Antarkita

13 Januari 2026

Prespektif, Ruang Kita

*Fenomena “Super Flu” (Influenza A H3N2 Subclade K) di Indonesia dan Dunia*

*Fenomena “Super Flu” (Influenza A H3N2 Subclade K) di Indonesia dan Dunia* Istilah “Super Flu” sempat ramai dalam pemberitaan akhir 2025 – awal 2026. Bahkan ada pasien rawat inap diberitakan meninggal dunia. Sebutan “Super Flu” merujuk pada varian Influenza A H3N2 yang oleh komunitas ilmiah disebut Subclade K (atau J.2.4.1). Varian ini pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (*CDC*) di Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan dengan cepat menjadi dominan di banyak negara. Namun, para ahli menekankan bahwa Subclade K hanyalah bagian dari evolusi normal virus influenza dan tidak menunjukkan peningkatan keparahan dibanding varian H3N2 lain, ujar dosen ahli Mikrobiologi Klinis Fakultas Kedokteran Unsoed dr.Nia Krisniawati,Sp.,MK. saat pemaparan yang dipandu Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com pada hari Senin 12 Januari 2025. *A. Apa itu Subclade K?* *a. Subclade K* Subclade K adalah cabang genetik baru dari Virus Influenza A (H3N2). WHO melaporkan terjadi peningkatan cepat Virus ini sejak Agustus 2025, namun data epidemiologi tidak menunjukkan penyakit yang lebih parah. Dalam lima bulan, varian ini dilaporkan di lebih dari 34 negara, dan di Amerika Serikat sekitar 90 % virus H3N2 yang dikarakterisasi sejak September 2025 termasuk Subclade K. *b. Vaksin Influenza tetap efektif*. Studi awal di Inggris menunjukkan vaksin mencegah kunjungan gawat darurat dan rawat inap akibat influenza sebesar 72–75 % pada anak dan 32–39 % pada orang dewasa, ungkap dr. Nia yang sedang tugas belajar S3 di FK-KMK UGM (Fakultas Kedokteran – Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada), Yogyakarta. *B. Situasi di Indonesia* Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menyatakan bahwa situasi Influenza A H3N2 Subclade K di dalam negeri terkendali. Subclade K terdeteksi melalui surveilans Influenza-Like Illness (ILI) and Severe Acute Respiratory Infections (SARI) sejak Agustus 2025. Hingga akhir Desember 2025 ada 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi; kasus terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Angka ini berasal dari 843 spesimen positif influenza yang diperiksa, dengan 348 sampel menjalani uji whole genome sequencing (WGS). Kemenkes menegaskan tidak ada peningkatan keparahan. Gejala yang muncul serupa dengan flu musiman, yaitu demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan. Mayoritas kasus bergejala ringan dan angka kematian tetap rendah. Pemerintah memperkuat surveilans, pelaporan, dan kesiapsiagaan serta menghimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker, serta melakukan vaksinasi influenza tahunan. *C. Situasi Internasional* CDC memperkirakan pada musim flu 2025–2026 ada sekitar 11 juta kasus influenza, dengan 120.000 rawat inap dan 5.000 kematian. Hampir semua Virus H3N2 yang beredar berasal dari Subclade K, tetapi tidak ada bukti varian ini menyebabkan penyakit lebih berat. Di Inggris, Jepang, dan beberapa negara Eropa, musim flu 2025–2026 dimulai 4–5 minggu lebih awal dari biasanya, tetapi angka kasus mulai menurun. Australia mencatat musim flu yang lebih lama, dan Subclade K menjadi dominan menjelang akhir musim. Meskipun awal musim lebih cepat, hal ini tidak otomatis berarti musim flu lebih parah. Pembaruan CDC pada Desember 2025 memperkirakan musim influenza 2025–2026 di AS kemungkinan masuk kategori moderat dengan tingkat kepercayaan rendah. Subclade K dapat menyebabkan lonjakan kasus, tetapi dampaknya terhadap keparahan musim belum jelas. CDC menegaskan bahwa vaksinasi tetap penting karena data awal menunjukkan vaksin efektif mencegah rawat inap. Analisis independen dari Belfer Center menegaskan bahwa Subclade K tidak menunjukkan peningkatan keparahan dibanding varian influenza musiman lain. Vaksin musim 2025–2026 mungkin tidak sepenuhnya cocok tetapi tetap mencegah 70–75 % rawat inap pada anak dan 30–40 % pada orang dewasa, serta belum ada bukti resistensi terhadap antivirus. *D. Mengapa informasi ini penting?* Lonjakan kasus tidak berarti virus lebih mematikan. Pakar menjelaskan bahwa istilah “Super Flu” mencerminkan tingginya penularan, bukan peningkatan keganasan. Subclade K merupakan bagian dari evolusi rutin virus influenza yang terjadi setiap tahun. Perubahan iklim, meningkatnya mobilitas setelah pandemi Covid‑19, dan rendahnya cakupan vaksinasi berpotensi memicu lonjakan kasus. Di AS misalnya, hanya sekitar 41,9 % orang dewasa yang sudah menerima vaksin influenza musim 2025–2026 hingga awal Desember. Musim influenza yang didominasi H3N2 cenderung lebih berat bagi lansia dan anak. Tingkat vaksinasi yang rendah pada kelompok ini dapat memperparah dampak flu, jelas dr. Nia yang juga Anggota Tim Penelitian dan Pengembangan Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI). *E. Apa yang harus dilakukan?* 1. WHO, CDC, dan Kemenkes RI menekankan bahwa vaksin tetap menjadi cara paling efektif untuk mencegah penyakit berat dan kematian akibat influenza. Meski virus influenza Subclade K mengalami perubahan kecil secara alami, vaksin yang tersedia masih memberikan perlindungan yang bermakna, 2. Praktik hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan dengan sabun, terapkan etika batuk/bersin, gunakan masker saat mengalami gejala flu, dan hindari kontak dekat dengan orang sakit. Jika berisiko tinggi dan terpapar, penggunaan obat antivirus seperti oseltamivir dan zanamivir masih efektif, 3. Tingkatkan cakupan vaksinasi pada kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penderita penyakit kronis harus diprioritaskan untuk vaksinasi.

Kabarkita, Prespektif, Ruang Kita

MI Muhammadiyah Karangtalun Kidul Perkuat Literasi Bahasa Inggris Global Bersama Mahasiswa Asing UMP

MI Muhammadiyah Karangtalun Kidul Perkuat Literasi Bahasa Inggris Global Bersama Mahasiswa Asing UMP Purwojati–Banyumas || AntaraKita.com — MI Muhammadiyah Karangtalun Kidul (MAHADIKA) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan yang adaptif, berwawasan global, dan berkarakter Islam berkemajuan melalui kegiatan edukatif bertajuk “Sharing and Motivation: Learning Beyond Borders”, Selasa (13/1/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB ini menghadirkan dua mahasiswa asing Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sebagai narasumber inspiratif bagi para siswa.   Dua mahasiswa internasional tersebut yakni Muhammad Abo Alhasan, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris asal Sudan, serta Mamoudou Sangare Toufi, mahasiswa Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris asal Mali. Kehadiran mereka menjadi pengalaman belajar langsung (experiential learning) bagi para siswa dalam mengenal Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional sekaligus jendela peradaban dunia. Kegiatan diawali dengan penyambutan hangat para siswa di halaman sekolah yang mencerminkan budaya ramah dan inklusif MAHADIKA. Acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi, sambutan kepala sekolah, serta penampilan pidato Bahasa Inggris dari perwakilan siswa. Suasana kegiatan berlangsung tertib, hangat, dan penuh antusiasme, menciptakan ekosistem belajar yang menyenangkan dan bermakna. Kepala MI Muhammadiyah Karangtalun Kidul, Muhtar Yusuf, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi sekolah dalam menyiapkan generasi yang percaya diri, literat bahasa, dan siap berinteraksi di tingkat global, tanpa kehilangan jati diri keislaman. “Kami ingin anak-anak sejak dini memiliki keberanian bermimpi besar dan percaya diri berkomunikasi dengan dunia luar. Kehadiran mahasiswa asing ini menjadi pengalaman nyata bahwa belajar Bahasa Inggris itu penting, menyenangkan, dan sangat mungkin dikuasai,” ujar Muhtar Yusuf. Ia juga menambahkan bahwa pendidikan di madrasah tidak boleh terkungkung oleh batas ruang kelas semata. “Melalui kegiatan seperti ini, kami menanamkan kepada siswa bahwa belajar tidak mengenal batas geografis. Dunia adalah ruang belajar mereka,” tegasnya. Memasuki sesi inti, kegiatan dilanjutkan dengan sharing session interaktif yang dipandu moderator. Para narasumber berbagi pengalaman belajar Bahasa Inggris di negara non-English speaking serta perjalanan akademik mereka hingga bisa menempuh studi di Indonesia. Mereka menekankan bahwa keberanian mencoba dan konsistensi berlatih adalah kunci utama penguasaan bahasa. Mamoudou Sangare Toufi memotivasi siswa agar tidak takut melakukan kesalahan saat berbicara. “Don’t be shy to speak English. Making mistakes is part of learning,” ujarnya, disambut tepuk tangan para siswa. Sementara itu, Muhammad Abo Alhasan membagikan tips sederhana agar siswa terbiasa menggunakan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. “If you want to be fluent in English, you can speak with your friends or even practice by speaking to yourself in front of the mirror,” tuturnya dengan gaya komunikatif. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana, penuh contoh konkret, dan disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar. Para narasumber menegaskan bahwa kepercayaan diri lebih penting daripada kesempurnaan dalam proses belajar bahasa. Antusiasme siswa semakin terlihat pada sesi tanya jawab. Sejumlah siswa dengan percaya diri maju ke depan untuk mengajukan pertanyaan dalam Bahasa Inggris sederhana, yang dijawab dengan ramah dan penuh semangat oleh para mahasiswa asing. Interaksi ini tidak hanya melatih kemampuan bahasa, tetapi juga menumbuhkan keberanian, rasa ingin tahu, dan sikap terbuka terhadap perbedaan budaya. Kegiatan ditutup dengan doa dan foto bersama antara siswa, guru, serta para narasumber. Melalui kegiatan ini, MI Muhammadiyah Karangtalun Kidul berharap mampu menumbuhkan kepercayaan diri, motivasi belajar Bahasa Inggris, serta kesiapan siswa menghadapi tantangan global sejak usia dini, sejalan dengan misi Muhammadiyah dalam mencetak generasi Islam yang berkemajuan, unggul, dan berdaya saing. (Tarqum Aziz | JurnalisMu Banyumas Raya)

Scroll to Top