air seperti kangkung dapat berfungsi sebagai filter biologis alami. Akar tanaman membantu menyerap nitrat dari sisa kotoran ikan sekaligus menjaga kadar oksigen terlarut dalam air. Dengan pengelolaan yang tepat, lingkungan budidaya tetap bersih, ikan tumbuh sehat, dan bau tidak sedap dapat dihindari. LEGON bukan sekadar metode budidaya ikan, tetapi solusi terpadu yang menjawab persoalan gizi, ketahanan pangan keluarga, kepedulian lingkungan, dan peluang ekonomi. Dari galon bekas, lahir sumber protein sehat yang terjangkau, sekaligus peluang usaha yang menjanjikan bila dikelola dengan baik dan berkelanjutan. SiS, Antarkita

Kabarkita, Prespektif, Ruang Kita

Rancang Bangun Masa Depan Wakaf Muhammadiyah:

Rancang Bangun Masa Depan Wakaf Muhammadiyah: Wakaf Berkemajuan untuk Kemaslahatan Umat dan Bangsa** Yogyakarta, 6 Januari 2026 — Muhammadiyah menegaskan komitmennya dalam membangun wakaf berkemajuan yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat dan pembangunan bangsa. Komitmen tersebut disampaikan oleh Dr. Amirsyah Tambunan, CWC, Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam artikel bertajuk “Rancang Bangun Masa Depan Wakaf Muhammadiyah” yang dipublikasikan oleh Suara Muhammadiyah. Menurut Dr. Amirsyah, wakaf tidak boleh berhenti pada aspek penyerahan harta semata, tetapi harus memastikan manfaatnya dirasakan secara nyata dan berkelanjutan. “Wakaf berkemajuan adalah wakaf yang produktif dan berkelanjutan. Jika wakaf belum memberi manfaat, maka seluruh pemangku kepentingan bertanggung jawab untuk mendayagunakannya,” tegasnya. Nazhir Profesional sebagai Pilar Utama Ia menekankan bahwa kunci utama keberhasilan wakaf terletak pada profesionalisme nazhir. Nazhir harus memiliki kompetensi substantif berupa penguasaan ilmu perwakafan serta kompetensi metodologis berupa kemampuan mengelola wakaf dengan skema pembiayaan modern dan teknologi tepat guna. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, nazhir adalah pihak yang menerima, mengelola, dan mengembangkan harta wakaf sesuai peruntukannya. Karena itu, pengelolaan wakaf harus menjamin pokok harta tetap terjaga, sementara manfaatnya terus mengalir sebagai amal jariyah bagi kepentingan ibadah dan kesejahteraan umum. Muhammadiyah, lanjutnya, memilih nazhir kelembagaan sebagai strategi untuk memastikan wakaf dikelola secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Peran Strategis LKS-PWU Selain nazhir, Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU) memegang peran penting dalam pendayagunaan wakaf uang. LKS-PWU berfungsi sebagai perpanjangan tangan nazhir dalam menghimpun dan menginvestasikan dana wakaf secara amanah dan sesuai prinsip syariah. MPW PP Muhammadiyah telah menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah bank syariah, di antaranya BTPN Syariah dan Bukopin Syariah, untuk mengembangkan skema cash wakaf linked deposit. Kerja sama ini bertujuan mempercepat penghimpunan dan pemanfaatan wakaf uang secara produktif. Wakaf sebagai Instrumen Pembangunan Artikel tersebut juga menyoroti pentingnya mengubah paradigma wakaf yang selama ini identik dengan tanah masjid, makam, atau lembaga pendidikan. Dalam sejarah peradaban Islam, wakaf telah berperan besar dalam pembiayaan rumah sakit, jalan, jembatan, pasar, dan sistem air bersih, sebagaimana terjadi pada masa kekhalifahan dan era Ottoman. Guru Besar FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Mohammad Nur Rianto Al Arif, dalam wawancara dengan CNBC (5/1/2026), menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi wakaf yang sangat besar, baik dari sisi luas tanah wakaf maupun potensi wakaf uang yang mencapai ratusan triliun rupiah per tahun. Namun, potensi tersebut belum tergarap optimal karena pengelolaan yang masih tradisional dan terfragmentasi. Program Nasional WakafMu 2026–2027 Melalui Rapat Koordinasi Nasional MPW PP Muhammadiyah 2025, Muhammadiyah menetapkan Program Nasional WakafMu 2026–2027, yang mencakup: Penguatan kelembagaan dan SDM kenazhiran, termasuk pembentukan Task Force Nasional dan penyusunan Blueprint Sistem Kenazhiran Nasional Muhammadiyah. Pelatihan dan sertifikasi nasional bagi 500 nazhir di 10 wilayah. Pembentukan Forum Nazhir Muhammadiyah Nasional (Fornazirmu). Penerapan sistem digital nasional untuk keuangan, database aset, dan pelaporan wakaf. Pendayagunaan Wakaf Produktif Program prioritas wakaf produktif nasional meliputi empat bidang utama: Pendidikan berbasis wakaf, seperti Pesantren Eco-Saintek dan Pusdiklat Tapak Suci. Ekonomi produktif, termasuk Gedung Filantropi Muhammadiyah dan Desa Wisata Berbasis Wakaf. Green Waqf, seperti Eco-Masjid Muhammadiyah dan Gerakan Wakaf Pohon Nasional. Pertanian wakaf, melalui Integrated Smart Farming dan Greenhouse Smart Farming. Sebagai penguat, Muhammadiyah juga mengembangkan Marketplace Wakaf Nasional (wakaflink.id) sebagai platform digital fundraising, pelaporan, dan transparansi. Landasan Regulasi Wakaf Muhammadiyah Persyarikatan Muhammadiyah telah memberlakukan Pedoman Wakaf Nomor 3 Tahun 2025, yang membuka ruang wakaf dalam berbagai bentuk aset bergerak, termasuk saham, surat berharga, hak kekayaan intelektual, hingga hak sewa dan hak pakai. Regulasi ini menunjukkan bahwa wakaf Muhammadiyah memiliki prospek luas dan adaptif terhadap perkembangan zaman. “Ini adalah gambaran masa depan wakaf Muhammadiyah yang berkemajuan, produktif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” pungkas Dr. Amirsyah. Sumber: Artikel “Rancang Bangun Masa Depan Wakaf Muhammadiyah” SuaraMuhammadiyah.id, 6 Januari 2026 Penulis: Dr. Amirsyah Tambunan, CWC  

Kabarkita, Ruang Kita

MUHAMMADIYAH JATENG GELAR BIMTEK SIM SATUMU

MUHAMMADIYAH JATENG GELAR BIMTEK SIM SATUMU Percepat Transformasi Digital Persyarikatan** Surakarta, 6 Januari 2026 — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) SIM SatuMu, sebuah upaya strategis mempercepat transformasi digital organisasi. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meeting Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini dilaksanakan pada Minggu, 4 Januari 2026, dan dihadiri oleh para peserta dari berbagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Tengah serta pengurus Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR). SIM SatuMu merupakan platform digital berbasis website terpadu yang menjadi bagian dari Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) — sistem satu data yang mengintegrasikan berbagai layanan organisasi, mulai dari pencatatan data keanggotaan, iuran, hingga layanan administratif lainnya untuk memperkokoh tata kelola persyarikatan secara modern dan efisien. Acara dibuka dengan sambutan dari Prof. Anam Sutopo, S.Pd., M.Hum., Pimpinan UMS, yang menyampaikan dukungan penuh institusi pendidikan ini terhadap program transformasi digital Muhammadiyah melalui platform SatuMu. Menurutnya, UMS sebagai salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) memiliki komitmen kuat dalam mendukung kegiatan persyarikatan yang inovatif dan berkelanjutan. Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., bersama Wakil Ketua PWM, Drs. H. Wahyudi, M.Pd., hadir dan memberikan arahan strategis dalam pembukaan kegiatan. Dalam sambutannya, Ketua PWM menegaskan pentingnya digitalisasi organisasi berdasarkan keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Kota Surakarta, serta peran SatuMu dalam menjawab tantangan pengelolaan organisasi yang terus berkembang tanpa kehilangan karakter dan nilai-nilai Muhammadiyah. Kegiatan diisi dengan sesi edukatif, termasuk pemaparan tentang sistem DOM sebagai ruang kolaboratif yang memungkinkan pengelolaan unsur dan entitas organisasi secara menyeluruh di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. Kegiatan ini juga menghadirkan mitra strategis dari dunia perbankan. Herry Hykmanto, Direktur Bank Danamon Syariah dan Sustainability Finance, menyatakan kesiapan institusinya mendukung sistem keuangan Muhammadiyah berbasis digital. Ia menambahkan bahwa Bank Danamon Syariah menyediakan layanan berbasis teknologi dengan akses mudah tanpa biaya tambahan, serta didukung oleh community officer yang siap membantu peserta bila mengalami kesulitan teknis. Untuk memperkuat pemahaman mengenai ecosystem layanan digital, kegiatan dibekali oleh keynote speech dari Ketua Majelis Pustaka dan Informasi, Prof. Dr. Muchlas, M.T., yang menjelaskan sembilan pilar transformasi digital Muhammadiyah. Pilar-pilar tersebut meliputi: Identitas digital, Digitalisasi proses bisnis organisasi, Keamanan siber, Keterbukaan dan kemudahan akses, Partisipasi warga persyarikatan dan masyarakat luas, Keberlanjutan, Inklusivitas, Dashboard dinamis berbasis data real-time, Pengambilan keputusan berbasis data dan kecerdasan buatan (AI) Prof. Muchlas menekankan bahwa transformasi digital tidak hanya sekadar adopsi teknologi, tetapi juga perubahan budaya organisasi yang adaptif dan responsif terhadap dinamika zaman. Selain sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan praktek langsung penginputan data DOM, simulasi alur kerja pendaftaran E-KTAM, dan sesi pembinaan lanjutan bersama mitra Bank Danamon Syariah. Rangkaian kegiatan ini dimaksudkan untuk memastikan implementasi SatuMu dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh elemen persyarikatan. (Dikutip dari suaramuhammadiyah.id)

Scroll to Top