Antarkita

14 Januari 2026

Kabarkita, Prespektif, Ruang Kita

Pelatihan Sehari Menjadi   DRIVER JUTAWAN**

*Pertama dan Satu-Satunya di Dunia* Pelatihan Sehari Menjadi DRIVER JUTAWAN** Pernahkah Anda berpikir, mengapa di banyak platform driver harus terus berjuang, tetapi hasilnya sering terasa tidak sebanding? Di tempat lain, driver bekerja keras dengan potongan aplikasi, mengejar target harian, dan tetap berada di posisi yang sama. Lalu muncul pertanyaan yang jarang dibahas: apakah sistem seperti ini akan sanggup menopang hidup hingga usia lanjut? Tidak ada seorang pun yang bercita-cita menjadi driver seumur hidup. Kita semua tahu kenyataannya—usia terus bertambah, sementara kesehatan tidak selalu bisa dipaksakan. Jika suatu hari tenaga berkurang, dari mana penghasilan akan bertahan? Inilah titik baliknya. ANTARKITA.com bersama SamTour (Biro Umroh Muhammadiyah Banyumas) hadir membawa pendekatan yang berbeda. Di sini, driver bukan sekadar pelaksana layanan, tetapi gerbang awal untuk berkembang. Setiap perjalanan adalah relasi. Setiap relasi menyimpan peluang. Dan peluang itu bisa diarahkan menjadi jalan menuju kewirausahaan. Melalui Pelatihan Sehari “Menjadi Driver Jutawan”, Anda akan diajak mengubah cara pandang: dari sekadar bekerja di sistem, menjadi membangun masa depan melalui jaringan dan peluang bisnis. Belajar melihat profesi driver sebagai entry point, bukan garis akhir. Sekarang pertanyaannya sederhana namun penting: jika hari ini Anda masih sehat dan aktif, apakah Anda ingin tetap berada di titik yang sama lima atau sepuluh tahun ke depan? 📌 Catat Waktunya & Daftar Segera Kuota tempat duduk terbatas 🎯 GRATIS khusus Driver ANTARKITA.com 🗓 Sabtu, 24 Januari 2026.                        ⏰ Pukul 09.00 – 12.00.                              📍 Aula Abu Dardiri 📞 Pendaftaran:                                          0851-2262-5529 Karena bersama ANTARKITA.com dan SamTour, driver bukan akhir perjuangan—driver adalah pintu menuju kemandirian dan kesejahteraan.

Kabarkita, Prespektif, Ruang Kita

Ikhtiar Strategis Gerakan Bela Beli Produk Muhammadiyah

Bisnis Kontes: Menghidupkan Kembali Pasar Rasulullah ﷺ sebagai Jalan Kemandirian Ekonomi Umat Ikhtiar Strategis Gerakan Bela Beli Produk Muhammadiyah Ekonomi sebagai Medan Perjuangan Peradaban Sejarah membuktikan bahwa peradaban tidak pernah tegak tanpa fondasi ekonomi yang kuat. Pendidikan, dakwah, sosial, dan politik hanya akan bertahan jika ditopang oleh kemandirian ekonomi. Inilah sebabnya mengapa Rasulullah ﷺ, sejak awal perjuangannya di Madinah, menempatkan pasar sebagai salah satu pilar utama pembangunan umat, sejajar dengan masjid dan ukhuwah. Masjid membangun ruh, ukhuwah membangun solidaritas, dan pasar membangun kemandirian. Tanpa pasar yang berdaulat, umat akan terus berada dalam posisi lemah, bergantung, dan mudah ditekan oleh sistem ekonomi yang tidak berpihak. Latar Belakang: Pasar Madinah dan Literasi Ekonomi Rasulullah ﷺ Saat hijrah ke Madinah, kondisi ekonomi umat Islam sangat memprihatinkan. Pasar-pasar strategis dikuasai kelompok tertentu dengan praktik: Riba yang mencekik, Monopoli distribusi, Penimbunan barang, Manipulasi kualitas dan harga. Rasulullah ﷺ tidak menuntut belas kasihan, tidak pula menunggu perubahan dari pihak yang menguasai pasar. Beliau membangun pasar baru—pasar umat—dan menanamkan literasi ekonomi kepada para sahabat. Beliau mengajarkan bahwa: Pasar harus terbuka dan adil, Kejujuran adalah modal utama, Keuntungan tidak boleh merusak kemaslahatan, Transaksi adalah bagian dari ibadah, Keberpihakan harus diwujudkan dalam pilihan belanja. Dengan cara inilah umat Islam beranjak dari mustadh’afin menjadi pelaku ekonomi yang berdaulat. Cermin Zaman: Kondisi Ekonomi Umat Islam Hari Ini Hari ini, umat Islam—termasuk warga Muhammadiyah—berada pada situasi yang secara struktural mirip: Jumlah besar, tetapi daya tawar kecil, Konsumen setia, namun produsen tercerai-berai, Memiliki produk, tetapi minim ekosistem pasar, Kaya potensi, miskin konsolidasi. Sering kali semangat “bela produk sendiri” berhenti pada slogan. Tanpa sistem, tanpa insentif, tanpa mekanisme pasar yang hidup, keberpihakan mudah kalah oleh kenyamanan dan harga. Inilah problem utama ekonomi umat hari ini: bukan ketiadaan produk, tetapi ketiadaan literasi pasar dan gerakan transaksi yang terorganisir. Bisnis Kontes: Literasi Pasar dalam Format Aksi Nyata Bisnis Kontes dirancang sebagai jembatan antara kesadaran dan tindakan. Ia bukan sekadar lomba omzet, tetapi instrumen literasi pasar yang mendorong perilaku ekonomi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kontes ini membangun beberapa nilai kunci: Transaksi sebagai ukuran keberpihakan, Prestasi ekonomi sebagai motivasi kolektif, Etika bisnis sebagai fondasi, Kolaborasi sebagai strategi, bukan kompetisi destruktif. Pemberian hadiah bukan tujuan akhir, melainkan rangsangan (stimulus) agar ekosistem pasar umat bergerak. Dalam ilmu ekonomi dan perilaku, insentif terbukti efektif mendorong perubahan kebiasaan. Rasulullah ﷺ pun memberikan apresiasi kepada sahabat yang berprestasi dalam muamalah. Biskuit Cahaya: Lokomotif Gerakan, Bukan Sekadar Sponsor Dukungan Biskuit Cahaya menjadikan Bisnis Kontes ini memiliki mesin penggerak yang nyata. Biskuit Cahaya berperan sebagai anchor product—produk jangkar yang mampu menarik sirkulasi pasar. Namun yang lebih penting, Biskuit Cahaya tidak berdiri sendiri. Ia berfungsi sebagai lokomotif yang: Membuka jalur distribusi, Menguatkan kepercayaan pasar, Menarik produk warga Muhammadiyah lain untuk ikut bergerak, Menjadi contoh bahwa produk umat bisa bersaing secara profesional. Penilaian Berbasis Dampak: Mengukur Manfaat Kolektif Keunikan Bisnis Kontes ini terletak pada sistem penilaiannya. Keberhasilan tidak hanya diukur dari keuntungan pribadi, tetapi dari: Seberapa banyak produk warga Muhammadiyah terserap pasar, Seberapa luas jaringan distribusi yang dibangun, Seberapa kuat kolaborasi yang tercipta, Seberapa besar dampak ekonomi bagi komunitas. Dengan pendekatan ini, Bisnis Kontes menjadi alat distribusi keadilan ekonomi, bukan hanya arena adu kuat individu. Win–Win Solution sebagai Prinsip Gerakan Program ini melahirkan manfaat berlapis: Pelaku bisnis memperoleh omzet, hadiah, dan jejaring, Produk warga Muhammadiyah mendapat pasar nyata, Biskuit Cahaya tumbuh sebagai lokomotif ekonomi umat, Persyarikatan memperoleh basis ekonomi yang lebih kuat. Inilah win–win solution sejati, di mana pertumbuhan individu berjalan seiring dengan kemajuan kolektif. Pasar sebagai Amal Jama’i Muhammadiyah Muhammadiyah sejak awal berdiri bukan hanya gerakan dakwah, tetapi gerakan pembebasan sosial dan ekonomi. Bisnis Kontes ini adalah ikhtiar menjadikan pasar sebagai amal jama’i, bukan arena individualisme. Jika masjid mempersatukan jamaah dalam shalat, maka pasar mempersatukan jamaah dalam transaksi. Dan ketika transaksi sudah menjadi budaya, maka kemandirian bukan lagi cita-cita, tetapi kenyataan. Penutup: Dari Kesadaran Menuju Peradaban Bisnis Kontes adalah ikhtiar meneladani Rasulullah ﷺ dalam konteks zaman modern. Ia mengajarkan bahwa membela produk sendiri bukan soal sentimen, tetapi soal sistem, literasi, dan keberanian bertindak. Karena pada akhirnya, umat yang kuat adalah umat yang berdaulat di pasar. Dan pasar yang berdaulat hanya akan lahir dari transaksi yang sadar, terdidik, dan terorganisir. Inilah ruh Bisnis Kontes dalam Gerakan Bela Beli Produk Muhammadiyah. Bukan sekadar lomba, tetapi jalan menuju kemandirian dan martabat ekonomi umat. SiS, Antarkita

Scroll to Top